Penyebab dan Dampak Stunting Pada Anak

Risna Halidi, Aflaha Rizal Bahtiar

Kamis, 09 September 2021 | 13:18 WIB
Penyebab dan Dampak Stunting Pada Anak
ilustrasi gizi buruk [shutterstock]

Suara.com - Stunting atau kekurangan gizi kronis menjadi ancaman bagi anak-anak Indonesia. Manifestasi stunting yang paling umum adalah, anak memiliki pertumbuhan fisik lambat, yang tidak sesuai dengan usianya.

Dikatakan Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi dr. Damayanti R Sjarif, SpA(K), stunting bisa terlihat ketika tinggi anak tidak sepadan dengan teman sebayanya.

“Jadi stunting ini merupakan suatu perawakan pendek, di mana penyebabnya adalah kekurangan gizi kronik,” ungkapnya dalam acara Webinar Kelas Jurnalis Gizi dan Kesehatan Anak, Kamis (9/9/2021).

Mengapa kekurangan gizi kronik? Menjawab pertanyaan tersebut, dr. Damayanti mengatakan stunting umumnya terjadi karena asupan gizi yang tidak adekuat.

Latar belakangnya bisa terjadi karena faktor kemiskinan, penelantaran, hingga ketidaktahuan orangtua.

“Misalnya orangtuanya miskin dan tidak bisa beli makanan. Makanya penting bantuan dari Pemerintah untuk memberi kebutuhan hidup sehari-hari,” lanjutnya.

“Penelantaran juga terjadi ketika anak tidak dikasih makan sama orangtua nya. Karena itu perlu ditangani lewat program sosial anak,” ungkap dr. Damayanti.

Ia lalu membagikan pengalamannya saat berhadapan dengan pasien ekonomi menengah ke atas. Kata dr. Damayanti, meski secara ekonomi baik-baik saja, namun kemungkinan orangtua tidak tahu apa itu stunting masih bisa terjadi

"Banyak dari pasien saya yang menengah ke atas yang mengalami anaknya stunting. Karena mereka tidak tahu cara memberi makan yang benar untuk anak mereka. Belum lagi sosial media tidak bisa membedakan makanan anak, dan itu disamakan saja,” ungkapnya.

baca juga

Apa saja dampak anak yang mengalami stunting?
Dari kasus penyebab terjadinya stunting pada anak, tentu ada dampak yang bisa saja terjadi bagi masa depannya. Berikut dampak stunting pada anak yang dilansir dari Klik Dokter.

Stunting hambat tinggi badan anak. (Shutterstock)
Stunting hambat tinggi badan anak. (Shutterstock)

Gangguan kognitif
Stunting disebut dapat menyebabkan anak mengalami gangguan perkembangan otak, di mana anak lebih mungkin memiliki kemampuan kognitif rendah dan perfoma yang juga memburuk.

Selain itu, dampak ini juga dihubungkan dengan kecerdasan rendah anak di usia sekolah. Sehingga terlihat jelas dampaknya bagi mereka. Tidak hanya penampilan fisik, melainkan juga aspek intelektual anak.

Kesulitan belajar
Seperti kemampuan kognitif yang rendah, tentu dampak stunting pada anak juga mengalami kesulitan belajar. Disebutkan, anak akan kurang konsentrasi dalam belajar.

Selain itu, anak yang berperawakan pendek memiliki fokus dan tingkat konsentrasi yang rendah, sehingga dampaknya bisa memengaruhi prestasi mereka.

Rentan mengalami penyakit tidak menular
Anak yang mengalami stunting juga mengalami dampak penyakit tidak menular saat dewasa nanti. Penyakit tidak menular ini bisa berupa obesitas, penyakit jantung, hingga hipertensi. Tak hanya penyakit tidak menular, anak yang mengalami stunting disebut memiliki sistem imun yang lebih rendah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keren, Aplikasi Ini Bantu Skrining dan Cegah Stunting Bagi Calon Pengantin

Keren, Aplikasi Ini Bantu Skrining dan Cegah Stunting Bagi Calon Pengantin

Health | Rabu, 08 September 2021 | 22:03 WIB

Jumlah Balita Stunting di Medan Alami Penurunan

Jumlah Balita Stunting di Medan Alami Penurunan

Sumut | Selasa, 07 September 2021 | 07:05 WIB

Cegah Stunting, BKKBN Minta Perempuan Skrining Sebelum Menikah

Cegah Stunting, BKKBN Minta Perempuan Skrining Sebelum Menikah

Health | Senin, 06 September 2021 | 16:55 WIB

Terkini

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Gelombang Panas Lebih Mematikan bagi Lansia, Apakah Sistem Perlindungan Sudah Memadai?

Health | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:09 WIB

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Stimulasi yang Tepat Jadi Kunci Mengembangkan Kecerdasan Multitalenta Anak Sejak Usia Dini

Health | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:15 WIB

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Jangan Cuma Mengejar Garis Finish, Atlet dan Pelari Perlu Lebih Peduli Kesehatan Sendi dan Tulang

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:11 WIB

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

4R Pemulihan yang Wajib Dilakukan Setelah Olahraga, Rahasia Atlet Elite Kembali Prima

Health | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:57 WIB

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Jangan Terkecoh Label Inklusif, Ini 5 Cara Memilih Lingkungan Belajar yang Tepat untuk Anak

Health | Selasa, 07 Juli 2026 | 15:03 WIB

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

×