Jangan Sembarangan, Begini Cara Buang Obat Kedaluwarsa dan Tidak Terpakai

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Kamis, 23 September 2021 | 22:42 WIB
Jangan Sembarangan, Begini Cara Buang Obat Kedaluwarsa dan Tidak Terpakai
Ilustrasi membuang obat. (Pixabay)

Suara.com - Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui cara buang obat kedaluwarsa ataupun obat yang sudah tidak terpakai. Bahkan tidak jarang masyarakat menyamakan sampah obat dengan makanan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM RI mengingatkan untuk tidak sembarangan membuang obat yang sudah tidak terpakai atau kedaluwarsa.

"Obat yang dibuang dengan cara yang tidak benar berpotensi disalahgunakan dan dapat merusak lingkungan, bahkan untuk obat-obat tertentu dapat membahayakan kesehatan," terang BPOM melalui unggahannya di akun instagram resminya @bpom_ri, Kamis (23/9/2021).

Obat sendiri terdiri dari macam-macam bentuk, seperti obat padat, contohnya kapsul, tablet dan lain-lain. Ada juga obat semi padat, contohnya salep, krim, gel dan lain-lain.

Lalu jenis obat cair seperti sirup, suspensi, emulsi, elixir, dan lain-lain. Ada juga antibiotika, inhaler atau aerosol, obat kanker dan sebagainya.

Berikut ini tata cara membuang obat kedaluwarsa yang tepat, yang dibagi dalam macam-macam bentuk obatnya.

Cara buang obat padat:

  1. Keluarkan obat dari kemasan
  2. Hancurkan obat terlebih dahulu. Untuk kapsul, keluarkan isi kapsul dari cangkangnya, lalu larutkan dengan air.
  3. Rusak atau gunting cangkang kapsul, lalu buang bersama sampah rumah tangga lainnya.
  4. Untuk tablet atau kaplet, dihancurkan lebih dulu, lalu campurkan obat dengan barang yang tidak enak. Seperti ampas kopi, tanah atau kotoran kucing. Ini akan membuat obat jadi tidak menarik untuk anak, hewan peliharaan, maupun orang yang mencari obat di tempat sampah.
  5. Taruh campuran dalam wadah yang bisa ditutup, seperti plastik yang bisa ditutup kembali, kaleng kosong, atau wadah lainnya. Tujuannya untuk menjaga agar obat tidak bocor atau tumpah.
  6. Rusak atau gunting kemasan, seperti obat dalam bentuk dus, strip, dan blister, lalu buang ke tempat sampah.

Cara buang obat semi padat:

  1. Keluarkan isi obat dalam kemasan dan timbun dengan tanah.
  2. Rusak atau gunting kemasan obat seperti tube, dus, atau pot lebih dulu, lalu buang ke tempat sampah.

Cara buang obat cair:

  1. Periksa adanya endapan di botol. Apabila ada endapan atau obat sudah mengental, tambahkan air dan kocok untuk melarutkan endapan.
  2. Keluarkan cairan obat, lalu encerkan dengan air. Setelah itu buang ke dalam saluran air yang mengalir.

Atau bisa juga dengan cara berikut:

  1. Tuang cairan ke dalam plastik
  2. Tambahkan barang padat yang tidak enak, seperti ampas kopi, tanah, atau bahan kotor lainnya.
  3. Tutup plastik dengan rapat.
  4. Buang plastik ke tempat sampah.

Cegah penyalahgunaan bekas wadah obat, dengan cara berikut:

  1. Wadah berupa botol plastik, atau botol kaca dibuang dengan cara menghilangkan semua label dari wadah obat dan tutup botolnya.
  2. Rusak botol atau botol kacang dengan cara digunting atau dipecah.
  3. Buang di tempat sampah.
  4. Sedangkan wadah berupa boks, dus, atau tube hendaknya digunting lebih dulu sebelum dibuang di tempat sampah.

Antibiotika perlu perhatian khusus:

  • Antibiotika yang dibuang langsung ke saluran pembuangan air atau ditimbun di tanah akan membuat lingkungan terpapar oleh antibiotika, sehingga mencemari air minum dan tanaman yang tumbuh.
  • Jika air minum dan makanan yang mengandung antibiotika dikonsumsi, maka dapat terjadi resistensi antibiotika.
  • Obat antibiotika sebaiknya dibiarkan tetap berada dalam kemasan asli. Namun sebelum dibuang, larutkan dulu bersama air, tanah, atau bahan lain yang tidak diinginkan, kemudian tutup rapat.
  • Hilangkan label obat seperti langkah pertama, dan buang ke tempat sampah.

Inhaler atau aerosol perlu perhatian khusus:

  • Jika sudah kosong, dapat dibuang ke tempat sampah. Jika belum kosong, namun sudah tidak diperlukan, dapat dikembalikan ke rumah sakit atau dokter, puskesmas, maupun klinik agar bisa dibuang dengan aman.
  • Hal yang perlu diperhatikan: pastikan wadah atau botol sudah kosong, jangan dilubangi, digepengkan, atau dibakar karena bisa meledak.

Obat kanker perlu perhatian khusus:

  1. Obat kanker dapat merusak sel kanker maupun sel sehat, sehingga sangat berbahaya. Jika mendapatkan obat kanker yang diminum di rumah, maka cara pembuangannya harus diperhatikan.
  2. Cara membuang sisa obat, sisa kemasan, serta sarung tangan dan wadah yang bersentuhan dengan obat kanker tersebut dikumpulkan dalam wadah tertutup rapat.
  3. Kembalikan ke rumah sakit tempat mendapatkan obat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebagai Pereda Nyeri, Berapa Dosis Parasetamol yang Disarankan Dokter?

Sebagai Pereda Nyeri, Berapa Dosis Parasetamol yang Disarankan Dokter?

Health | Rabu, 22 September 2021 | 20:59 WIB

Penjelasan Apa Itu Daun Bidara, Lengkap dengan Fakta Menarik dan 5 Manfaatnya

Penjelasan Apa Itu Daun Bidara, Lengkap dengan Fakta Menarik dan 5 Manfaatnya

Lifestyle | Selasa, 21 September 2021 | 19:11 WIB

Sembelit Bisa Terjadi pada Siapa Saja, Simak Tanda dan Cara Mengatasinya

Sembelit Bisa Terjadi pada Siapa Saja, Simak Tanda dan Cara Mengatasinya

Health | Senin, 20 September 2021 | 19:00 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB