alexametrics

Update Covid-19 Global: Takut Corona Kembali, Wuhan Akan Tes Seluruh Populasi

Risna Halidi | Lilis Varwati
Update Covid-19 Global: Takut Corona Kembali, Wuhan Akan Tes Seluruh Populasi
Sebagai ilustrasi Institut Virologi Wuhan. (Dok: Globat Times)

Pejabat Wuhan mengumumkan bahwa tujuh infeksi menular lokal telah ditemukan di antara pekerja migran di kota tersebut.

Suara.com - Update Covid-19 global mencatat bagaimana angka infeksi di seluruh dunia telah menyentuh 200 juta. Tercatat ada 601.155 penambahan kasus positif Covid-19 di seluruh dunia, dalam 24 jam terakhir.

Angka kematian akibat Covid-19 juga bertambah 9.699 orang, yang secara total telah menyebabkan 4,25 juta jiwa kehilangan nyawa.

Tambahan kasus positif baru paling banyak dilaporkan di Amerika Serikat yang tengah alami lonjakan infeksi dalam beberapa pekan terakhir.

Negara itu melaporkan 96.317 kasus baru, membuat jumlah seluruhnya menjadi 36 juta, masih terbanyak di dunia.

Baca Juga: Warning, 13 Kabupaten/Kota di Lampung Berstatus Zona Merah COVID-19

Kasus terbanyak kedua dilaporkan India, sebanyak 42.566 kasus. India juga menempati posisi kedua dalam jumlah kasus Covid-19 di dunia dengan angka 31,7 juta.

Sementara angka kematian didominasi Indonesia dan Brasil yang sama-sama melaporkan kematian baru lebih dari seribu jiwa dalam satu hari. Indonesia melaporkan 1.598 jiwa, sementara Brasil 1.238 jiwa.

Total kematian akibat Covid-19 di Indonesia kini tercatat 98.889 jiwa dan Brasil 558.597 jiwa, terbanyak kedua di dunia setelah Amerika Serikat sebanyak 630.459 jiwa.

Lonjakan kasus baru di Wuhan
Lonjakan kasus baru positif Covid-19 tengah kembali terjadi di beberapa wilayah termasuk di Wuhan, China, tempat pertama kali ditemukannya virus corona SARS Cov-2.

Sempat dinyatakan berhasil mengendalikan paparan virus corona, Wuhan kini kembali dilanda kekhawatiran. Pihak berwenang Wuhan berencana lakukan tes Covid-19 kepada seluruh populasinya.

Baca Juga: 30 Ucapan Hari Kemerdekaan HUT RI ke-76 Tahun 2021 Doakan Indonesia Sembuh dari COVID-19

Tindakan itu direncanakan setelah beberapa kota di China melaporkan infeksi lokal pertama sejak lebih dari setahun lalu.

Komentar