Bikin Keracunan dan Overdosis, CDC Kembali Tentang Ivermectin untuk Covid-19

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 27 Agustus 2021 | 18:55 WIB
Bikin Keracunan dan Overdosis, CDC Kembali Tentang Ivermectin untuk Covid-19
Ivermectin. [dokumentasi]

Suara.com - Penentangan penggunaan obat cacing ivermectin terus berdatangan, kali ini datang dari pusat pengendalian dan pencegahan penyakit atau CDC menentang ivermectin untuk Covid-19.

Larangan ini kembali diutarakan CDC, setelah ribuan orang Amerika diduga menggunakan obat anti parasit cacing ivermectin. Ini karena karena beredarnya informasi yang salah dan menganggap ivermectin bisa mencegah dan mengobati Covid-19.

Pada Kamis, 26 Agustus 2021, CDC memperingatkan para dokter bahwa terjadi peningkatan lima kali lipat panggilan terhadap petugas mengendali racun, akibat toksik atau keracunan setelah menggunakan ivermectin, seperti diwartakan Live Science, Jumat (27/8/2021).

Bahkan banyak orang membeli obat ivermectin yang diresepkan untuk hewan, dan mereka membeli tanpa resep padahal obat tersebut tidak aman digunakan untuk manusia, karena bisa menyebabkan efek samping serius.

Ivermectin.
Ivermectin.

Belakangan ini di Amerika Serikat beredar informasi keliru tentang ivermectin, dan digunakan sebagai obat Covid-19, meskipun obat ini tidak mendapatkan izin legal untuk Covid-19 dari BPOM AS yakni FDA.

Institut Kesehatan Nasional AS atau NIS mengatakan, bahwa tidak ada cukup bukti jika untuk menggunakan ivermectin sebagai obat Covid-19. Bahkan hasil studi pada Maret 2021 lalu, menunjukan untuk kasus Covid-19 ringan, ivermectin tidak ditemukan manfaatnya.

Mirisnya sebelum pandemi Covid-19, menurut CDC, apotek ritel AS hanya rerata menjual 3.600 resep ivermectin per minggu. Tapi setelah beberapa bulan terakhir, permintaan ivermectin melonjak drastis lebih dari 88.000 resep per minggu, khususnya pada Agustus 2021.

Bahkan data di pusat kendali racun di AS menunjukan, risiko paparan bahaya ivermectin melonjak tiga kali lipat pada Januari 2021, dan lima kali lipat pada Juli 2021, dibanding sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Sementara itu, penggunaan obat hewan yang ditujukan pada hewan besar seperti kuda dan sapi, bisa sangat berbahaya bagi manusia. Ini karena obat dikonsumsi dalam dosis yang lebih besar, sehingga bisa menyebabkan overdosis.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPOM AS Marah Ivermectin Masih Dipakai untuk Obati Covid-19: Serius Deh, Anda Bukan Kuda!

BPOM AS Marah Ivermectin Masih Dipakai untuk Obati Covid-19: Serius Deh, Anda Bukan Kuda!

Health | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 15:54 WIB

Hati-Hati, Ini 5 Dampak Buruk Keseringan Pakai Minyak Atsiri

Hati-Hati, Ini 5 Dampak Buruk Keseringan Pakai Minyak Atsiri

Health | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 08:00 WIB

Bisa Berbahaya, FDA Tegaskan agar Tak Gunakan Ivermectin untuk Pasien Covid-19

Bisa Berbahaya, FDA Tegaskan agar Tak Gunakan Ivermectin untuk Pasien Covid-19

Health | Selasa, 24 Agustus 2021 | 18:43 WIB

Terkini

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

×