Wajah Tidak Simeteris, Waspadai Gejala Utama Stroke

Bimo Aria Fundrika

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 06:25 WIB
Wajah Tidak Simeteris, Waspadai Gejala Utama Stroke
Ilustrasi stroke (Shutterstock)

Suara.com - Seringkali masyarakat tidak mengenali gejala utama stroke. Padahal pada penyakit stroke, penting untuk mengenali gejala agar bisa mendapatkan perawatan yang tepat dan cepat.

Direktur Utama di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, dr. Mursyid Bustami, Sp.S (K), KIC, MARS,m mengatkan ada tiga gejala utama bagi pasien stroke.

Gejala itu adalah tidak simetrisnya wajah, menurunnya kekuatan salah satu anggota gerak tubuh dan terganggunya bicara.

"Gejala paling banyak yang dialami pasien stroke, tidak simetrisnya wajah, menurunnya kekuatan dari salah satu anggota gerak, bicara terganggu," ujar dr. Mursyid Bustami dikutip dari ANTARA, Jumat, (27/8/2021).

Selain ketiga gejala ini, ada juga pasien yang merasa sakit kepala yang tidak biasa, sangat hebat diikuti penurunan kesadaran, pusing dan gangguan perilaku.

Mursyid yang juga tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) mengatakan, bila gejala-gejala ini muncul maka pasien perlu segera mendapatkan penanganan tenaga medis.

Dia hanya memiliki waktu maksimal 4,5 jam sebelum kematian sel saraf terjadi atau hal-hal buruk lainnya termasuk kematian.

"Kalau ada gejala, terjadi mendadak atau akut, yang harus dilakukan harus pergi ke fasilitas kesehatan. Cari rumah sakit yang tepat, yang bisa melayani cepat. 4,5 jam itu golden periode. Satu detik bisa bermanfaat mencegah kematian sel saraf. Kalau kita delay sejam dua jam akibatnya akan buruk," kata dia.

Mursyid mengatakan, kecacatan yang bisa terjadi bila penanganan terlambat diberikan bisa bervariasi dari yang tak terlihat seperti gangguan konsentrasi, masalah mengingat, hingga kasat mata antara lain melemahnya anggota gerak yang bahkan membuat pasien selamanya harus beraktivitas di atas tempat tidur

baca juga

Terkait kejadian stroke, Ketua Indonesian Stroke Society (ISS) sekaligus dokter spesialis saraf dr. Adin Nulkhasanah, SpS, MARS, mengatakan kondisi ini akibat terganggunya peredaran darah otak, bisa akibat sumbatan (80 persen) atau pendarahan.

"Karena sumbatan ini dan gangguan pembuluh darah di otak, fungsi-fungsi di otak juga terganggu," kata dia.

Ada banyak faktor yang menyebabkan stroke seperti usia, genetik, lalu faktor penyakit seperti kolesterol tinggi, hipertensi, diabetes, obesitas serta gaya hidup tak sehat mencakup penuh stres, malas berolahraga dan pola makan buruk.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 memperlihatkan stroke dialami 7 per 1000 orang dan angka ini naik menjadi 10,9 pada tahun 2018. Adin memprediksi kejadian stroke yang meningkat seiring masih tingginya angka faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Stroke Hanya Punya Waktu Maksimal 4,5 Jam Sebelum Kematian Sel Saraf

Pasien Stroke Hanya Punya Waktu Maksimal 4,5 Jam Sebelum Kematian Sel Saraf

Health | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 20:40 WIB

Aplikasi Cegah Kecacatan Akibat Serangan Stroke, Ini Cara Pakai Fitur Panic Button

Aplikasi Cegah Kecacatan Akibat Serangan Stroke, Ini Cara Pakai Fitur Panic Button

Health | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 20:30 WIB

Jubir Penanganan COVID-19: Semua Pasien Gejala Ringan Isoman di Isolasi Terpusat

Jubir Penanganan COVID-19: Semua Pasien Gejala Ringan Isoman di Isolasi Terpusat

Jakarta | Jum'at, 27 Agustus 2021 | 18:00 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×