CDC Rekomendasikan Booster Vaksin Pfizer Untuk Guru dan Tenaga Kesehatan

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 24 September 2021 | 17:50 WIB
CDC Rekomendasikan Booster Vaksin Pfizer Untuk Guru dan Tenaga Kesehatan
Petugas kesehatan menyiapkan vaksin Pfizer yang akan disuntikkan ke warga di Puskesmas Pekayon, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (27/8/2021). ANTARA FOTO

Suara.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) merekomendasikan booster vaksin Pfizer untuk kelompok masyarakat yang bekerja di lingkungan berisiko tinggi terpapar virus corona.

Seperti dikutip dari ANTARA, sebelumnya, panel penasihat CDC pada Kamis hanya merekomendasikan booster bagi penduduk berusia 65 tahun ke atas dan mereka dengan penyakit bawaan.

Dengan perubahan rekomendasi itu, orang-orang yang berisiko terkena Covid-19 akibat pekerjaannya, seperti guru dan tenaga kesehatan, atau karena lingkungannya, layak untuk mendapatkan dosis booster.

Direktur CDC Rochelle Walensky mengatakan pihaknya harus membuat rekomendasi berdasarkan data yang kompleks, bahkan tidak sempurna.

Penjelasan lengkap apa itu Messenger RNA atau mRNA basis Vaksin Moderna dan Vaksin Pfizer.
Penjelasan lengkap apa itu Messenger RNA atau mRNA basis Vaksin Moderna dan Vaksin Pfizer.

"Dalam situasi pandemi, bahkan dengan ketidakpastian, kami harus mengambil tindakan yang kami harap akan membawa kebaikan paling besar," kata dia dalam sebuah pernyataan.

Menurut Walensky, rekomendasi CDC itu sejalan dengan pemberian izin dari Badan Pengawas Makanan dan Obat (FDA) pada penggunaan dosis booster dan membuat kelompok-kelompok itu pantas untuk diberikan dosis tersebut.

Rekomendasi CDC itu membuka jalan bagi pemerintah AS untuk mulai memberikan booster pekan ini kepada jutaan orang yang telah diimunisasi lengkap dengan vaksin Pfizer minimal enam bulan sebelumnya.

CDC mengatakan warga berusia 65 tahun ke atas layak mendapatkan dosis booster. Selain lansia, CDC juga menganjurkan suntikan penguat bagi penduduk di atas 50 tahun dan memiliki penyakit bawaan.

Mereka mengatakan, berdasarkan manfaat dan risiko individu, warga berusia 18-49 tahun yang berisiko terpapar dan tertular virus corona di tempat kerja atau lingkungannya juga sebaiknya diberikan penguat.

baca juga

Menurut CDC, warga AS yang telah menerima dosis lengkap vaksin Pfizer/BioNTech pada enam bulan sebelumnya berjumlah 26 juta orang, separuhnya berusia 65 tahun ke atas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global: CDC Ingin Vaksin Booster untuk Lansia, Bukan Tenaga Kesehatan

Update Covid-19 Global: CDC Ingin Vaksin Booster untuk Lansia, Bukan Tenaga Kesehatan

Health | Jum'at, 24 September 2021 | 10:13 WIB

Indonesia Kembali Datangkan 3,4 Juta Vaksin Pfizer dan AstraZeneca

Indonesia Kembali Datangkan 3,4 Juta Vaksin Pfizer dan AstraZeneca

News | Kamis, 23 September 2021 | 20:30 WIB

Vaksin Pfizer Disebut Aman untuk Anak di Bawah 12 Tahun, Satgas Covid-19 Tunggu Izin BPOM

Vaksin Pfizer Disebut Aman untuk Anak di Bawah 12 Tahun, Satgas Covid-19 Tunggu Izin BPOM

News | Kamis, 23 September 2021 | 17:48 WIB

Terkini

Struktur Lapisan Bumi dari Kerak sampai Inti Bumi, Penjelasan dan Gambarnya

Struktur Lapisan Bumi dari Kerak sampai Inti Bumi, Penjelasan dan Gambarnya

Tekno | Rabu, 02 September 2026 | 06:05 WIB

Karhutla di Aceh Barat Meluas, Tembus 6,5 Hektare Lahan

Karhutla di Aceh Barat Meluas, Tembus 6,5 Hektare Lahan

Foto | Rabu, 02 September 2026 | 06:00 WIB

Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat

Sengketa Lahan Bertahun-tahun, Warga Banjarsari Bermalam di Kantor Bupati Lahat

Sumsel | Selasa, 01 September 2026 | 23:49 WIB

Babakan Cileungsi Mencekam, Pemilik Rumah Pingsan Menyaksikan Tempat Tinggalnya Ludes Terbakar

Babakan Cileungsi Mencekam, Pemilik Rumah Pingsan Menyaksikan Tempat Tinggalnya Ludes Terbakar

Bogor | Selasa, 01 September 2026 | 23:43 WIB

Pengadaan Smartboard Disdik Bogor Diusut KPK

Pengadaan Smartboard Disdik Bogor Diusut KPK

Jabar | Selasa, 01 September 2026 | 23:36 WIB

Depok Buka Kuota Gratis Kerjaan Sopir di Jepang untuk 1.000 Warga

Depok Buka Kuota Gratis Kerjaan Sopir di Jepang untuk 1.000 Warga

Bogor | Selasa, 01 September 2026 | 23:12 WIB

Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan

Gunung Gede Pangrango Tutup Pendakian Sampai Waktu yang Belum Ditentukan

Jabar | Selasa, 01 September 2026 | 23:01 WIB

Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi

Gandeng Konsultan ITB Tangani Banjir, Bupati Serang Minta Langkah Ini Diduplikasi

Banten | Selasa, 01 September 2026 | 22:53 WIB

Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla

Wakil Ketua DPRD Jabar Iwan Suryawan Dorong Efisiensi BTT APBD untuk AI Karhutla

Jabar | Selasa, 01 September 2026 | 22:47 WIB

Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo

Keracunan Massal Santri Usai Santap MBG Jadi Perhatian Khusus Bupati Sidoarjo

Jatim | Selasa, 01 September 2026 | 22:42 WIB

×