Kemenkes: 18 Juta Penduduk Indonesia Terinfeksi Hepatitis B

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 26 Juli 2021 | 16:50 WIB
Kemenkes: 18 Juta Penduduk Indonesia Terinfeksi Hepatitis B
Ilustrasi hepatitis B. (Shutterstock)

Suara.com - Kementerian Kesehatan mencatat kurang lebih 18 juta atau 7,1 persen penduduk Indonesia mengalami infeksi hepatitib B. Selain itu, 1 persen atau sekitar 2 juta orang lainnya mengalami sakit hepatitis C,  demikian menurut data Rset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2013.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmidzi, M.Epid., mengatakan, kedua jenis hepatitis itu memang yang paling banyak ditemukan di Indonesia. 

"Yang menjadi penting juga bahwa anak usia kurang dari 1 tahun sudah bisa positif hepatitis karena dia bisa tertular dari ibunya yang positif hepatitis," kata Nadia dalam siaran langsung Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan, Senin (26/7/2021).

Besarnya jumlah kasus tersebut, menurut Nadia, bisa menimbulkan kondisi luar biasa atau KLB. Selain itu, juga mengakibatkan penurunan kualitas hidup orang yang tertular dan terinfeksi Hepatitis B maupun C. Tak kalah penting juga bisa menularkan kepada bayi yang akan dilahirkan.

Kenali penyebab dan cara pengobatan Hepatitis A. (shutterstock)
Kenali penyebab dan cara pengobatan Hepatitis B. (shutterstock)

"Menjadi penting karena itu kita, Kementerian Kesehatan, untuk bisa menurunkan dan mengendalikan hepatitis," imbuhnya.

Selain karena disebabkan oleh infeksi virus, penularan hepatitis B dan C bisa terjadi melalui darah. Misalnya, tranfusi darah, kehamilan, hingga berhubungan seksual. Nadi mengingatkan, jika i feksi hepatitis semakin kronik bisa berakibat menjadi sirosis atau kanker hati.

Oleh sebab itu pentingnya deteksi dini, pengobatan, juga vaksinasi hepatitis sebagai pencegahan. Nadia menyebut, telah mencapai 78 6 persen rumah sakit Kabupaten/Kota di 28 provinsi bisa dilakukan deteksi dini hepatitis. 

"Diharapkan tahun ini sudah mencapai 90 persen," ucapnya.

Diakui Nadia bahwa deteksi dini hepatitis memang belum bisa dilakukan di fasilitas layanan kesehatan lainnya seperti puskesmas. Baru bisa dilakukan hanya di rumah sakit. Sebab, kata Nadia, baik pemeriksaan juga pengobatan bagi pasien hepatitis harus dilakukan oleh dokter spesialis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes: Distribusi Vaksin Terkendala Stok dan Teknis Produksi

Kemenkes: Distribusi Vaksin Terkendala Stok dan Teknis Produksi

Health | Senin, 26 Juli 2021 | 14:14 WIB

Hati-hati, Bumil Idap Hepatitis Berisiko Tularkan Janin Hingga 90 Persen

Hati-hati, Bumil Idap Hepatitis Berisiko Tularkan Janin Hingga 90 Persen

Health | Senin, 26 Juli 2021 | 13:50 WIB

Kemenkes Akui Stok Vaksin COVID-19 Terbatas

Kemenkes Akui Stok Vaksin COVID-19 Terbatas

Lampung | Senin, 26 Juli 2021 | 10:49 WIB

Terkini

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya

Health | Rabu, 08 April 2026 | 11:58 WIB

Solusi Membasmi Polusi Kekinian  ala Panasonic

Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic

Health | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan

Health | Selasa, 07 April 2026 | 11:00 WIB