Waspada Kulit Mengelupas di Area Vagina, Bisa Jadi 5 Tanda Masalah Berikut

Yasinta Rahmawati, Fita Nofiana

Senin, 06 September 2021 | 14:00 WIB
Waspada Kulit Mengelupas di Area Vagina, Bisa Jadi 5 Tanda Masalah Berikut
Ilustrasi vagina, organ intim perempuan. [Shutterstock]

Suara.com - Vagina memang menjadi salah satu bagian tubuh yang sensitif. Paling sering, vagina mengalami infeksi hingga jamur. 

Namun selain infeksi dan jamur, vagina juga bisa mengalami pengelupasan kulit. Kondisi ini biasanya ringan, namun bisa mengganggu. 

Melansir dari Healthshot, berikut beberapa penyebab yang memicu pengelupasan kulit di area vagina, antara lain:

1. Infeksi ragi

Infeksi ragi sangat umum terjadi, hampir setiap perempuan mengalami setidaknya sekali dalam seumur hidupnya. Infeksi ini terjadi karena pertumbuhan berlebih dari jamur Candida yang merupakan bagian dari flora vagina, sehingga tak perlu terlalu dikhawatirkan. 

Masalah muncul ketika keseimbangan flora ini terganggu dan ada pertumbuhan berlebih. Beberapa tanda umum infeksi jamur vagina termasuk gatal, iritasi, rasa terbakar saat buang air kecil, nyeri saat berhubungan seks, dan keluarnya cairan seperti keju cottage berwarna abu-abu keputihan.

Ilustrasi menjaga vagina (Unsplash/Timothy Meinberg)
Ilustrasi menjaga vagina (Unsplash/Timothy Meinberg)

2. Dermatitis Kontak

Dermatitits kontak adalah ruam yang umumnya berkembang setelah area vagina Anda bersentuhan dengan iritan atau alergen, termasuk sabun, wewangian, deterjen, pelumas, dan lateks. Beberapa tanda umum dermatitis kontak termasuk munculnya ruam merah, gatal, lecet, mengelupas dan bengkak.

3. Eksim

baca juga

Eksim adalah kondisi peradangan kulit yang disebut dermatitis atopik. Dalam kebanyakan kasus, flare-up terjadi di lengan dan di belakang lutut, tetapi bisa juga terjadi di tempat lain. 

"Beberapa gejala umum termasuk gatal, kekeringan, benjolan, pengelupasan, retakan dan kulit mengelupas di area vagina," kata Dr Sandhya Maheshwari, seorang ginekolog terkenal.

ilustrasi vagina. (Shutterstock)
ilustrasi vagina. (Shutterstock)


4. Vaginosis bakterial

Vaginosis bakterial terjadi ketika jenis bakteri tertentu tumbuh berlebihan di vagina. Beberapa aktivitas Anda bisa mengubah keseimbangan pH vagina, seperti ini termasuk hubungan seksual, menggunakan sabun wangi, dan sering melakukan douching.

5. Lichen sclerosus

Linchen sclerosus sebagian besar terlihat pada perempuan yang telah mencapai usia menopause dan terkadang pada gadis muda yang baru saja mencapai pubertas. 

"Ini umumnya terjadi dalam bentuk bercak putih di sekitar area genital, dan ditandai dengan gatal, ketidaknyamanan, dan robekan kulit," kata Dr Maheshwari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amankah Hubungan Seks sebelum Tes Pap Smear? Ini Faktanya

Amankah Hubungan Seks sebelum Tes Pap Smear? Ini Faktanya

Health | Kamis, 02 September 2021 | 20:30 WIB

Tuduh Berselingkuh, Seorang Suami di India Tega Jahit Kemaluan Istri

Tuduh Berselingkuh, Seorang Suami di India Tega Jahit Kemaluan Istri

News | Rabu, 01 September 2021 | 10:40 WIB

Jangan Pakai Air Liur untuk Pelumas Seks, Bisa Sebabkan Masalah di Vagina

Jangan Pakai Air Liur untuk Pelumas Seks, Bisa Sebabkan Masalah di Vagina

Health | Selasa, 24 Agustus 2021 | 20:00 WIB

Terkini

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:36 WIB

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

The Judge from Hell: Jika Hukum Gagal, Haruskah Keadilan Dicari di Neraka?

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:30 WIB

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

NTB Pakai Cadangan Pangan Bantu Korban Gempa di NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:23 WIB

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Satelit Copernicus Uni Eropa Siap Bantu Operasi Pencarian Korban Gempa NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:16 WIB

Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan

Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya

Game Over: Menemukan Titik Temu Antara Seadanya dan Seandainya

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai

Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:46 WIB

HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut

HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:40 WIB

Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam

Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Tersembunyi di Hutan Rengasdengklok, Kisah Rumah Djiauw Kie Siong Jadi Bagian Sejarah Proklamasi

Tersembunyi di Hutan Rengasdengklok, Kisah Rumah Djiauw Kie Siong Jadi Bagian Sejarah Proklamasi

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:30 WIB

×