Michigan Laporkan Kasus Pertama Candida Auris, Seberapa Berbahaya?

Cesar Uji Tawakal | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 02 Agustus 2021 | 17:20 WIB
Michigan Laporkan Kasus Pertama Candida Auris, Seberapa Berbahaya?
Ilustrasi pasien infeksi jamur (Unsplash)

Suara.com - Michigan mulai melaporkan kasus pertama jamur langka yang berpotensi menyebabkan infeksi serius pada orang dewasa tua. kasus jamur langka itu disebabkan oleh candida auris.

Biro Laboratorium Departemen Kesehatan dan Layanan Kesehatan Michigan menemukan candida auris itu dalam sampel yang diambil dari drainase telinga seorang pria usia 76 tahun.

Menurut MDHHS, pria yang memiliki candida auris itu sedang menderita infeksi telinga kronis dan tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri dalam 3 tahun terakhir.

"Jamur langka ini memang tidak menyebabkan ancaman bagi publik dan penyedia layanan kesehatan pasien, tapi perlu mengambil tindakan pencegahan yang tepat. Sekarang ini juga belum ada tambahan kasus," kata Lynn Sutfin, juru bicara MDHHS dikutip dari Fox News.

Candida auris adalah bentuk ragi berbahaya yang dianggap berbahaya bagi pasien di rumah sakit dan panti jompo dengan masalah kesehatan serius. Infeksi jamur langka bersifat sangat mematikan ketika memasuki aliran darah, jantung atau otak.

Ilustrasi rumah sakit, pasien infeksi jamur. (Shutterstock)
Ilustrasi rumah sakit, pasien infeksi jamur. (Shutterstock)

Penyakit ini bisa mewabah ketika jamur menyebar melalui kontak fisik dengan pasien yang terinfeksi atau seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi.

Menurut peringatan kesehatan MDHHS, laboratorium, ahli epidemiologi dan mitra layanan kesehatan, jamur seringkali resisten terhadap berbagai obat dan sulit diidentifikasi.

Pejabat kesehatan Michigan mengatakan 90 persen sampel candida auris pun resisten terhadap flukonazol, 30 persen resisten terhadap poliena, dan 5 persen resisten terhadap echinocandin.

"Pasien yang terpapar candida auris mungkin tetap terkolonisasi dalam waktu yang lama, sehingga menempatkan mereka pada risiko infeksi candida auris di mada mendatang dan menular," katanya.

Laboratorium Michigan pun disarankan segera mengirim sampel yang dicurigai candida auris ke Biro Laboratorium MDHHS, serta melaporkan kasus yang dicurigai atau dikonfirmasi dalam satu hari diagnosis.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), candida auris adalah jamur yang bisa menyebabkan ancaman serius dalam kesehatan secara global.

California, Florida, New York dan Illinois telah melaporkan kasus candida auris masing-masing lebih dari 100 sejak Mei 2020 hingga April 2021.

Baru-baru ini, Washington melaporkan wabah candida auris di sebuah panti jompo sebanyak 101 orang. CDC pun mengatakan bahwa segelintir pasien ini mengalami infeksi jamur invasif yang kebal terhadap ketiga kelas obat utama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyakit Jamur Hitam, Merebak di India dan Pernah Ada di Indonesia

Penyakit Jamur Hitam, Merebak di India dan Pernah Ada di Indonesia

Health | Senin, 26 Juli 2021 | 21:25 WIB

Pasien Infeksi Jamur Hitam Jalani Terapi Lintah, Ini Tanggapan Dokter!

Pasien Infeksi Jamur Hitam Jalani Terapi Lintah, Ini Tanggapan Dokter!

Health | Kamis, 22 Juli 2021 | 14:33 WIB

Badai Covid-19, Inggris Deteksi Kasus Infeksi Jamur Hitam

Badai Covid-19, Inggris Deteksi Kasus Infeksi Jamur Hitam

Health | Minggu, 04 Juli 2021 | 16:28 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB