Orang di Perkotaan Lebih Berisiko Alami Serangan Jantung, Ini Sebabnya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 27 Agustus 2021 | 12:58 WIB
Orang di Perkotaan Lebih Berisiko Alami Serangan Jantung, Ini Sebabnya!
Ilustrasi Serangan Jantung (freepik/jcomp)

Suara.com - Sebuah studi menemukan orang yang tinggal di perkotaan dengan lampu jalanan terang benderang lebih berisiko mengalami serangan jantung yang mematikan.

Karena, perkotaan termasuk wilayah yang paling tercemar dan udaranya lebih beracun sehingga bisa memicu serangan jantung. Tapi, serangan jantung berbeda dengan henti jantung.

Henti jantung terjadi ketika jantung berhenti mendadak tanpa sebab. Sedangkan, serangan jantung terjadi ketika suplai darah jantung terputus.

Sebuah studi baru di Italia menemukan bahwa semakin banyak polutan di udara pada hari tertentu, maka semakin banyak pula penduduk yang berisiko mengalami serangan jantung.

"Kami telah mempelajari 7 polutan umum dan menemukan bahwa konsentrasi polutan yang meningkat akan meningkatkan risiko serangan jantung," kata Dr. Francesca R. Gentile dari IRCCS Policlinico San Matteo Foundation, Pavia, Italia dikutip dari The Sun.

Ilustrasi polusi udara. [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]
Ilustrasi polusi udara. [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Temuan penelitian ini pun menunjukkan bahwa kualitas udara harus dimasukkan ke dalam model prediktif untuk membantu sistem kesehatan dalam merencanakan kebutuhan layanan.

Karena, polusi udara bisa mengiritasi pembuluh darah melalui stres oksidatif yang bisa meningkatkan tekanan darah, risiko serangan jantung, gagal jantung, stroke, dan diabetes. Semua dampaknya ini sama seperti merokok.

Penelitian yang dilakukan di provinsi Pavia, Lodi, Cremona dan Mantua di Lombardy selatan ini mencakup lebih dari 1,5 juta penduduk di daerah pedesaan dan perkotaan.

Konsentrasi 5 jenis polutan yang lebih tinggi berkaitan dengan risiko tinggi serangan jantung. Lima jenis polutan itu adalah PM10, PM2.5, nitrogen dioksida, karbon monoksida, benzena, dan sulfur dioksida yang membahayakan kesehatan manusia.

PM2.5 dan nitrogen dioksida adalah dua polutan yang menjadi perhatian terbesar di London. Dr Gentile mengatakan temuan mengenai hubungan antara konsentrasi polutan individu dan risiko serangan jantung yang tinggi bisa memprediksi kondisi mengancam jiwa tersebut.

"Kami berharap polutan udara bisa meningkatkan efisiensi layanan kesehatan. Selain menjadi ancaman bagi ekosistem, udara yang kotor juga dianggap sebagai faktor yang bisa memicu penyakit kardiovaskular," kata Dr Gentile.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Lancet Planetary Health, menemukan bahwa risiko serangan jantung meningkat hingga empat persen untuk setiap 10 g/m3 peningkatan PM2.5.

Selain meningkatkan serangan jantung, polusi udara juga berkaitan dengan risiko obesitas, tekanan darah tinggi pada anak-anak, demensia, infeksi virus corona Covid-19 yang parah, serangan asma dan penyakit mental.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Penyebab Serangan Jantung dari Prilaku Buruk Kita, Tolong Hindari!

10 Penyebab Serangan Jantung dari Prilaku Buruk Kita, Tolong Hindari!

Bali | Rabu, 18 Agustus 2021 | 15:00 WIB

Hindari 10 Kebiasaan Ini Jika Tidak Ingin Mendadak Kena Serangan Jantung

Hindari 10 Kebiasaan Ini Jika Tidak Ingin Mendadak Kena Serangan Jantung

Health | Selasa, 17 Agustus 2021 | 08:59 WIB

Kena Serangan Jantung, Pengantin Baru Meninggal Satu Jam setelah Menikah

Kena Serangan Jantung, Pengantin Baru Meninggal Satu Jam setelah Menikah

News | Kamis, 05 Agustus 2021 | 13:55 WIB

Terkini

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB