Orang dengan Sistem Kekebalan Lemah Perlu Suntikan Penguat, Ini Daftarnya

Cesar Uji Tawakal, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 09 Agustus 2021 | 14:23 WIB
Orang dengan Sistem Kekebalan Lemah Perlu Suntikan Penguat, Ini Daftarnya
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Pexels/Gustavo)

Suara.com - Food and Drug Administration (FDA) akan mengambil keputusan bahwa suntikan penguat atau dosis ketiga vaksin Covid-19 diperlukan bagi orang dengan sistem kekebalan lemah.

FDA bekerja sama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah menyatukan dengan cermat data pada studi tentang pemberian dosis ekstra bagi orang dengan gangguan kekebalan maupun sistem kekebalan lemah.

CDC juga telah mengidentifikasi orang-orang yang mengalami gangguan kekebalan maupun sistem kekebalan lemah berisiko tinggi terinfeksi parah akibat virus corona Covid-19. Mereka lebih berisiko menjalani rawat inap di rumah sakit dan meninggal dunia.

Dr. Anthony Fauci, director Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, mengatakan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah memang paling rentan menderita parah.

Adapun contoh orang dalam kelompok sistem kekebalan lemah adalah pengidap HIV/AIDS, pasien kanker dan transplantasi yang menggunakan obat imunosupresif tertentu, dan orang dengan penyakit bawaan yang mempengaruhi sistem kekebalan.

Ilustrasi virus Corona Covid-19, orang dengan sistem kekebalan lemah. (Shutterstock)
Ilustrasi virus Corona Covid-19, orang dengan sistem kekebalan lemah. (Shutterstock)

"Alasannya jelas bahwa mereka mungkin tidak membentuk respons imun yang cukup memadai, sehingga perlu suntikan penguat," kata Dr Fauci dikutip dari Fox News.

Fauci pu menambahkan bahwa sekarang ini timnya sedang berusaha mengerjakannya. Mereka ingin mewujudkannya cepat, karena orang dengan sistem kekebalan lemah masuk dalam skala prioritas.

Data terbaru menunjukkan orang dengan sistem kekebalan lemah bisa mendapatkan suntikan penguat vaksin Covid-19 untuk meningkatkan respons antibodi mereka terhadap virus.

Sementara itu, pejabat kesehatan telah menyarankan orang dengan sistem kekebalan lemah untuk melakukan tindakan pencegahan virus corona Covid-19 yang ketat.

baca juga

Bulan lalu, Dr. Sara Oliver, anggota Epidemic Intelligence Service CDC, merekomendasikan bahwa orang dengan sistem kekebalan lemah harus memakai masker, menjaga jarak sosial dan menghindari ruangan dengan ventilasi atau sirkulasi udara buruk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar Ungkap Alasan Hanya Sebagian Ibu Hamil yang Bisa Disuntik Vaksin Covid-19

Pakar Ungkap Alasan Hanya Sebagian Ibu Hamil yang Bisa Disuntik Vaksin Covid-19

Health | Minggu, 08 Agustus 2021 | 13:33 WIB

Ini yang Dirasakan Tubuh Usai Disuntik Vaksin Moderna

Ini yang Dirasakan Tubuh Usai Disuntik Vaksin Moderna

Lampung | Minggu, 08 Agustus 2021 | 11:45 WIB

CDC: Orang yang Tidak Vaksinasi Penuh 2 Kali Lebih Berisiko Infeksi Ulang!

CDC: Orang yang Tidak Vaksinasi Penuh 2 Kali Lebih Berisiko Infeksi Ulang!

Health | Sabtu, 07 Agustus 2021 | 18:00 WIB

Terkini

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 21:43 WIB

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

Pemerintah Kerahkan AI Lacak Pajak di Shopee, Lazada, Hingga Gojek

Pemerintah Kerahkan AI Lacak Pajak di Shopee, Lazada, Hingga Gojek

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

Klaim Tak Tahu soal Mahasiswa Palsu, Raffi Ahmad Disentil Sarah Sechan: Itu Namanya Integritas!

Klaim Tak Tahu soal Mahasiswa Palsu, Raffi Ahmad Disentil Sarah Sechan: Itu Namanya Integritas!

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 21:39 WIB

Pabrik Sepatu PT PWI 1 di Serang Bakal Pindah ke Jateng, Ini Dugaan Penyebabnya

Pabrik Sepatu PT PWI 1 di Serang Bakal Pindah ke Jateng, Ini Dugaan Penyebabnya

Banten | Senin, 02 November 2026 | 21:38 WIB

KPAI Minta Kompolnas dan Propam Usut Kelalaian Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo

KPAI Minta Kompolnas dan Propam Usut Kelalaian Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo

News | Senin, 02 November 2026 | 21:35 WIB

Agar Hasil Tangkapan Nelayan Tak Cepat Rusak, Energi Bersih Mulai Dilirik untuk Desa Pesisir

Agar Hasil Tangkapan Nelayan Tak Cepat Rusak, Energi Bersih Mulai Dilirik untuk Desa Pesisir

News | Senin, 02 November 2026 | 21:32 WIB

Polisi Kedapatan Pakai Vape di Bogor Bisa Dilaporkan, Ini Cara Aduannya

Polisi Kedapatan Pakai Vape di Bogor Bisa Dilaporkan, Ini Cara Aduannya

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 21:31 WIB

Malaysia Masih Belum Terima Timnas Indonesia Juara di FIFA ASEAN Cup 2026, FAM Kembali Desak FIFA

Malaysia Masih Belum Terima Timnas Indonesia Juara di FIFA ASEAN Cup 2026, FAM Kembali Desak FIFA

Bola | Senin, 02 November 2026 | 21:31 WIB

×