alexametrics

Jangan Asal Mengobati! Begini Pertolongan Pertama Bila Kuku Anak Terluka

M. Reza Sulaiman
Jangan Asal Mengobati! Begini Pertolongan Pertama Bila Kuku Anak Terluka
Ilustrasi anak menangis. (Shutterstock)

Kuku anak terluka? Tak perlu panik orangtua bisa mengikuti panduan pertolongan pertam dari dokter berikut ini.

Suara.com - Kuku anak terluka? Tak perlu panik orangtua bisa mengikuti panduan pertolongan pertama dari dokter berikut ini.

Anak memiliki ketebalan kuku yang berbeda dari orang dewasa. Kuku anak-anak lebih lunak dan tipis dibanding kuku orang dewasa.

Oleh sebab itu, terkadang kuku anak bisa lebih mudah terluka. Faktor sederhana serta terjepit pintu, terinjak oleh orang dewasa, atau tertimpa benda berat, bisa menimbulkan rasa sakit bahkan pembengkakan pada kuku anak.

Rasa sakit yang timbul bisa jadi karena adanya pembengkakan dan perdarahan yang tertekan oleh kuku. Ini ditandai dengan perubahan warna kuku menjadi memerah. Selain itu, bisa juga terjadi memar berwarna hitam atau ungu yang terbentuk di bawah kuku.

Baca Juga: Hati-hati, Ini Beberapa Jenis Luka yang Bisa Terjadi di Rumah

Ilustrasi kuku tidak sehat (Shutterstock)
Ilustrasi kuku tidak sehat (Shutterstock)

Bila timbul garis coklat kemerahan di kuku, itu pertanda pembuluh darah di tubuh anak sudah rusak. Pembengkakan dan perdarahan di bawah kuku dalam waktu lama bisa menyebabkan kuku terlepas.

Diperlukan penanganan yang tepat agar luka di kuku anak tidak makin parah. Dikutip dari situs Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski), berikut pertolongan pertama pada kuku anak yang terluka.

  1. Bersihkan kuku dengan alkohol atau cairan antiseptik.
  2. Kompres kuku anak dengan kain dingin atau es untuk membantu mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.
  3. Posisikan kuku di tempat yang lebih tinggi dari posisi jantung untuk sementara waktu guna mengurangi aliran darah ke area yang cedera, sehingga mengurangi pembengkakan.
  4. Minta anak untuk menarik nafas saat merasakan sakit yang luar biasa. Ini efektif untuk membantu meredakan rasa panik sehingga rasa sakit lebih bisa ditahan.

Bila pertolongan pertama tidak mengurangi sakit pada kuku, dan terjadi perubahan warna ungu atau hitam pada kuku, segera periksakan ke dokter. Dokter dapat membuat lubang kecil pada kuku untuk mengeluarkan darah yang terkumpul di bawah kuku. Jika darah sudah dikeluarkan, tutup luka bekas lubang kecil dengan plester.

Pada luka atau cedera yang lebih parah, sebaiknya langsung berkonsultasi dengan dokter, terutama bila anak Anda mengalami situasi berikut ini:

  1. Timbul infeksi yang ditandai dengan kemerahan, pembengkakan, hangat pada kulit dan kuku yang cedera, bernanah dan demam
  2. Jari tidak dapat ditekuk
  3. Terdapat tulang yang patah
  4. Terdapat luka dalam baik pada kuku maupun pada kulit di sekitar kuku
  5. Cedera pada bantalan kuku
  6. Terdapat kotoran yang tak dapat dibersihkan sendiri
  7. Cedera hingga persendian

Baca Juga: Pertolongan Pertama Serangan Stroke, Dokter Ingatkan Metode FAST!

Komentar