alexametrics

Sembuh dari Virus Corona, Wanita Ini Alami Long Covid Hampir Setahun!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Sembuh dari Virus Corona, Wanita Ini Alami Long Covid Hampir Setahun!
Ilustrasi virus corona Covid-19, Long Covid-19 (Pixabay/mohamed_hassan)

Seorang wanita mengalami gejala Long Covid hampir setahun setelah dinyatakan sembuh.

Suara.com - Seorang wanita mengaku telah mengalami gejala Long Covid selama hampir setahun. Efek samping virus corona Covid-19 ini pun sangat melemahkan da membuat rasa sebagian besar makanan favoritnya aneh.

Wanita bernama Ellisha Hughes itu pertama kali didiagnosis virus corona Covid-19 pada November 2020. Setelah sembuh, ia mengalami kelelahan, sakit kepala, dan sensasi terbakar di dada.

Pada beberapa bulan berikutnya, ia pun mulai mengalami kerusakan saraf di hidungnya yang dikenal dengan sebutan parosmia. Kondisi ini menyebabkan rasa dan bau menjadi terdistorsi.

Ellisha Hughes mengatakan bahwa bawang merah, bawang putih, cokelat, telur, daging dan kopi yang sangat disukai sebelum terinfeksi virus corona Covid-19 justru terasa aneh sekarang.

Baca Juga: Minuman Ini Bisa Picu Hasil Tes Antigen Positif Palsu, Ini Sebabnya!

"Rasa dan bau dari semua makanan dan minuman itu seperti bahan kimia, sampah busuk dan bensin yang tercampur menjadi satu," kata Ellisha Hughes dikutip dari Wales Online.

Ilustrasi Virus Corona Covid-19, Long Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona Covid-19, Long Covid-19. (Pixabay)

Ellisha Hughes mengaku hanya bisa menggambarkan rasa dan baunya seperti itu, karena sebelumnya ia belum pernah merasakannya. Baginya, rasa dan bau dari semua makanan dan minuman itu sangat buruk.

Wanita dari Hirwaun itu mengaku pertama kali menyadari ada sesuatu yang salah dengan indra penciuman dan pengecapnya ketika mengonsumsi makanan kesukaannya di rumah bersama teman-temannya.

Saat itu, ia mengira rasa makanan kesukannya sudah berbeda dan hilang. Kemudian, kondisi parosmianya pun semakin memburuk hingga membuatnya kesulitan makan dalam beberapa minggu.

Selain itu, ia juga merasa kualitas hidupnya sudah menurun secara substansial selama 6 bulan terakhir dan kesehatan mentalnya juga terganggu.

Baca Juga: Peneliti Temukan Virus Corona Covid-19 Terbukti Picu Gangguan Pendengaran!

"Saat saya pertama kali menunjukkan gejala aneh ini, saya sangat ketakutan. Dokter menawari saya antidepresan, tetapi saya tolak. Kemudian mereka memberi saya kalori shake untuk asupan kalori tubuh. Karena, seminggu saya sempat berpikir tidak akan bisa makan apapun," katanya.

Bahkan, ia juga sempat pergi ke supermarket untuk mencuri bahan makanan yang bisa dikonsumsinya. Tetapi, semua itu berubah bak mimpi buruk karena ia merasa semua makanan di supermarket mengandung bahan yang tidak bisa dikonsumsinya.

"Bawang putih dan bawang bombay salah satu makanan yang tidak bisa saya makan sama sekali. Bahkan, bila kandungan itu ada pada makanan kemasan dalam jumlah sedikit," tuturnya.

Komentar