Turun Setengah Harga, Kenapa Tarif Tes PCR Covid-19 Sebelumnya Mahal?

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 18 Agustus 2021 | 18:59 WIB
Turun Setengah Harga, Kenapa Tarif Tes PCR Covid-19 Sebelumnya Mahal?
Ilustrasi tes PCR. (Elements Envato)

Suara.com - Pada Rabu, 17 Agustus 2021, Kementerian Kesehatan atau Kemenkes RI resmi menurunkan batas atas harga tertinggi tes PCR (polymerase chain reaction) untuk Covid-19 menjadi Rp 495 ribu di Jawa-Bali, dan Rp 525 ribu di luar Jawa-Bali.

Ini artinya, harga tes PCR turun nyaris setengah harga atau 50 persen dari batasan harga tertinggi sebelumnya, yang mencapai Rp 900 ribu pada 5 Oktober 2020.

Tidak sedikit yang menjadi penasaran, mengapa harga tes PCR untuk Covid-19 sebelumnya sangat mahal?

Menjawab jawab hal ini, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Prof. Abdul Kadir menerangkan jika harga tes PCR sebelumnya terbilang sangat mahal karena keterbatasan jumlah reagen untuk diagnosis Covid-19.

Bahkan, kata Prof. Kadir, saat itu Indonesia masih harus bersaing dengan beberapa negara untuk mendapatkan reagen pemeriksaan Covid-19.

"Jadi pada tahap awal memang harga naik, yang kita beli itu kebanyakan harganya masih tinggi, sehingga kita tetap mengacu pada harga tersebut," ujar Prof. Kadir saat konferensi pers beberapa waktu lalu.

Prof. Kadir melanjutkan, bukan hanya harga reagen yang masih melambung tinggi, ketersediaan alat medis habis pakai seperti sarung tangan, masker, hazmat, dan lain-lain untuk pemeriksaan sampel sangat mahal dan langka.

Ditambah terbatasnya SDM atau pekerja laboratorium yang mampu melakukan tes PCR dengan fasilitas laboratorium Biosafety Level atau BSL 3 juga masih sedikit, membuat harga diagnostik Covid-19 sangat mahal, bahkan lebih dari Rp1 juta.

Namun saat ini, karena semakin banyak negara yang memproduksi reagen dan alat medis habis pakai sendiri, termasuk Indonesia yang mampu memproduksi masker, alat pelindung diri (APD) berupa hazmat, dan melatih SDM yang mampu melakukan pemeriksaan dengan fasilitas laboratorium BSL 3, maka harga tes PCR bisa ditekan atau diturunkan.

baca juga

"Ini disebabkan oleh karena adanya penurunan dari harga reagen dan bahan baku habis pakai, maka didapatkan harga yang paling tinggi saat ini adalah Rp 495 ribu (untuk pulau Jawa-Bali)," tutur Prof. Kadir.

Meski begitu, kata Prof. Kadir, tidak menutup kemungkinan jika harga tertinggi tes PCR ini akan dievaluasi di kemudian hari, apabila harga reagen dan komponen tes lainnya bisa ditekan sehingga harga jadi lebih murah.

"Bahwa evaluasi batas tarif tertinggi pemeriksaan PCR ini akan ditinjau ulang secara berkala sesuai kebutuhan. Tidak menutup kemungkinan pada saatnya nanti ada evaluasi ulang dan harganya bisa lebih turun kembali," pungkas Prof. Kadir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penurunan Tarif PCR Belum Diterapkan Semua Klinik di Jakarta

Penurunan Tarif PCR Belum Diterapkan Semua Klinik di Jakarta

News | Rabu, 18 Agustus 2021 | 15:56 WIB

Said Didu Bongkar Keuntungan Bisnis Tes PCR: Bisa Beli Pesawat Pribadi

Said Didu Bongkar Keuntungan Bisnis Tes PCR: Bisa Beli Pesawat Pribadi

Riau | Rabu, 18 Agustus 2021 | 15:31 WIB

Harga Tes PCR Resmi Turun, Begini Fakta Keadaan di Sejumlah Klinik di Jakarta Selatan

Harga Tes PCR Resmi Turun, Begini Fakta Keadaan di Sejumlah Klinik di Jakarta Selatan

News | Rabu, 18 Agustus 2021 | 14:24 WIB

Terkini

Geser Singapura, Hong Kong Jadi Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II 2026

Geser Singapura, Hong Kong Jadi Investor Terbesar Indonesia pada Kuartal II 2026

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:31 WIB

HP Bukan Pengasuh: Jangan Biarkan Gadget Mendidik Anak Sendirian

HP Bukan Pengasuh: Jangan Biarkan Gadget Mendidik Anak Sendirian

Your Say | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:30 WIB

Di Mana Membeli HP Murah Secara Online? Ini 6 Toko Tepercaya dan Ada Garansi Resmi

Di Mana Membeli HP Murah Secara Online? Ini 6 Toko Tepercaya dan Ada Garansi Resmi

Tekno | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:28 WIB

Konflik AS - Iran Meluas, Harga Minyak Brent Merangkak Naik ke 85,28 Dolar AS

Konflik AS - Iran Meluas, Harga Minyak Brent Merangkak Naik ke 85,28 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:26 WIB

Harga Minyak Dunia Makin Horor Sepekan Perang AS - Iran, Pasar Saham Asia Anjlok

Harga Minyak Dunia Makin Horor Sepekan Perang AS - Iran, Pasar Saham Asia Anjlok

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:19 WIB

Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!

Indonesia Siapkan 'Karpet Merah' Investor Asing di Bali, Pajak Nol Rupiah!

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:17 WIB

Tantang Merek Elektronik Jepang dan China, Acerpure Siap Bangun Anak Perusahaan di Indonesia

Tantang Merek Elektronik Jepang dan China, Acerpure Siap Bangun Anak Perusahaan di Indonesia

Tekno | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:16 WIB

IHSG Meloyo Pada Jumat Pagi, Tapi Masih di Level 6.000

IHSG Meloyo Pada Jumat Pagi, Tapi Masih di Level 6.000

Bisnis | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:16 WIB

Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi

Jejak Kotor Wasit Final Piala Dunia 2026 Slavko Vincic: dari Narkoba hingga Prostitusi

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:15 WIB

Donald Trump: Amerika Serikat Menang Lawan Iran

Donald Trump: Amerika Serikat Menang Lawan Iran

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 09:06 WIB

×