Berkaca dari RSCM, Menkes Sebut Vaksinasi Dua Kali Turunkan Risiko Kematian

Senin, 02 Agustus 2021 | 17:14 WIB
Berkaca dari RSCM, Menkes Sebut Vaksinasi Dua Kali Turunkan Risiko Kematian
Vaksinator mempersiapkan vaksin COVID-19 sebelum disuntikkan kepada warga di Universitas Nasional, Jakarta, Senin (26/7/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Vaksinasi dua kali menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tidak hanya menurunkan risiko keparahan Covid-19, tapi juga menghindari kematian.

Menkes Budi mengungkap data vaksinasi Covid-19 yang dikeluarkan RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Dari Maret hingga Juni 2021, terlihat tidak ada satupun pasien Covid-19 yang meninggal usai mendapatkan vaksinasi lengkap dua dosis.

"Kalau sudah 2 kali vaksin dari 78 orang pasien Covid-19 yang masuk dirawat di rumah sakit, tidak ada yang wafat (0 persen)," ujar Menkes Budi saat konferensi pers, Senin (2/8/2021).

Sedangkan untuk data orang yang sudah divaksinasi Covid-19 belum lengkap atau baru mendapat suntikan dosis pertama data menunjukkan dari 53 pasien Covid-19 yang masuk, ada 1 hingga 2 orang atau 1,9 persen yang meninggal.

Relawan berkostum tokoh fiksi anime Jepang berdiri di area vaksinasi COVID-19 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (31/7/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Relawan berkostum tokoh fiksi anime Jepang berdiri di area vaksinasi COVID-19 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (31/7/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Angka kematian setelah divaksinasi ini, sangat berbeda jauh dengan orang yang belum divaksinasi Covid-19, dari 618 orang yang dirawat di rumah sakit, sebanyak 88 pasien atau 14,2 persen meninggal dunia.

"Ini salah satu contoh kita melakukan analisa di level rumah sakit," imbuh Menkes Budi.

Data yang hampir serupa juga tercermin di DKI Jakarta. Diumumkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengungkap jika risiko kematian karena terinfeksi Covid-19 setelah divaksinasi sangatlah kecil, yakni 0,013 persen atau setara 13 per 100.000 penduduk DKI Jakarta.

Kabar baik juga terjadi di Jawa Barat, di mana Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkap daerah dengan tingkat vaksinasi tinggi, cenderung memiliki angka kematian yang rendah.

"Ini menunjukkan jika vaksinasi bukan membuat kebal seperti Superman, tidak, tetap bisa menular. Tapi orang yang parah sakitnya jadi sedang, sedang jadi ringan, dan ringan jadi tanpa gejala. Karena antibodinya sudah dilatih dan dibentuk dari vaksinasi tersebut," pungkas Menkes Budi.

Baca Juga: Akses Vaksinasi Difabel Masih Sulit, Pemkot Baru Sasar 9.000-an Orang dari Kelompok Rentan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI