Batasi Limbah Medis, Nakes Diharapkan Kurangi Pemakaian APD Lengkap Saat Bekerja

Risna Halidi, Lilis Varwati

Jum'at, 20 Agustus 2021 | 14:19 WIB
Batasi Limbah Medis, Nakes Diharapkan Kurangi Pemakaian APD Lengkap Saat Bekerja
Petugas kesehatan memakai APD mengumpulkan limbah medis di ruang perawatan pasien COVID-19 di RSUD Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/6/2021). [Antara/Arif Firmansyah]

Suara.com - Bertambahnya jumlah limbah medis jadi masalah baru sejak pandemi Covid-19 terjadi. Produksi limbah medis tersebut kebanyakan berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan, terutama rumah sakit. 

Oleh sebab itu, untuk mengurangi penumpukan limbah medis yang semakin parah, para tenaga kesehatan (nakes) diharapkan dapat mengurangi pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja.

"Kami di rumah sakit berusaha untuk meminimalkan limbah, termasuk sekarang kita berusaha untuk mengurangi APD yang lengkap sampai semua badan. Karena menurut beberapa pusat kesehatan, tidak diperlukan lagi (APD lengkap)," kata Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit se-Indonesia dr. Lia G. Partakusuma dalam webinar Satgas Penanganan Covid-19, Kamis (19/8/2021).

Ia menambahkan, APD yang dikenakan para nakes saat ini sebatas baju hazmat, masker, dan face shield. "Jadi artinya kita melakukan tindakan-tindakan yang akan mengurangi potensi limbah ini. Tinggal bagaimana kita sendiri mengatur produksi limbah," imbuhnya.

Menurut dokter Lia, penumpukan limbah medis sebenarnya bergantung dari perilaku individu dan kegiatan yang dilakukannya. Oleh sebab itu, menahan jumlah limbah medis sebenarnya bukan hanya tanggungjawab para nakes di rumah sakit. 

Terlebih saat ini limbah medis juga bisa dihasilkan dari rumah, terutama oleh pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri. Limbah Medis paling mudah ditemukan di rumah biasanya masker bedah.

"Sebaiknya di rumah tangga harus memiliki tempat sampah yang tertutup dan ada plastik, jangan pakai plastik yang bolong-bolong. Harus ada tempatnya, wadahnya khusus untuk masker (bekas), dirusak dulu kalau bisa didesinfektan, dirusak dulu digunting."

"Kemudian juga tisu itu dimasukkan ke wadah khusus, setelah selesai didesinfektan, diikat, kemudian ditulis bahwa itu adalah limbah infeksius," tuturnya.

Ia mengingatkan pentingnya edukasi terkait limbah medis untuk setiap orang. 

baca juga

"Terutama anak-anak muda punya potensi yang luar biasa untuk memberikan informasi kepada semua orang. Terutama milenial untuk menjaga bumi dengan mengurangi produksi limbah masing-masing orang," pungkasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Bergeming Meski Ada Interpelasi, Pemprov  DKI Ngotot Gelar Formula E 2022

Tak Bergeming Meski Ada Interpelasi, Pemprov DKI Ngotot Gelar Formula E 2022

News | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 13:31 WIB

Sepi Job Selama Pandemi Covid-19, Whinarko Buka Kursus DJ

Sepi Job Selama Pandemi Covid-19, Whinarko Buka Kursus DJ

Entertainment | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 11:00 WIB

Pengamat Minta Pemda Kepri Berdayakan Warga Pesisir Produksi Alat Medis Sendiri

Pengamat Minta Pemda Kepri Berdayakan Warga Pesisir Produksi Alat Medis Sendiri

Batam | Jum'at, 20 Agustus 2021 | 10:47 WIB

Terkini

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk

Entertainment | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:42 WIB

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:41 WIB

×