Studi Inggris Buktikan Covid-19 Buat Otak Menyusut, Bisakah Kembali Normal?

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 06 Agustus 2021 | 19:55 WIB
Studi Inggris Buktikan Covid-19 Buat Otak Menyusut, Bisakah Kembali Normal?
Ilustrasi orang sakit kepala (Pixabay/geralt)

Suara.com - Beberapa waktu lalu hasil penelitian Universitas Oxford menunjukan bukti kuat bagaimana Covid-19 bisa membuat otak menyusut, melalui pemeriksaan brain imaging (MRI) sebelum dan sesudah terinfeksi Covid-19.

Hal ini dibenarkan dokter spesialis saraf, dr. Yonathan Andrian Suparman, Sp.S. Kata Suparman, Covid-19 bukan hanya menyerang saluran napas dan paru, tapi juga bisa menyerang organ lain termasuk otak.

"Kalau menurut saya itu sangat wajar, karena walaupun Covid-19 dikaitkan dengan paru, tapi Covid-19 mengenai semua, baik itu otak, jantung pembuluh darah dan lain sebagainya. Jadi sangat wajar kalau Covid-19 menganggu kinerja otak," ujar Suparman saat berbincang dengan Suara.com beberapa waktu lalu.

Berbeda dengan organ lain, lanjutnya, saat otak mengalami kerusakan seperti menyusut, maka otak tidak akan kembali pada bentuk semula dan tidak bisa memulihkan diri.

Sakit Kepala Menyerang saat Puasa (Oscar)
Sebagai ilustrasi (Oscar)

"Kalau tangan kita ada luka ditusuk pisau atau apa, tutup nanti dia balik seperti biasa. Kalau otak kita ditusuk ada luka, dia tetap akan bolong, dia tidak bisa menjadi otak seperti awal tadi," terang dr. Yonathan Suparman.

Sehingga apabila Covid-19 menyebabkan kerusakan atau memengaruhi bentuk otak, ia pesimis otak akan kembali seperti sediakala meski ditunggu hingga beberapa tahun lamanya.

"Kalau lihat dari secara teori, discan lagi otaknya tiga tahun atau lima tahun, balik normal? Kemungkinan besar sepertinya tidak. Kalau memang sudah mati otak kemungkinan tidak bisa balik lagi," jelas dokter yang berpraktik di RS Eka Hospital Cibubur itu.

Meski begitu, ia meminta masyarakat untuk tidak perlu khawatir fungsi otak akan terganggu seperti telat mikir alias lemot dan bodoh. Mengingat meski ukuran otak mengecil, tapi fungsi otak tidak akan banyak terganggu.

"Otak seseorang kemungkinan hanya setengahnya daripada sebelumnya, tapi tidak menutup kemungkinan IQ atau kepintarannya lebih baik atau sama dengan yang normal," pungkas dr. Yonathan Suparman.

baca juga

Peneltian Universitas Oxford: Covid-19 Bikin Bentuk Otak Menyusut
Sebelumnya, penelitian yang diterbitkan The Preprint Server for Health Sciences, pada 20 Juni 2021 lalu, menggunakan data UK Biobank yang sudah memindai kepala 40.000 orang sebelum pandemi Covid-19.

Ilustrasi MRI Otak

Peneliti menggunakan data itu untuk mengundang ratusan peserta untuk kembali melakukan pemindaian MRI untuk kedua kalinya pada 2021, setelah pandemi Covid-19 melanda.

Selanjutnya mendapati 782 orang mengikuti pemeriksaan ulang dengan MRI, untuk mencari tahu bentuk atau struktur dan fungsi kinerja otak.

Dari 782 orang yang mengikuti pemeriksaan ulang, 394 peserta di antaranya mengaku pernah dinyatakan positif Covid-19, dan 388 orang belum pernah terinfeksi Covid-19.

Setelahnya peneliti membandingkan hasil pemeriksaan peserta yang sudah pernah terinfeksi Covid-19 dan yang belum terinfeksi.

Hasilnya peneliti mendapati peserta yang sudah pernah terinfeksi Covid-19, dari sisi struktur atau bentuk otak mereka kehilangan salah satu bagian di gyrus parahippocampal di sebelah kiri, korteks orbitofrontal lateral kiri, dan insula kiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Vaksinasi Massal Picu Kerumunan, Edy Rahmayadi: Harus Kita Evaluasi

Vaksinasi Massal Picu Kerumunan, Edy Rahmayadi: Harus Kita Evaluasi

Sumut | Jum'at, 06 Agustus 2021 | 16:44 WIB

Bisakah Orang yang Sudah Vaksin Alami Long Covid-19? Ini Kata Peneliti!

Bisakah Orang yang Sudah Vaksin Alami Long Covid-19? Ini Kata Peneliti!

Health | Jum'at, 06 Agustus 2021 | 16:34 WIB

INFOGRAFIS : 7 Bansos Covid-19 Cair Agustus 2021

INFOGRAFIS : 7 Bansos Covid-19 Cair Agustus 2021

Infografis | Jum'at, 06 Agustus 2021 | 16:30 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×