alexametrics

Bukan Vaksinasi, Ini yang Bikin Covid-19 Picu Masalah Kesuburan Pria

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana
Bukan Vaksinasi, Ini yang Bikin Covid-19 Picu Masalah Kesuburan Pria
Ilustrasi disabilitas laring. (Shutterstock)

Ahli menyatakan bahwa Covid-19 memang berisiko memengaruhi masalah kesehatan kesuburan pria.

Suara.com - Sempat beredar kabar bahwa vaksinasi Covid-19 mungkin berefek pada kesuburan pria. Padahal bukan vaksinasi yang berisiko, namun infeksi Covid-19 yang mungkin bisa pengaruhi kesuburan pria. 

Melansir dari Medical Xpress, Ranjith Ramasamy seorang direktur di Program Reproduktif Urologi, Universitas Miami's Miller School of Medicine menganalisis otopsi jaringan testis pada 6 orang pria yang meninggal akibat Covid-19.  

"Virus Covid-19 muncul di salah satu jaringan testis pria, menyebabkan penurunan jumlah sperma," catat Ramasamy pada The Conversation.

Pasien lain yang selamat dari Covid-19 menjalani biopsi testis sekitar tiga bulan setelah infeksi awalnya sembuh. Biopsi menunjukkan virus corona masih ada di testisnya.

Baca Juga: Viral Foto Paru-paru Pasien COVID-19 Setelah Divaksin Sinovac, Astrazeneca, dan Pfizer

"Tim kami juga menemukan bahwa Covid-19 memengaruhi penis. Analisis jaringan penis dari dua pria yang menerima implan penis menunjukkan virus itu ada tujuh hingga sembilan bulan setelah diagnosis Covid-19 mereka. Kedua pria tersebut mengalami disfungsi ereksi yang parah, mungkin karena infeksi tersebut menyebabkan berkurangnya suplai darah ke penis," imbuhnya. 

Khususnya, salah satu pria hanya memiliki gejala Covid-19 ringan. Satunya lagi dirawat di rumah sakit. Ini menunjukkan bahwa bahkan mereka yang memiliki kasus virus yang relatif ringan dapat mengalami disfungsi ereksi yang parah setelah pemulihan.

Ilustrasi pria menggunakan masker (Pixabay/OrnaW)
Ilustrasi pria menggunakan masker (Pixabay/OrnaW)

Temuan ini tidak sepenuhnya mengejutkan. Sebab bagaimanapun, para ilmuwan tahu virus lain juga menyerang testis dan memengaruhi produksi serta kesuburan sperma.

Salah satu contoh, para penyelidik yang mempelajari jaringan testis dari enam pasien yang meninggal karena virus SARS-CoV 2006 menemukan semuanya memiliki kerusakan sel yang luas, dengan sedikit atau tanpa sperma.

Diketahui juga bahwa virus gondok dan Zika dapat masuk ke testis dan menyebabkan peradangan. Hingga 20 persen pria yang terinfeksi virus ini akan mengalami gangguan produksi sperma.

Baca Juga: Info Terbaru Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Covid-19 Gratis di Jatim

Sementara itu, vaksin Covid-19 disebut aman untuk keseuburan pria. 

"Penelitian tambahan oleh tim saya membawa kabar gembira. Sebuah penelitian terhadap 45 pria menunjukkan bahwa vaksin mRNA Pfizer dan Moderna tampaknya aman untuk sistem reproduksi pria," ujar Ramasamy.

"Oleh karena itu, ini adalah alasan lain untuk mendapatkan vaksinasi untuk menjaga kesuburan dan fungsi seksual pria," imbuhnya. 

Komentar