WHO: Anak Konsumsi Produk Tembakau, Tiga Kali Lebih Mungkin Jadi Perokok Saat Dewasa

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Selasa, 27 Juli 2021 | 09:17 WIB
WHO: Anak Konsumsi Produk Tembakau, Tiga Kali Lebih Mungkin Jadi Perokok Saat Dewasa
Ilustrasi rokok. [Shutterstock]

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa produk tembakau masih banyak dipasarkan kepada anak-anak dan remaja. Terutama produk nikotin elektronik, seperti rokok elektrik yang menyajikan ribuan rasa menarik juga klaim menyesatkan tentang produk tersebut.

Dikhawatirkan WHO, jika produk tersebut dikonsumsi anak-anak, maka kemungkinan mereka akan tiga kali lebih besar untuk menggunakan produk tembakau lain saat dewasa. WHO merekomendasikan setiap negara menggalakkan larangan merokok untuk mencegah renormalisasi merokok di masyarakat juga untuk melindungi generasi mendatang.

“Nikotin sangat adiktif. Sistem pengiriman nikotin elektronik berbahaya, dan harus diatur dengan lebih baik. Jika tidak dilarang, pemerintah harus mengadopsi kebijakan yang tepat untuk melindungi populasi mereka dari bahaya sistem pengiriman nikotin elektronik. Juga mencegah efeknya terhadap anak-anak, remaja dan kelompok rentan lainnya," kata Ketua Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari situs resmi WHO.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus [Foto: Antara]
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus [Foto: Antara]

Catatan WHO, baru 32 negara yang telah melarang penjualan sistem pengiriman nikotin elektronik (ENDS). 

Lebih lanjut, 79 negara telah mengadopsi, setidaknya, satu tindakan parsial untuk melarang penggunaan produk-produk tembakau di tempat umum, melarang iklan, promosi dan sponsor atau mewajibkan tampilan peringatan kesehatan pada kemasan. 

Tetapi, masih ada 84 negara yang tidak mengatur tindakan pengiriman nikotin elekteonik dengan cara apa pun.

Duta Besar Global WHO untuk Penyakit dan Cedera Tidak Menular Michael R. Bloomberg mengatakan, lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia masih merokok. Ketika penjualan rokok turun, perusahaan tembakau secara agresif memasarkan produk baru seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan. Bahkan juga melobi pemerintah untuk membatasi peraturan. 

"Tujuan mereka sederhana, untuk mengebalkan generasi lain dengan nikotin. Kami tidak bisa membiarkan itu terjadi," kata Michael.

Direktur Departemen Promosi Kesehatan di WHO Dr Rüdiger Krech mengakui memang masih ada tantangan yang terkait dengan regulasi rokok. Para produsen itu juga sangat beragam dan berkembang pesat. Beberapa produk sengaja dapat dimodifikasi kandungannya oleh pengguna sehingga konsentrasi dan tingkat risiko nikotin sulit dibatasi.

baca juga

Lainnya dipasarkan sebagai klaim bebas nikotin. Tetapi, ketika diuji, sering ditemukan mengandung bahan adiktif. Membedakan produk yang mengandung nikotin dengan non-nikotin, atau bahkan dari beberapa produk yang mengandung tembakau, hampir tidak mungkin. 

"Ini hanyalah salah satu cara industri merongrong dan merusak langkah-langkah pengendalian tembakau," kata Krech.

Saat ini, dari perkiraan 1 miliar perokok secara global, sekitar 80 persen di antaranya tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah (LMICs). Data WHO disebutkan, tembakau menyebabkan kematian 8 juta orang per tahun, termasuk 1 juta di antaranya perokok pasif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Ajak Seluruh Negara Bongkar Asal-usul Virus Corona

WHO Ajak Seluruh Negara Bongkar Asal-usul Virus Corona

Jabar | Minggu, 25 Juli 2021 | 11:55 WIB

Gara-gara Buang Rokok Sembarangan, Tukang Servis AC Sebabkan Kantor Polisi Kebakaran

Gara-gara Buang Rokok Sembarangan, Tukang Servis AC Sebabkan Kantor Polisi Kebakaran

Batam | Sabtu, 24 Juli 2021 | 12:53 WIB

3 Cara Ini Ampuh Buat Kamu yang Mau Berhenti Merokok Supaya Bisa Nabung

3 Cara Ini Ampuh Buat Kamu yang Mau Berhenti Merokok Supaya Bisa Nabung

Bisnis | Sabtu, 24 Juli 2021 | 08:44 WIB

Terkini

Karhutla Tak Pilih Korban, 4 Tokoh Lintas Agama Bicara Soal Menjaga Alam

Karhutla Tak Pilih Korban, 4 Tokoh Lintas Agama Bicara Soal Menjaga Alam

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 18:39 WIB

Nekat Beroperasi Tanpa SLHS, Penutupan 1.999 Dapur MBG Dinilai Cermin Kegagalan Perencanaan

Nekat Beroperasi Tanpa SLHS, Penutupan 1.999 Dapur MBG Dinilai Cermin Kegagalan Perencanaan

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:34 WIB

Potret Sungai Cileungsi Menghitam Akibat Dugaan Limbah Industri

Potret Sungai Cileungsi Menghitam Akibat Dugaan Limbah Industri

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 18:31 WIB

Kasus Dolar Singapura Palsu Rp4,7 M Disorot DPR! Polisi Diminta Ungkap Jaringannya

Kasus Dolar Singapura Palsu Rp4,7 M Disorot DPR! Polisi Diminta Ungkap Jaringannya

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:27 WIB

Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi

Jangan Asal Ikut-ikutan Resign! Beda Kasta Antara Privilege Finansial dan Perjudian Ekonomi

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 18:25 WIB

Kebakaran Hanguskan 2 Hektare Lahan di Kerinci

Kebakaran Hanguskan 2 Hektare Lahan di Kerinci

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 18:23 WIB

Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI

Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 18:17 WIB

Bukan yang Pertama! KPK Bongkar Suap Awal Rp300 Juta dari PT Summarecon ke Pejabat ATR/BPN

Bukan yang Pertama! KPK Bongkar Suap Awal Rp300 Juta dari PT Summarecon ke Pejabat ATR/BPN

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:15 WIB

iNews Group Dilepas MNC Group ke Bos Republikorp Norman Joesoef

iNews Group Dilepas MNC Group ke Bos Republikorp Norman Joesoef

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 18:11 WIB

Daftar Harga Helm Cargloss Half Face: Dari Seri Klasik hingga Khusus Hijab

Daftar Harga Helm Cargloss Half Face: Dari Seri Klasik hingga Khusus Hijab

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 18:10 WIB

×