alexametrics

Kasus COVID-19 Tembus 1.700 Perhari, Korea Selatan Waspadai Liburan Musim Panas

M. Reza Sulaiman
Kasus COVID-19 Tembus 1.700 Perhari, Korea Selatan Waspadai Liburan Musim Panas
Virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Pemerintah Korea Selatan tengah menimbang untuk memperketat aturan pertemuan dan perjalanan, di tengah peningkatan kasus COVID-19 dalam beberap pekan terakhir.

Suara.com - Pemerintah Korea Selatan tengah menimbang untuk memperketat aturan pertemuan dan perjalanan, di tengah peningkatan kasus COVID-19 dalam beberap pekan terakhir.

Dilansir ANTARA, kasus diprediksi meningkat lebih tinggi akibat munculnya varian baru yang bertepatan dengan jadwal liburan musim panas.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mencatat 1.725 kasus pada Selasa (3/8/2021), naik lebih dari 500 dari sehari sebelumnya, karena lebih banyak tes dilakukan setelah akhir pekan.

Total infeksi naik menjadi 203.926, dengan 2.106 kematian.

Baca Juga: Studi: Orang yang Vaksinasi Berisiko Kecil Kena Covid-19

Penghitungan harian mencapai yang tertinggi yaitu 1.895 minggu lalu, sebagian didorong oleh varian Delta yang lebih menular, di mana gelombang COVID-19 keempat menunjukkan sedikit tanda-tanda mereda.

Ilustrasi suasana kota Seoul di malam hari. (Pixabay)
Ilustrasi suasana kota Seoul di malam hari. (Pixabay)

Otoritas kesehatan khawatir bahwa orang-orang melakukan perjalanan sekitar 6,4 persen lebih banyak minggu lalu dibandingkan dengan minggu sebelumnya, atau sekitar 34 persen lebih banyak dari pada awal Januari, di wilayah di luar ibu kota Seoul dan daerah sekitarnya.

Orang-orang melakukan perjalanan sebagian besar untuk liburan musim panas.

"Pergerakan di wilayah tersebut telah meningkat selama tiga minggu berturut-turut," kata pejabat kesehatan senior Lee Gi-il dalam sebuah pengarahan.

"Ada kelelahan karena jarak yang lama, dan ini adalah musim liburan musim panas," paparnya.

Baca Juga: Studi: Statin Bisa Turunkan Risiko Kematian Pasien Covid-19 dengan Hipertensi

Pemerintah memperketat pembatasan jarak sosial pekan lalu di sebagian besar negara selama dua minggu menjelang puncak periode liburan musim panas.

Komentar