Amankah Pasien Diabetes dengan Gula Darah Tinggi Suntik Vaksin Covid-19?

Arendya Nariswari | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 27 Juli 2021 | 09:54 WIB
Amankah Pasien Diabetes dengan Gula Darah Tinggi Suntik Vaksin Covid-19?
Diabetes, gula darah tinggi (Pixabay/stevepb)

Suara.com - Pasien diabetes salah satu kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi virus corona Covid-19, terutama ketika lonjakan kadar gula darah tinggi dan tak terkontrol.

Infeksi virus corona Covid-19 tidak hanya berisiko besar mempengaruhi kehidupan pasien diabetes, tetapi juga bisa meningkatkan kemungkinan infeksi jamur hitam atau mucormycosis.

Karena itu, penderita diabetes perlu menerima suntikan vaksin Covid-19. Vaksin Covid-19 adalah tiruan dari infeksi virus corona yang juga mengaktifkan respons imun dalam tubuh.

Sehingga kebanyakan orang akan mengalami beberapa efek samping setelah suntik vaksin Covid-19. Tapi, suntikan vaksin Covid-19 ini sama sekali tidak terkait dengan lonjakan kadar gula darah seseorang.

Meski begitu, banyak penderita diabetes yang mungkin ragu atau ketakutan suntik vaksin Covid-19 ketika kadar gula darah tinggi. Direktur AIIMS Bhopal, Dr. Sarman Singh mengatakan bahwa orang dengan gula darah tinggi bisa suntik vaksin Covid-19, karena tidak ada hubungan antara vaksin dan kadar gula darah.

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Pexels/Gustavo)
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Pexels/Gustavo)

Sementara itu dilansir dari Times of India, menjaga kadar gula darah tetap disarankan untuk menjaga kesehatan pasien diabetes secara keseluruhan. Dr. Singh mengklarifikasi bahwa vaksin Covid-19 tidak akan mengganggu kadar gula darah seseorang.

Mengingat vaksin COVID tidak memiliki hubungan dengan kadar gula darah dalam tubuh, para ahli merekomendasikan pasien diabetes untuk suntik vaksin Covid-19 sesegera mungkin.

Apalagi, sekarang ini banyak varian virus corona yang dikhawatirkan lebih menular dan berbahaya. Maka semua orang disarankan melakukan tindakan pencegahan yang lebih ketat dan suntik vaksin Covid-19, terutama kelompok yang berisiko.

Jika Anda penderita diabetes dan tiba-tiba mengalami lonjakan kadar gula darah, ada beberapa hal yang harus diingat. Menurut Dr Singh, vaksin Covid-19 tak ada hubungannya dengan kadar gula darah.

Jika kadar gula dapat dikendalikan, lebih baik mengambil tindakan seperti itu. Jika kadar gula darah sangat tinggi, maka Anda mungkin akan merasakan sakit yang lebih pada area suntikan. Selain itu, orang dengan kadar gula darah tinggi mungkin juga rentan terhadap infeksi dari tempat vaksinasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Campuran Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Hasilkan Antibodi 6 Kali Lebih Tinggi

Studi: Campuran Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Hasilkan Antibodi 6 Kali Lebih Tinggi

Health | Selasa, 27 Juli 2021 | 09:36 WIB

Antibodi Vaksin Covid-19 Merek Sinovac Turun Setelah 6 Bulan, Booster Sangat Disarankan

Antibodi Vaksin Covid-19 Merek Sinovac Turun Setelah 6 Bulan, Booster Sangat Disarankan

Health | Selasa, 27 Juli 2021 | 08:40 WIB

Termasuk Diabetes, Berikut Alasan Mengapa 3 Penyakit Berikut Perparah Covid-19

Termasuk Diabetes, Berikut Alasan Mengapa 3 Penyakit Berikut Perparah Covid-19

Health | Senin, 26 Juli 2021 | 16:35 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB