China Tolak Permintaan WHO Untuk Cari Asal-usul Virus Corona

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 13 Agustus 2021 | 18:10 WIB
China Tolak Permintaan WHO Untuk Cari Asal-usul Virus Corona
Institut Virologi Wuhan. (Dok: Globat Times)

Suara.com - China menolak seruan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk penyelidikan baru tentang asal-usul virus corona Covid-19. Mereka mengatakan pihaknya mendukung upaya "ilmiah" atas "politik" untuk mengetahui bagaimana virus itu dimulai.

Tekanan meningkat di Beijing untuk mempertimbangkan penyelidikan baru tentang asal usul pandemi yang telah menewaskan lebih dari empat juta orang dan melumpuhkan ekonomi di seluruh dunia sejak pertama kali muncul di kota Wuhan di China tengah.

Kunjungan yang tertunda dan sangat dipolitisasi oleh tim pakar internasional WHO pergi ke Wuhan pada Januari 2021 untuk menghasilkan laporan fase pertama, yang ditulis bersama dengan rekan-rekan mereka di China. Itu gagal untuk menyimpulkan bagaimana virus dimulai.

ilustrasi WHO. (Hector Christiaen / Shutterstock.com)
ilustrasi WHO. (Hector Christiaen / Shutterstock.com)

Sebelumnya, WHO mendesak China untuk membagikan data mentah dari kasus Covid-19 paling awal untuk menghidupkan kembali penyelidikannya tentang asal-usul penyakit tersebut, demikian seperti dilansir dari France24. 

China membalas, Wakil Menteri Luar Negeri Ma Zhaoxu mengatakan tidak pernah menolak kerja sama dalam melacak asal-usul Covid-19. Tetapi China menolak politisasi pencarian semacam itu. 

"Kami menentang penelusuran politik ... dan mengabaikan laporan bersama" yang dikeluarkan setelah kunjungan tim WHO ke Wuhan, kata Ma kepada wartawan. "Kami mendukung penelusuran ilmiah."

Laporan bersama itu mengatakan virus yang melompat dari kelelawar ke manusia melalui hewan perantara adalah skenario yang paling mungkin, sementara kebocoran dari laboratorium virologi Wuhan "sangat tidak mungkin".

Ma menolak saran dari jalur penyelidikan baru.

"Kesimpulan dan rekomendasi laporan bersama WHO dan China diakui oleh komunitas internasional dan komunitas ilmiah," katanya.

"Pekerjaan ketertelusuran global di masa depan harus dan hanya dapat dilakukan lebih lanjut berdasarkan laporan ini, daripada memulai yang baru."

China terus melakukan penelitian "tindak lanjut dan tambahan" tentang asal-usul virus corona baru sebagaimana ditentukan dalam laporan bersama, kata Ma.

WHO pada hari Kamis menyerukan semua pemerintah untuk bekerja sama untuk mempercepat studi tentang asal-usul pandemi dan "untuk mendepolitisasi situasi".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luhut Sentil Penanganan Covid-19 di Bali, Perbaikannya Ditargetkan 1 Minggu

Luhut Sentil Penanganan Covid-19 di Bali, Perbaikannya Ditargetkan 1 Minggu

Bali | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 17:26 WIB

Puskesmas Pagak Malang Gelar Vaksinasi Covid-19, Ayo Daftar Ker!

Puskesmas Pagak Malang Gelar Vaksinasi Covid-19, Ayo Daftar Ker!

Malang | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 17:16 WIB

Satria Baja Hitam Bagikan Makanan dan Masker di Depok

Satria Baja Hitam Bagikan Makanan dan Masker di Depok

Foto | Jum'at, 13 Agustus 2021 | 17:25 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB