Vaksin Johnson and Johnson Masuk Indonesia Bulan Depan, Ketahui Bedanya

Yasinta Rahmawati

Rabu, 25 Agustus 2021 | 16:40 WIB
Vaksin Johnson and Johnson Masuk Indonesia Bulan Depan, Ketahui Bedanya
Ilustrasi Vaksin dan Nakes

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa vaksin Johnson and Johnson masuk Indonesia setidaknya pada September 2021.

Akan tetapi, dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Rabu (25/8/2021) Budi belum ada pemberitahuan berapa banyak dosis vaksin Johnson and Johnson yang akan diterima.

Dikutip dari Healthline, ada tiga perbedaan utama vaksin Johnson dan Johnson dengan vaksin Pfizer dan Moderna.

Pertama, vaksin Johnson and Johns hanya membutuhkan satu dosis. Sedangkan vaksin Pfizer dan Moderna memerlukan dua dosis dengan interval 3-4 minggu.

Kedua, vaksin Johnson and Johns dapat disimpan di lemari es, sedangkan vaksin Pfizer dan Moderna harus disimpan dalam keadaan beku.

Ketiga dalam segi teknologi, vaksin Johnson and Johnson menggunakan teknologi vektor adenovirus, sementara vaksin Pfizer dan Moderna menggunakan teknologi mRNA.

Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Unsplash.com/@3dparadise).

Cara Kerja Vaksin Johnson and Johnson

Setelah vaksin Johnson and Johnson disuntikkan, adenovirus yang dimodifikasi memasuki sel inang di tubuh dan melepaskan materi genetiknya.

Sel-sel kemudian menangkap instruksi dalam materi genetik yang disediakan vektor virus untuk menghasilkan protein lonjakan, yang kemudian diangkut ke permukaan sel.

baca juga

Sistem kekebalan dapat melihat protein lonjakan pada permukaan sel dan mengidentifikasinya sebagai benda asing. Ini menghasilkan respons imun. Sehingga saat Anda terinfeksi Covid-19, sistem kekebalan akan dapat mengenalinya dan membantu mencegah Anda mengembangkan Covid-19 parah.

Sebagai informasi, pemberian vaksin Johnson and Johnson pernah dihentikan sementara pada April lalu terkait pembekuan darah langka yang telah dilaporkan setelah vaksinasi. Namun tak lama kemudian kebijakan tersebut dicabut pada 23 April 2021.

Data uji klinis menunjukkan bahwa vaksin Johnson and Johnson aman dan efektif untuk mencegah Covid-19 ringan hingga sedang dan serius. Ini juga terbukti efektif melawan varian virus.

Efek samping yang umum dari vaksin ini adalah reaksi di tempat suntikan, kelelahan, dan sakit kepala. Efek samping yang parah sangat jarang terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dibuka Jumat, Link Pendaftaran Vaksin Moderna di Vihara Maiterya Batam

Dibuka Jumat, Link Pendaftaran Vaksin Moderna di Vihara Maiterya Batam

Batam | Rabu, 25 Agustus 2021 | 16:02 WIB

Vaksinasi Pfizer di Tangerang Ricuh, Warga: Kalau Enggak Bisa Kerja Saya Laporin

Vaksinasi Pfizer di Tangerang Ricuh, Warga: Kalau Enggak Bisa Kerja Saya Laporin

Banten | Rabu, 25 Agustus 2021 | 15:28 WIB

Mau Disuntik Vaksin Moderna? Ini Gambaran Gejala Ringan, Berat dan Kelebihannya

Mau Disuntik Vaksin Moderna? Ini Gambaran Gejala Ringan, Berat dan Kelebihannya

Surakarta | Rabu, 25 Agustus 2021 | 13:59 WIB

Terkini

Istri Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Minta Pencarian Dilanjutkan hingga Krui dan Enggano

Istri Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Minta Pencarian Dilanjutkan hingga Krui dan Enggano

Banten | Kamis, 24 September 2026 | 20:37 WIB

Bolosego dan Kusutnya Alkid Yogyakarta: Ketika Izin Berjualan Tak Menjamin Bebas Pungutan Liar

Bolosego dan Kusutnya Alkid Yogyakarta: Ketika Izin Berjualan Tak Menjamin Bebas Pungutan Liar

News | Kamis, 24 September 2026 | 20:32 WIB

Dari Sel Telur hingga Kelahiran, Cara Baru Mengukur Keberhasilan Program IVF

Dari Sel Telur hingga Kelahiran, Cara Baru Mengukur Keberhasilan Program IVF

Health | Kamis, 24 September 2026 | 20:29 WIB

Pengakuan Yayat Yakin Mayat Tanpa Identitas di Pulau Enggano Adalah Ayahnya Usai Lihat Benda Ini

Pengakuan Yayat Yakin Mayat Tanpa Identitas di Pulau Enggano Adalah Ayahnya Usai Lihat Benda Ini

Banten | Kamis, 24 September 2026 | 20:27 WIB

Beautiful Pain Angkat Perjuangan Perempuan Hadapi KDRT hingga Pelecehan Seksual

Beautiful Pain Angkat Perjuangan Perempuan Hadapi KDRT hingga Pelecehan Seksual

Entertainment | Kamis, 24 September 2026 | 20:25 WIB

Baru Masuk Masa Transisi, TPA Putri Cempo Kembali Terbakar, Polisi Kerahkan Water Cannon

Baru Masuk Masa Transisi, TPA Putri Cempo Kembali Terbakar, Polisi Kerahkan Water Cannon

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 20:23 WIB

Review Kaiji: Final Game, Ketika Hidup Hanya Bisa Dimenangkan Orang Kaya

Review Kaiji: Final Game, Ketika Hidup Hanya Bisa Dimenangkan Orang Kaya

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 20:20 WIB

Siapa Zaki Ubaidillah? Anak Sampang yang Jadi Penentu Emas Indonesia di Asian Games 2026

Siapa Zaki Ubaidillah? Anak Sampang yang Jadi Penentu Emas Indonesia di Asian Games 2026

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 20:19 WIB

Komisi Yudisial Dorong Penguatan Kewenangan dan Kelembagaan dalam Revisi UU KY

Komisi Yudisial Dorong Penguatan Kewenangan dan Kelembagaan dalam Revisi UU KY

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 20:18 WIB

Perkuat Pembuktian, Kejagung Periksa Dua Saksi dalam Dugaan Korupsi Tata Kelola MBG

Perkuat Pembuktian, Kejagung Periksa Dua Saksi dalam Dugaan Korupsi Tata Kelola MBG

News | Kamis, 24 September 2026 | 20:17 WIB

×