Bagaimana Hubungan Manusia dengan Hewan Berdampak pada Masa Depan?

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Senin, 02 September 2024 | 13:15 WIB
Bagaimana Hubungan Manusia dengan Hewan Berdampak pada Masa Depan?
Peternakan ayam. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Tanggal 31 Agustus ini, gerakan perlindungan hewan global bersatu memperingati Hari Kampanye Mengakhiri Spesiesisme Sedunia (World Day for the End of Speciesism). Peringatan yang melibatkan organisasi hak-hak hewan dan individu ini untuk mengadvokasi terwujudnya dunia di mana semua makhluk memiliki hak untuk diperlakukan dengan hormat dan welas asih.

Koalisi Act For Farmed Animals (AFFA), sebuah inisiatif kolaboratif yang dijalankan oleh Animal Friends Jogja dan Sinergia Animal di Indonesia memperingati Hari Kampanye Mengakhiri Spesiesme Sedunia dengan menyajikan serangkaian refleksi tentang bagaimana hubungan manusia dengan hewan berdampak pada masa depan.

Kesadaran hewan: Apakah kita begitu berbeda?

Selama berabad-abad, hewan seringkali hanya dijadikan komoditas belaka. Asumsi bahwa mereka memiliki kapasitas rendah, kurangnya penalaran dan bahasa, dan bahkan tak memiliki perasaan membenarkan penggunaan dan eksploitasi hewan intensif untuk konsumsi makanan, kosmetik, hiburan, transportasi, obat-obatan, dan lainnya. Namun temuan ilmiah terbaru menunjukkan bahwa berbagai jenis hewan memiliki banyak kesamaan kualitas dan atribut seperti manusia. Misalnya struktur otak yang berhubungan dengan emosi pada manusia, dan kemampuan merasakan nyeri telah dibuktikan secara luas pada semua vertebrata.

“Ilmu pengetahuan mengakui semakin banyak spesies hewan sebagai makhluk dengan kecerdasan, ingatan, dan kapasitas untuk mengalami rasa sakit dan merasakan emosi. Pada saat yang sama, kita juga mengalami kemajuan dalam identifikasi bahasa mereka, ikatan sosial yang mereka bangun, dan keinginan bawaan mereka untuk merasakan kehidupan yang bebas dari rasa sakit dan penderitaan,” jelas Among Prakosa, Direktur Pengelola Act for Farmed Animals.

Tahun 2012 menjadi titik balik penting ketika sekelompok ilmuwan terkemuka menerbitkan "The Cambridge Declaration of Consciousness,". Deklarasi ini mengakui adanya dasar substrat neurobiologis terkait ‘kesadaran’ yang sama pada berbagai spesies hewan, termasuk semua mamalia dan burung serta beberapa spesies lainnya. Kemudian, antara tahun 2021 dan 2022, semua spesies vertebrata dan banyak invertebrata, seperti lobster, gurita, dan kepiting, dimasukkan secara hukum dalam daftar pemerintah Inggris dalam Animal Welfare (Sentience) Bill,mendorong pembuatan kebijakan yang mempertimbangkan kemampuan hewan mengalami rasa sakit.

Tahun 2024 ini, "Deklarasi New York tentang Kesadaran Hewan" juga menyorot spesies serangga dan moluska, seperti siput dan tiram. Deklarasi ini menyatakan ada kemungkinan hewan-hewan ini memiliki kesadaran atau dapat merasakan sakit, kita tidak boleh mengabaikan kemungkinan tersebut saat membuat keputusan yang mempengaruhi mereka.

“Pernyataan ini menegaskan adanya bias atau kekeliruan dalam argumen yang membenarkan eksploitasi terhadap hewan. Studi psikologi menunjukkan bahwa manusia cenderung lebih berempati terhadap spesies yang lebih dekat hubungannya dengan kita (seperti mamalia dibandingkan burung atau ikan). Namun, sejumlah penelitian menekankan bahwa semua spesies layak mendapatkan pertimbangan moral, tidak peduli seberapa dekat hubungan mereka dengan kita. Kita harus membuat perubahan yang diperlukan dalam masyarakat kita untuk menghormati kehidupan mereka,” kata Among.

Bagaimana gerakan hewan membentuk masa depan?

Dengan semakin meningkatnya pengakuan terhadap hewan, organisasi dan individu yang bekerja untuk melindungi hewan berupaya mengubah industri eksploitatif, menghilangkan praktik-praktik paling kejam, dan mempromosikan alternatif di mana spesies hewan tidak perlu dirugikan demi kepentingan manusia. Di garis depan gerakan ini, Koalisi Act For Farmed Animals (AFFA) menyoroti peternakan sebagai salah satu isu yang paling mendesak dan penting.

“Perjuangan melawan spesiesisme kami lakukan melalui advokasi untuk spesies yang paling terabaikan: lebih dari 80 milyar hewan darat disembelih tiap tahun untuk diambil dagingnya, juga Ikan dan spesies laut yang jumlah tepatnya sulit dipastikan, namun akan signifikan menambah angka hewan yang disembelih setiap tahun jika mereka juga kita hitung. Mayoritas hewan-hewan ini dibesarkan dalam sistem kurungan intensif yang dikenal sebagai ‘peternakan pabrik’, di mana keuntungan mengesampingkan pertimbangan terkait kesejahteraan hewan. Hewan dijejalkan ke dalam kurungan atau kandang yang penuh sesak, tidak dapat mengekspresikan perilaku alami mereka, dan menerima prosedur peternakan yang menyakitkan dan menderita penyakitt,” ujar Among.

Meskipun pertumbuhan industri peternakan, khususnya peternakan pabrik, yang terus berlanjut makin mengkhawatirkan, Act for Farmed Animals melihat gerakan kesejahteraan hewan telah memimpin perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Transformasi dalam industri pangan sangat jelas terlihat. Kami berhasil mendapatkan komitmen dari ribuan perusahaan di seluruh dunia untuk menghapus praktik-praktik kejam seperti sistem sangkar dan kandang gestasi; kami mendorong sektor keuangan untuk menjauh dari investasi di peternakan pabrik; dan kami telah mendukung institusi untuk mulai menyediakan jutaan makanan berbasis nabati. Setiap tahunnya, hampir 60 juta hewan merasakan dampak positif dari kampanye kami. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa kita sedang membentuk masa depan yang lebih baik untuk semua spesies,” jelas Among.

Pada Hari Kampanye untuk Mengakhiri Spesiesisme Sedunia, Sinergia Animal meluncurkan seruan global bagi para sukarelawan yang tertarik untuk melindungi hewan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Efektif Melatih Kucing agar Menjadi Penurut dan Mudah Diatur

Cara Efektif Melatih Kucing agar Menjadi Penurut dan Mudah Diatur

Lifestyle | Senin, 19 Agustus 2024 | 13:09 WIB

Bolehkah Kumis Kucing Dipotong? Berikut Penjelasannya

Bolehkah Kumis Kucing Dipotong? Berikut Penjelasannya

Lifestyle | Senin, 19 Agustus 2024 | 12:39 WIB

Manfaat Memelihara Kucing yang Jarang Orang Ketahui

Manfaat Memelihara Kucing yang Jarang Orang Ketahui

Lifestyle | Minggu, 18 Agustus 2024 | 17:43 WIB

Anjing Seberat 53 Kg Alami Obesitas Parah sampai Mati, Si Pemilik Dipenjara usai Terbukti Jejali Makanan

Anjing Seberat 53 Kg Alami Obesitas Parah sampai Mati, Si Pemilik Dipenjara usai Terbukti Jejali Makanan

News | Selasa, 30 Juli 2024 | 13:36 WIB

Pindahkan Anak Kuda Nil yang Baru Lahir, Penjaga Kebun Binatang Tewas Diamuk Induknya

Pindahkan Anak Kuda Nil yang Baru Lahir, Penjaga Kebun Binatang Tewas Diamuk Induknya

News | Senin, 29 Juli 2024 | 13:49 WIB

5 Cara Mencegah Rabies Usai Digigit Hewan yang Terinfeksi

5 Cara Mencegah Rabies Usai Digigit Hewan yang Terinfeksi

Lifestyle | Minggu, 28 Juli 2024 | 10:05 WIB

Insting Liar Tak Terbendung, Penghuni Kebun Binatang Jerman Direlakan Kembali ke Alam

Insting Liar Tak Terbendung, Penghuni Kebun Binatang Jerman Direlakan Kembali ke Alam

News | Jum'at, 26 Juli 2024 | 14:51 WIB

Terkini

Komdigi Siapkan AI Talent Factory, Mahasiswa Tak Cuma Disiapkan Jadi Pengguna

Komdigi Siapkan AI Talent Factory, Mahasiswa Tak Cuma Disiapkan Jadi Pengguna

News | Jum'at, 18 September 2026 | 19:08 WIB

Mengapa Pasien Kanker Bisa Dapat Pengobatan Berbeda Meski Diagnosisnya Sama? Ini Penjelasannya

Mengapa Pasien Kanker Bisa Dapat Pengobatan Berbeda Meski Diagnosisnya Sama? Ini Penjelasannya

Health | Jum'at, 18 September 2026 | 19:06 WIB

Cuaca Panas Terik? Ini 5 Mist Spray Aloe Vera untuk Menyegarkan Kulit Wajah

Cuaca Panas Terik? Ini 5 Mist Spray Aloe Vera untuk Menyegarkan Kulit Wajah

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 19:00 WIB

Ini Dia Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Hibah Italia untuk TNI AL

Ini Dia Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Hibah Italia untuk TNI AL

Foto | Jum'at, 18 September 2026 | 18:58 WIB

Dari Romcom hingga Aksi, 5 Drama Korea 2026 Ini Wajib Masuk Watchlist

Dari Romcom hingga Aksi, 5 Drama Korea 2026 Ini Wajib Masuk Watchlist

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 18:50 WIB

Militer AS Akui Miliki Senjata di Luar Angkasa, Apa Respon China?

Militer AS Akui Miliki Senjata di Luar Angkasa, Apa Respon China?

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 18:48 WIB

Detik-Detik Crane Proyek Tol Surabaya-Gempol Terguling, Tiang Listrik Ikut Ambruk

Detik-Detik Crane Proyek Tol Surabaya-Gempol Terguling, Tiang Listrik Ikut Ambruk

Jatim | Jum'at, 18 September 2026 | 18:44 WIB

3 Keunggulan Air Purifier Terbaik Daikin untuk Wujudkan Hunian Sehat

3 Keunggulan Air Purifier Terbaik Daikin untuk Wujudkan Hunian Sehat

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 18:36 WIB

Genjot Penjualan, Emiten MARK Bidik Pasar Internasional

Genjot Penjualan, Emiten MARK Bidik Pasar Internasional

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 18:33 WIB

Hyundai Stargazer Cartenz Punya Fitur 'Anti Pegal' Hadapi Macet hingga Tanjakan, Cocok Buat Keluarga

Hyundai Stargazer Cartenz Punya Fitur 'Anti Pegal' Hadapi Macet hingga Tanjakan, Cocok Buat Keluarga

Otomotif | Jum'at, 18 September 2026 | 18:31 WIB

×