alexametrics

Kasus COVID-19 Meningkat Saat Olimpiade, Tokyo Tambah Kapasitas Tempat Tidur di RS

M. Reza Sulaiman
Kasus COVID-19 Meningkat Saat Olimpiade, Tokyo Tambah Kapasitas Tempat Tidur di RS
Petugas mengibarkan bendera Jepang dalam pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 di Stadion Nasional, Tokyo, Jepang, Jumat (23/7/2021). [ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan]

Pemerintah kota Tokyo menambah jumlah kapasitas tempat tidur di rumah sakit, menyusul kasus COVID-19 yang terus meningkat.

Suara.com - Pemerintah kota Tokyo menambah jumlah kapasitas tempat tidur di rumah sakit, menyusul kasus COVID-19 yang terus meningkat.

Tokyo, kota tempat penyelenggaraan Olimpiade 2020, mengalami lonjakan kasus COVID-19 dalam sepekan terakhir.

Dilansir ANTARA, dengan semakin banyaknya rumah sakit yang menerima pasien COVID-19, Tokyo bermaksud untuk menambah jumlah tempat tidur menjadi 6.406 pada awal Agustus dari jumlah sekarang, yakni 5.967, menurut berita TBS.

Rumah-rumah sakit harus mempertimbangkan untuk menunda operasi yang direncanakan dan mengurangi layanan untuk pasien perawatan lain, kata TBS yang mengutip pemberitahuan dari otoritas kota Tokyo kepada lembaga-lembaga medis.

Baca Juga: Olimpiade Tokyo: Lolos ke Perempat Final, The Daddies Belum Pikirkan Medali Emas

Sejumlah ofisial dan wartawan melihat pertandingan panahan Olimpiade Tokyo 2020 di Yumenoshima Park Archery Field, Tokyo, Jepang, Senin (26/7/2021). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Sejumlah ofisial dan wartawan melihat pertandingan panahan Olimpiade Tokyo 2020 di Yumenoshima Park Archery Field, Tokyo, Jepang, Senin (26/7/2021). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Kasus harian COVID-19 di ibu kota Jepang, yang telah mengizinkan masuknya pengunjung luar negeri untuk Olimpiade 2020 Tokyo, naik dua kali lipat menjadi 1.429 pada Senin dibandingkan seminggu sebelumnya.

Sementara upaya vaksinasi ditujukan untuk meningkatkan perlindungan bagi warga lansia yang kemungkinan besar membutuhkan perawatan darurat jika mereka jatuh sakit, hanya 36 persen dari populasi di Jepang yang telah menerima setidaknya satu suntikan vaksin, menurut pelacak vaksinasi Reuters.

Sementara di sis lain, sorotan untuk Tokyo datang dari perkampungan atlet yang disebut sebagai biang kelai penyebaran virus Corona.

Melansir Daily Star, Selasa (27/7/2021), panitia telah melarang tos hingga ciuman untuk menghindari adanya kontak fisik antar atlet di luar pertandingan.

Bahkan mereka telah memasang tempat tidur anti-seks yang terbuat dari karton untuk mengesampingkan hubungan seksual.

Baca Juga: Sisi Gelap Perkampungan Atlet Olimpiade, Penuh Kondom dan Seks Bebas

Aturan itu mengakhiri tradisi Olimpiade yang diketahui dari mulut ke mulut punya sisi gelap. Banyak aktivitas seks yang terjadi di perkampungan atlet.

Komentar