Efek Samping Vaksin Covid-19, 30 Persen Gejala Akibat Kecemasan dan Stres!

Arendya Nariswari, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 28 Juli 2021 | 10:12 WIB
Efek Samping Vaksin Covid-19, 30 Persen Gejala Akibat Kecemasan dan Stres!
Ilustrasi cemas, kecemasan. (Pexels/Alex Green)

Suara.com - Efek samping setelah suntik vaksin Covid-19 adalah hal yang wajar terjadi sama seperti vaksin lainnya. Efek samping ini bisa berupa kelelahan, nyeri di area suntikan hingga demam.

Sebagian besar efek samping reaktogenik dianggap sebagai reaksi inflamasi sementara. Tapi, laporan terbaru menunjukkan banyak efek samping vaksin Covid-19 ini disebabkan oleh kecemasan.

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh panel pemerintah telah mengamati bahwa lebih dari 30 persen dari efek samping pasca-vaksinasi yang terlihat di India terkait dengan kecemasan.

Secara global, meningkatnya ketakutan akan reaksi merugikan setelah suntik vaksin Covid-19 telah mendorong banyak orang menolak vaksinasi demi melindungi hidup mereka.

Sebuah laporan yang diajukan oleh Komite Peristiwa Buruk Setelah Imunisasi Nasional (KIPI) telah mengamati bahwa 22 orang lebih dari 100 orang menderita reaksi yang berhubungan dengan kecemasan, bukan karena vaksin Covid-19 itu sendiri.

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Pexels/Gustavo)
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Pexels/Gustavo)

Demikian pula, lebih dari 18 kasus dikaitkan dengan reaksi kausal yang tidak konsisten terhadap vaksin Covid-19. Dengan demikian, data awal mengungkapkan sebagian besar efek samping vaksin Covid-19 terkait dengan faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan vaksinasi, seperti penggunaan yang salah atau kerentanan.

Sementara dilansir dari Times of India, data yang dirilis oleh pemerintah India membuktikan bahwa kecemasan seputar vaksin Covid-19 memang merupakan faktor yang mengkhawatirkan.

Reaksi kecemasan terkait imunisasi disebut sebagai serangkaian gejala atau efek samping yang muncul di sekitar inokulasi, bukan disebabkan oleh suntikan vaksin Covid-19 itu sendiri.

Meskipun ada banyak penyebab kecemasan untuk suntik vaksin Covid-19, tapi penyebab utamanya bisa berupa ketakutan atau fobia jarum suntik yang disebut trypanophobia.

baca juga

Studi terbaru juga menunjukkan bahwa fobia jarum mungkin menjadi penyebab 10-15 persen kasus keraguan suntik vaksin Covid-19 di Inggris dan AS. Kecemasan itu bisa bermanifestasi menjadi reaksi dan gejala yang berbeda.

Dalam hal vaksinasi, kecemasan atau ketakutan irasional dalam bentuk apa pun dapat menyebabkan respons stres yang terinternalisasi. Kemudian, hal ini akan muncul melalui sejumlah respons vasovagal yang mirip dengan efek samping vaksin Covid-19 dan reaksi inflamasi.

Para ahli juga percaya bahwa meningkatnya kecemasan seputar vaksin Covid-19 tidak hanay mengacaukan prioritas efek samping pasca-vaksinasi, tetapi juga menghambat kemanjuran vaksin Covid-19.

Kecemasan dan stres bisa melemahkan sistem kekebalan dan memengaruhi kemampuan sistem kekebalan untuk melawan antigen. Ketika stres meningkat, itu memicu pelepasan kortisol dalam tubuh yang bermanifestasi menjadi sejumlah reaksi dan melepaskan sitokin.

Jadi, stres dan kecemasan seseorang bisa membatasi kemampuan vaksin Covid-19 mendorong respons imun yang tepat dan menyebabkan lebih banyak peradangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antibodi Vaksin Covid-19 Merek Sinovac Turun Setelah 6 Bulan

Antibodi Vaksin Covid-19 Merek Sinovac Turun Setelah 6 Bulan

Kaltim | Rabu, 28 Juli 2021 | 05:28 WIB

Kemenkes Ungkap Stok Vaksin Covid-19 Baru 30 Persen dari Kebutuhan

Kemenkes Ungkap Stok Vaksin Covid-19 Baru 30 Persen dari Kebutuhan

Health | Selasa, 27 Juli 2021 | 19:59 WIB

Susul Sinovac, Sinopharm Juga Ajukan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 di Brasil

Susul Sinovac, Sinopharm Juga Ajukan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 di Brasil

Health | Selasa, 27 Juli 2021 | 19:01 WIB

Terkini

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:34 WIB

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:12 WIB

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:33 WIB

×