Begini Bedanya Kondisi Paru Sehat dan Sakit Berdasarkan Foto Rontgen

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 23 Agustus 2021 | 08:15 WIB
Begini Bedanya Kondisi Paru Sehat dan Sakit Berdasarkan Foto Rontgen
Ilustrasi paru sehat. (Shutterstock)

Suara.com - Paru termasuk salah satu organ terpenting dalam tubuh karena menjadi tempat pertukaran udara. Oleh sebab itu, kondisi paru yang tidak sehat tentu akan mempengaruhi kualitas oksigen dalam tubuh, hingga akhirnya akan mengganggu kerja organ lain.

Untuk mengetahui apakah kondisi paru sehat atau tidak, diperlukan pemeriksaan melalui rontgen thorax. Pada hasil foto akan terlihat gambar hitam putih yang membentuk paru.

Dokter spesialis paru dr. Sita Laksmi Andarini, PhD. Sp. P., menjelaskan kondisi paru yang sehat, jika dianalogikan seperti langit, ia akan terlihat biru cerah tanpa penghalang awan putih maupun bayangan lainnya.

Akan berbeda hasilnya pada paru yang sakit, terutama jika terinfeksi Covid-19, maupun pada perokok aktif.

"Kalau Covid-19 gambarannya langit biru dengan gambaran bercak awan putih. Kalau paru kita bersih, langit biru tanpa awan, bersih," jelas dokter Sita dalam webinar LungTalk, Minggu (22/8/2021).

Berbeda lagi dengan kondisi paru pada pasien kanker paru. Dokter Sita menganalogikannya seperti langit yang tertutup bayangan lampu dan menghalangi pandangan. Penghalang itu bisa menutupi organ paru hingga dua per tiga bagian.

Apabila pasien kanker paru juga terinfeksi Covid-19, maka hasil thorax akan menunjukan gabungan kedua hal tersebut.

"Satu nodul akan tertutup, tetapi di pinggir-pinggirnya mungkin ada gambar berawan dan itu hanya bisa kita lihat dengan biopsi, kalau sudah kanker paru mendapatkan covid," ucapnya.

Dokter Mia menyampaikan, meski hasil foto thorax mungkin telah menunjukkan adanya bercak putih atau bayangan hitam tertentu, seseorang belum tentu merasakan gejala apapun.

Hal itu lantaran paru termasuk organ yang luas. Bahkan jika dibuka bisa menyerupai luas lapangan sepakbola. Karena itu, jika baru sedikit gangguan pada paru, misalnya karena asap rokok, virus, maupun sel kanker, umumnya gejala timbul lebih lambat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Sebut 4 Orang Meninggal Setiap Jam karena Kanker Paru, Gara-gara Rokok?

Dokter Sebut 4 Orang Meninggal Setiap Jam karena Kanker Paru, Gara-gara Rokok?

Health | Minggu, 22 Agustus 2021 | 19:43 WIB

Deddy Corbuzier Alami Badai Sitokin Meski Negatif Covid-19, Dokter Paru Ungkap Penyebabnya

Deddy Corbuzier Alami Badai Sitokin Meski Negatif Covid-19, Dokter Paru Ungkap Penyebabnya

Health | Minggu, 22 Agustus 2021 | 18:55 WIB

Studi: Kelebihan Berat Badan Tingkatkan Risiko Kerusakan Paru-paru

Studi: Kelebihan Berat Badan Tingkatkan Risiko Kerusakan Paru-paru

Health | Kamis, 19 Agustus 2021 | 17:38 WIB

Terkini

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen

Health | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:13 WIB

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:01 WIB

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:53 WIB

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52 WIB

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 12:03 WIB

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya

Health | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:56 WIB

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 14:59 WIB

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 12:13 WIB

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 11:05 WIB

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat

Health | Senin, 18 Mei 2026 | 09:20 WIB