Ilmuwan Temukan Penyebab Varian Delta Lebih Berbahaya dan Menular

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 09 September 2021 | 19:00 WIB
Ilmuwan Temukan Penyebab Varian Delta Lebih Berbahaya dan Menular
Ilustrasi virus Corona Covid-19, varian Delta. (Dok. Envato)

Suara.com - Tingkat penularan varian Delta yang tinggi membuatnya mendominasi di seluruh dunia. Ahli virologi memperingatkan bahwa varian virus corona Covid-19 tersebut setidaknya 50 persen lebih mudah menular daripada varian Alpha.

Apalagi, varian Delta ini juga dikhawatirkan membuat kekebalan dari vaksin Covid-19 tidak manjur. Para ilmuwan telah menyoroti beberapa pola perilaku utama dari varian virus corona tersebut.

Para peneliti telah menemukan bahwa varian Delta kurang sensitif terhadap antibodi dalam darah orang yang sudah vaksinasi atau pernah terinfeksi virus corona Covid-19 sebelumnya.

Studi yang dipublikasikan di Nature, juga menemukan varian Delta lebih mudah bereplikasi dan lebih baik dalam menembus sel-sel dari saluran pernapasan.

Para peneliti percaya hal itulah yang membuat varian Delta ini lebih cepat menyebar menjadi varian yang dominan di berbagai wilayah di dunia.

Ilustrasi virus corona Covid-19, varian Delta (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona Covid-19, varian Delta (Pixabay/mohamed_hassan)

Temuan ini menambah bukti penelitian sebelumnya yang menemukan varian Delta bisa melipatgandakan risiko rawat inap pada orang yang belum vaksinasi.

Antibodi adalah protein berbentuk Y yang disekresikan oleh tubuh sebagai bagian dari respons imun terhadap infeksi. Antobodi ini sangat penting untuk menghilangkan molekul penyebab penyakit dari tubuh, baik dengan menghancurkan atau menghalangi virus menginfeksi sel lain.

Setelah vaksinasi, sel kekebalan yang memproduksi akan tetap berada di dalam tubuh sebagai sel memori untuk memberikan kekebalan terhadap serangan virus di masa mendatang.

Jika nanti tubuh bertemu mikroba yang sama, respons imun akan lebih cepat untuk melawan dan menjinakkan infeksi tersebut.

baca juga

Dalam studi terbaru, para peneliti juga menganalisis perilaku virus di 'organ mini' yang ditanam di laboratorium menggunakan sel yang diambil dari saluran udara manusia.

Tim mengamati bahwa jumlah paku yang lebih tinggi pada partikel varian Delta memungkinkan virus untuk lebih efektif mengganggu sel dan mereplikasi di dalamnya.

"Kami sangat perlu mempertimbangkan cara untuk meningkatkan respons vaksin Covid-19 terhadap varian virus corona di antara petugas layanan kesehatan. Studi ini juga menyarankan langkah-langkah pengendalian infeksi perlu dilanjutkan di era pasca-vaksin," kata penulis studi Anurag Agrawal dari CSIR Institute of Genomic and Integrative Biology di India, dikutip dari Express.

François Balloux, direktur Institut Genetika UCL, mengatakan kemungkinan suntikan penguat vaksin Covid-19 akan diberikan ke semua orang tanpa memandang usia.

Karenanya, Paul Hunter, profesor kedokteran di University of East Anglia, mengatakan vaksin Covid-19 saja tidak memberikan perlindungan jangka Panjang terhadap infeksi virus corona Covid-19.

"Tetapi seseorang yang telah vaksinasi dan memiliki infeksi alami akan memiliki perlindungan yang lebih tinggi dan lebih tahan lama. Bahkan mereka cenderung tidak mengalami infeksi parah ketika tertular," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WHO Tetapkan Varian Mu sebagai Varian Menarik, Ini Gejalanya!

WHO Tetapkan Varian Mu sebagai Varian Menarik, Ini Gejalanya!

Health | Kamis, 09 September 2021 | 15:27 WIB

Alami Long Covid-19, Coba Lakukan 5 Teknik Alami Ini

Alami Long Covid-19, Coba Lakukan 5 Teknik Alami Ini

Health | Rabu, 08 September 2021 | 08:17 WIB

Peneliti: Vaksinasi Lengkap Bisa Cegah Long Covid-19

Peneliti: Vaksinasi Lengkap Bisa Cegah Long Covid-19

Health | Selasa, 07 September 2021 | 14:45 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB