Tak Perlu 10 Hari, Studi Baru Sebut Isolasi Mandiri 5 Hari Sudah Cukup

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 05 Agustus 2021 | 14:47 WIB
Tak Perlu 10 Hari, Studi Baru Sebut Isolasi Mandiri 5 Hari Sudah Cukup
Ilustrasi Virus Corona Covid-19. (Pixabay)

Suara.com - Selama ini, semua orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 disarankan melakukan isolasi mandiri selama 10 hari. Karena itu, seseorang dianggap sudah tidak bisa menularkan virusnya setelah 10 hari tersebut.

Tapi, penelitian baru menemukan kalau pasien sudah tidak bisa menularkan virus corona Covid-19 setelah 5 hari isolasi mandiri. Sebuah studi dari Universitas Oxford menemukan pasien hanya memiliki risiko 2 persen menularkan virusnya setelah 5 hingga 10 hari isolasi.

Pathogen Dynamics Group menemukan 4 dari 10 infeksi virus corona Covid-19 terkonfirmasi sebelum gejalanya jelas, yang mana 35 persen kasus teridentifikasi dalam 2 hari sejak gejala pertama muncul.

Sekelompok ahli lain di University of St Andrews menemukan kasus virus corona Covid-19 sebelum munculnya gejala. Kemudian, mereka menemukan pasien berada dalam kondisi paling berisiko menularkan virusnya setelah 5 hari pertama.

Artinya, 5 hari pertama sejak kemunculan gejala virus corona merupakan titik penularan yang paling mungkin terjadi. Dr Muge Cevik, dosen klinis penyakit menular dan virologi medis di universitas tersebut, mengatakan sebagian besar kasus penularan virus corona Covid-19 terjadi sangat awal dan periode isolasi bisa jauh lebih singkat pada kasus-kasus tersebut.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

"Viral load memuncak cukup cepat, sehingga orang sangat menular dalam beberapa hari pertama. Jadi, pedoman isolasi diri sekarang ini tidak berfungsi untuk mencegah penularan virus corona itu," kata Dr Cevik dikutip dari The Sun.

Sejak awal pandemi virus corona hingga Desember 2020, semua orang yang positif virus corona Covid-19 diperintahkan melakukan isolasi dan tidak boleh meninggalkan rumah selama 2 minggu.

Kemudian, aturan lamanya waktu isolasi itu dipangkas menjadi 10 har. Karena, pasien Covid-19 disebut tidak lagi berisiko menularkan virus selama jangka waktu tersebut.

Aturan itu muncul setelah NHS mendesak semua orang untuk melakukan isolasi mandiri setelah terpapar pasien Covid-19 guna mengurangi jumlah kontak sosial.

Tapi sekarang, semua orang yang terpapar pasien Covid-19 dan memiliki hasil tes negatif Covid-19 tetap disarankan melakukan isolasi mandiri hanya selama 5 hari. Langkah ini merupakan cara mencegah penularan virus corona yang lebih luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isolasi Mandiri di Rumah? Begini Tata Cara Merawat Pasien dengan Benar

Isolasi Mandiri di Rumah? Begini Tata Cara Merawat Pasien dengan Benar

Your Say | Kamis, 05 Agustus 2021 | 14:21 WIB

Kenapa WHO Masih Belum Bisa Temukan Asal-Usul Virus Corona Covid-19?

Kenapa WHO Masih Belum Bisa Temukan Asal-Usul Virus Corona Covid-19?

Health | Kamis, 05 Agustus 2021 | 11:55 WIB

Mungkinkah Varian Delta Tingkatkan Risiko Infeksi Ulang? Begini Pendapat Pakar

Mungkinkah Varian Delta Tingkatkan Risiko Infeksi Ulang? Begini Pendapat Pakar

Health | Rabu, 04 Agustus 2021 | 20:31 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB