Lagi Ramai Petisinya, Apa Itu Ayam Petelur Kandang Baterai dan Risikonya bagi Kesehatan

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 13 September 2021 | 18:05 WIB
Lagi Ramai Petisinya, Apa Itu Ayam Petelur Kandang Baterai dan Risikonya bagi Kesehatan
Peternakan ayam di Indonesia harus ada biosecurity. (Panyahatan siregar / Shutterstock.com)

Suara.com - Peternakan ayam kandang baterai tengah jadi sorotan pasca terungkap restoran cepat saji A&W Indonesia membeli telur dari peternakan tersebut. Akibatnyamuncul petisi daring agar restoran asal Amerika Serikat itu berhenti membeli ayam dan telur dari peternakan kandang baterai.

Kandang baterai dianggap sebagai salah satu praktik paling kejam dalam industri peternakan. Sebab dalam metode itu, ayam petelur tidak dapat melakukan banyak perilaku alaminya, seperti berjalan bebas, melebarkan sayap sepenuhnya, mematuk, dan bersarang.

Karena kurungan yang ekstrem, ayam bisa mengalami frustrasi dan jadi lebih rentan terhadap perkembangan penyakit yang menyakitkan seperti osteoporosis.

Ilustrasi peternakan ayam. (Antara/Seno)
Ilustrasi peternakan ayam. (Antara/Seno)

Video yang diunggah oleh organisasi non-profit internasional Sinergia Animal menunjukkan, ayam-ayam yang diternak dalam kandang baterai menderita penyakit tulang, stres berkepanjangan hingga kehilangan banyak bulu. Beberapa di antaranya bahkan terpapar penyakit infeksi Coryza. 

Selain berefek buruk pada ayam ternak, Koordinator Act For Farmed Animals Among Prakosa mengungkapkan, kandang baterai dapat memicu munculnya penyakit berbahaya. Act For Farmed sendiri merupakan koalisi LSM yang terdiri dari Sinergia Animal dan Animal Friends Jogja. 

”Lebih dari sebelumnya, kita harus memerhatikan cara hewan diternakkan. Ada terlalu banyak hewan berjejalan dalam satu tempat, dan ini bisa menjadi tempat berkembangnya penyakit berbahaya yang dapat muncul atau menyebar,” kata Among dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.

Animal from Jogja telah mengeluarkan kampanye Cage Free Indonesia untuk meningkatkan kesadaran publik   tentang kesejahteraan hewan yang diternakdan menghapus sistem kandang baterai yang kejam di Indonesia.

Dikutip dari situs resminya, Animal From Jogja menjelaskan, kandang ayam baterai dinilai kejam lantaran membiarkan dua sampai empat ayam hidup berjejal dalam rangkaian brtumpuk sekat-sekat kawat besi.

Sistem penguringan ekstrem dalam industri peternakan itu sengaja dibuat agar bisa menampung sebanyak mungkin ayam demi memaksimalkan produksi telur dengan biaya rendah tanpa memedulikan kesejahteraan hewan.

baca juga

Ayam akan disimpan dalam kandang sekat kerangkeng tersebut untuk bertelur. Namun saat sudah berusia dua tahun dan produktifitasnya dianggap menurun, ayam akan dikirim ke pejagalan karena dianggap tidak lagi menguntungkan.

Metode peternakan kandang baterai tersebut dinilai tidak hanya mengabaikan kesejahteraan hewan, tetapi juga berbahaya bagi manusia.

PBB telah menjelaskan bahwa sistem kurungan kandang baterai dapat meningkatkan risiko munculnya zoonosis, penyakit yang berasal dari hewan dan bisa menular ke manusia. Seperti flu burung, Covid-19, dan Salmonellosis. 

Penelitian yang dilakukan Otoritas Keamanan Pangan Uni Eropa (EFSA) juga menunjukkan adanya kontaminasi bakteri Salmonella secara signifikan lebih tinggi dalam peternakan kerangkeng seperti kandang baterai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peternak Ayam Petelur Ngeluh Harga Jual Anjlok, Mentan Amran Tawarkan Kasih ke MBG

Peternak Ayam Petelur Ngeluh Harga Jual Anjlok, Mentan Amran Tawarkan Kasih ke MBG

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:48 WIB

Aura Kasih Diam-Diam Terjun ke Bisnis Peternakan Ayam di Subang Berapa Omzetnya?

Aura Kasih Diam-Diam Terjun ke Bisnis Peternakan Ayam di Subang Berapa Omzetnya?

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 18:05 WIB

Inovasi Urban Farming Keluarga, Agar Peternak Kecil Tidak Tergilas 'Oligarki Ayam'

Inovasi Urban Farming Keluarga, Agar Peternak Kecil Tidak Tergilas 'Oligarki Ayam'

Opini | Selasa, 25 November 2025 | 13:50 WIB

Danai Proyek Peternakan Ayam Rp 20 Triliun, Danantara Mau Lapor ke DPR

Danai Proyek Peternakan Ayam Rp 20 Triliun, Danantara Mau Lapor ke DPR

Bisnis | Selasa, 11 November 2025 | 12:27 WIB

Bagaimana Hubungan Manusia dengan Hewan Berdampak pada Masa Depan?

Bagaimana Hubungan Manusia dengan Hewan Berdampak pada Masa Depan?

Lifestyle | Senin, 02 September 2024 | 13:15 WIB

Harga Telur Ayam di Jakarta Tembus Rp 34.000 per Kg

Harga Telur Ayam di Jakarta Tembus Rp 34.000 per Kg

Foto | Jum'at, 09 Juni 2023 | 14:32 WIB

Maria Fransisca: Aktivis Papua Muda Inspiratif, dari Finalis Puteri Indonesia Menjadi Peternak Sukses

Maria Fransisca: Aktivis Papua Muda Inspiratif, dari Finalis Puteri Indonesia Menjadi Peternak Sukses

Bisnis | Kamis, 09 Februari 2023 | 07:33 WIB

Pemerintah Buat Acuan Harga Telur, Berharap Peternak Ayam Tak Akan Rugi Lagi

Pemerintah Buat Acuan Harga Telur, Berharap Peternak Ayam Tak Akan Rugi Lagi

Bisnis | Rabu, 02 November 2022 | 08:57 WIB

Jumlah Modal Bisnis Ayam Petelur, Tips Pahami Perkembangan Pasar dan Untung Berlipat

Jumlah Modal Bisnis Ayam Petelur, Tips Pahami Perkembangan Pasar dan Untung Berlipat

Bisnis | Rabu, 24 Agustus 2022 | 10:50 WIB

Inovasi Peternakan Ayam Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan, Seperti Apa?

Inovasi Peternakan Ayam Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan, Seperti Apa?

Press Release | Rabu, 22 Juni 2022 | 21:21 WIB

Terkini

Buka Peluang Periksa Raja Juli! KPK Tunggu Fakta Baru yang Muncul di Sidang Bupati Kuansing

Buka Peluang Periksa Raja Juli! KPK Tunggu Fakta Baru yang Muncul di Sidang Bupati Kuansing

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:32 WIB

Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri

Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri

Jabar | Selasa, 03 November 2026 | 14:31 WIB

Full Count Tayang 2027, Kim Rae Won dan Park Hoon Bersaing Jadi Manajer

Full Count Tayang 2027, Kim Rae Won dan Park Hoon Bersaing Jadi Manajer

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:30 WIB

Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun

Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun

Jatim | Selasa, 03 November 2026 | 14:25 WIB

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:21 WIB

Hadapi PSMS Medan di League Cup, Persija Masih Ragu-ragu Turunkan Shayne Pattynama

Hadapi PSMS Medan di League Cup, Persija Masih Ragu-ragu Turunkan Shayne Pattynama

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Review Dead-End Job: Horor Korea yang Menyindir Kejamnya Dunia Kerja

Review Dead-End Job: Horor Korea yang Menyindir Kejamnya Dunia Kerja

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Urutan Pemakaian Produk Skincare Viva untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah Merata

Urutan Pemakaian Produk Skincare Viva untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah Merata

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

Jamdatun Soal RUU Perampasan Aset: Negara Lain Tinggalkan Mekanisme NCB Karena Rawan Abusif

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:17 WIB

×