Mengenal Growth Hormone Deficiency, Kelainan Langka yang Pernah Diderita Lionel Messi

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Rabu, 11 Agustus 2021 | 16:08 WIB
Mengenal Growth Hormone Deficiency, Kelainan Langka yang Pernah Diderita Lionel Messi
Paris Saint-Germain resmi mengumumkan Lionel Messi sebagai pemain barunya. (Foto: Twitter/PSG-Indonesia)

Suara.com - Bintang sepak bola Lionel Messi mengakhiri 17 tahun kariernya bersama Barcelona pekan lalu. Peraih Ballon d'Or enam kali itu kini resmi menjadi pemain Paris Saint-Germain (PSG).

Di PSG, Lionel Messi bakal dikontrak selama dua tahun hingga 2023 dan opsi perpanjangan satu tahun. Kabarnya ia akan menerima gaji 35 juta poundsterling per musim atau lebih dari Rp 697 miliar.

Namun sebelum mencapai performa gemilang dan bayaran fantastis seperti saat ini, Messi kecil pernah menderita kondisi yang mengancam impiannya untuk menjadi pesepak bola.

Lionel Messi mulai bermain sepak bola pada usia lima tahun dan segera diakui sebagai pemain yang sangat berbakat.

Tapi sayangnya, ia didiagnosis dengan kelainan langka growth hormone deficiency (GHD) atau kekurangan hormon pertumbuhan ketika berusia 11 tahun. Kondisi itu membuatnya tubuhnya pendek dan paling kecil dari kawan seumurannya.

"Ketika saya berusia 11 tahun mereka menemukan bahwa saya memiliki kekurangan hormon pertumbuhan dan saya harus memulai perawatan untuk membantu saya tumbuh. Setiap malam saya harus menusukkan jarum ke kaki saya, malam demi malam, setiap hari dalam seminggu, dan ini selama tiga tahun," ujarnya seperti dikutip dari The Telegraph.

Lionel Messi kini berseragam Paris Saint-Germain. (Dok. PSG)
Lionel Messi kini berseragam Paris Saint-Germain. (Dok. PSG)

Usai menyelesaikan perawatan yang terbilang mahal itu, Lionel Messi mulai tumbuh dengan baik. Kini ia memiliki tinggi badan sekitar 169,92 cm, meski di kalangan pemain bola Eropa angka tersebut terhitung tidak terlalu tinggi.

Apa Itu Growth Hormone Deficiency?

Growth hormone deficiency sendiri disebabkan oleh kekurangan hormon pertumbuhan yang diproduksi oleh kelenjar pituitari. Ini adalah kelenjar seukuran kacang polong, hadir di otak dan bertanggung jawab untuk keseimbangan hormon dan produksi hormon pertumbuhan.

Hormon pertumbuhan, seperti namanya, bertanggung jawab atas pertumbuhan individu. Demikian dikutip dari The Healthsite.

Penyebab pasti dari defisiensi ini belum diketahui tetapi telah ditemukan bahwa pada anak-anak, defisiensi ini dapat terjadi jika mereka memiliki kelainan bentuk tengkorak atau wajah tertentu seperti langit-langit mulut atau bibir sumbing.

Pada orang dewasa, kondisi ini dapat terjadi setelah cedera kepala traumatis atau karena beberapa kondisi penyerta lainnya.

Lionel Messi kini berseragam Paris Saint-Germain. (Dok. PSG)
Lionel Messi kini berseragam Paris Saint-Germain. (Dok. PSG)

Gejala Kekurangan Hormon Pertumbuhan

Pada anak-anak, salah satu gejala yang paling mencolok adalah kurangnya pertumbuhan yang stabil dan teratur. Gejala ini biasanya terlihat pada anak-anak antara usia dua sampai tiga tahun.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai, yaitu:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lionel Messi Punya Klausul Kontrak Khusus di PSG, Publik Argentina Dijamin Senang

Lionel Messi Punya Klausul Kontrak Khusus di PSG, Publik Argentina Dijamin Senang

Bola | Rabu, 11 Agustus 2021 | 15:53 WIB

Messi Resmi Milik PSG, Nasser Al-Khelaifi: Tim Ini Bisa Bikin Sejarah

Messi Resmi Milik PSG, Nasser Al-Khelaifi: Tim Ini Bisa Bikin Sejarah

Bola | Rabu, 11 Agustus 2021 | 15:51 WIB

Lionel Messi Gabung PSG, Postingan Kocak Hotman Paris Jadi Sorotan

Lionel Messi Gabung PSG, Postingan Kocak Hotman Paris Jadi Sorotan

Kalbar | Rabu, 11 Agustus 2021 | 15:44 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB