Jaga Kesehatan Mental, Ini Cara Menjaga Keseimbangan Kerja Selama WFH

Vania Rossa | Aflaha Rizal Bahtiar | Suara.com

Sabtu, 31 Juli 2021 | 07:36 WIB
Jaga Kesehatan Mental, Ini Cara Menjaga Keseimbangan Kerja Selama WFH
Ilustrasi: Bekerja dari rumah. (Shutterstock)

Suara.com - Di masa pandemi ketika pekerjaan lebih banyak dilakukan dari rumah alias WFH, banyak di antara kita yang merasa sulit untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Meeting, membuat laporan, dokumen, hingga approaching klien, seolah tak ada habis-habisnya sejak pagi hingga malam hari. Tak heran jika para pekerja WFH ini rentan alami stres dan burn out.

Semua pekerjaan di atas harus dilakukan dari rumahUntuk membuat situasi semakin sulit, kita juga harus menghadapi kerja dari rumah yang disebabkan oleh Covid-19. Sementara

Bekerja dari rumah memang memberi Anda beberapa keuntungan, salah satunya adalah bisa menghabiskan waktu berkualitas dengan orang yang Anda cintai. Tapi, di rumah juga Anda harus melakukan berbagai pekerjaan-pekerjaan di atas, sehingga batas antara ruang pribadi dan kehidupan pekerjaan menjadi kabur.

Gejala paparan stres berkepanjangan dan kerja berlebihan bisa saja Anda rasakan, termasuk ketegangan otot, sakit kepala, kelelahan, dan fokus berkurang. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk memiliki keseimbangan kehidupan kerja.

Dilansir dari Healthshots, ini kiat-kiat yang dapat membantu Anda memulihkan keseimbangan kehidupan kerja.

1. Mendengarkan lagu favorit
Mendengarkan musik favorit dapat membantu memperlambat denyut nadi dan detak jantung, sehingga menurunkan tekanan darah dan menurunkan kadar hormon stres. Jadi, tak ada salahnya jika Anda bekerja sambil ditemani musik.

2. Olahraga dan meditasi
Baik itu di pagi hari atau setelah jam kerja, tetapkan waktu istirahat untuk olahraga dan meditasi. Berolahraga dapat membantu mengurangi kadar hormon stres di dalam tubuh, seperti adrenalin dan kortisol. Sedangkan meditasi dikenal untuk membantu individu mengatasi kecemasan dan meningkatkan fungsi kognitif.

3. Luangkan waktu untuk membaca atau jalan-jalan
Membaca buku pilihan Anda setiap hari dapat membantu memperlambat detak jantung, mengurangi ketegangan otot, dan menurunkan tingkat stres. Anda juga dapat mengatur waktu dalam jadwal Anda, baik di siang hari atau di malam hari, untuk berjalan-jalan di sekitar rumah. Ini bisa membantu Anda menjadi lebih rileks dan berolahraga pada saat yang bersamaan.

4. Katakan 'tidak'
Mengatakan 'ya' untuk setiap tugas atau rapat tidak akan membantu Anda menjaga keseimbangan kehidupan kerja. Meskipun penting untuk memberikan yang terbaik di tempat kerja, mengatakan 'tidak' sesuai batasan sangat penting untuk menjaga batasan antara kehidupan kerja dan pribadi. Ini juga akan membantu Anda dalam menyusun strategi hari kerja Anda dengan lebih efisien dan memberikan pekerjaan yang berkualitas.

Yuk, lakukan tips di atas selama periode WFH untuk membantu Anda mencapai keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Overthinking Tengah Malam? Psikolog Beri Tahu Cara Mengatasinya

Sering Overthinking Tengah Malam? Psikolog Beri Tahu Cara Mengatasinya

Health | Jum'at, 30 Juli 2021 | 22:40 WIB

Wajib Tahu, 3 Tips Mengatasi Stres saat Pandemi

Wajib Tahu, 3 Tips Mengatasi Stres saat Pandemi

Your Say | Jum'at, 30 Juli 2021 | 11:44 WIB

Tips Menghindari Toxic Positivity Agar Mental Orang di Sekitarmu Sehat

Tips Menghindari Toxic Positivity Agar Mental Orang di Sekitarmu Sehat

Your Say | Jum'at, 30 Juli 2021 | 11:18 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB