Peneliti Kembali Temukan Virus Corona yang Mirip SARS-CoV-2, Kali Ini di Laos!

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 27 September 2021 | 15:07 WIB
Peneliti Kembali Temukan Virus Corona yang Mirip SARS-CoV-2, Kali Ini di Laos!
Kelelawar (Shutterstock)

Suara.com - Ilmuwan kembali menemukan virus corona pada kelelawar asal Laos. Mereka menduga virus ini kerabat dekat SARS-CoV penyebab Covid-19.

Peneliti dari Institut Pasteur, Prancis, dan Universitas Laos bekerja sama meneliti virus corona pada 645 kelelawar yang mereka tangkap dari gua batu kapur di Laos bagian utara. Mereka menyaring virus yang mirip degan SARS-CoV-2.

Berdasarkan laporan Live Science, peneliti menemukan tiga virus, yang mereka juluki BANAL-52, BANAL-103 dan BANAL-236. Virus tersebut menginfeksi kelelawar tapal kuda dan memiliki 95 persen genom yang sama dengan SARS-CoV-2.

Bahkan, virus BANAL-52 sebanyak 96,8 persen identik dengan SARS-CoV-2. Hal itu membuat kedua patogen tersebut hampir mirip secara genetik.

Tak hanya itu, ketiga virus tersebut memiliki kemiripan pada bagian penting dari genomnya, yakni receptor binding domain (RBD).

Spesies Baru Kelelawar. [B.D. Patterson, Field Museum/Eurekalert]
Spesies Baru Kelelawar. [B.D. Patterson, Field Museum/Eurekalert]

RBD merupakan bagian dari virus yang memungkinkan mereka mengikat sel inang. Pada SARS-CoV-2, RBD mengikat reseptor ACE2 pada manusia dan menggunakannya sebagai pintu masuk ke dalam sel tubuh.

Jadi, ketiga virus yang baru ditemukan ini dapat mengikat ACE2 dan menggunakannya untuk masuk ke sel manusia.

Sebelumnya, peneliti lain menemukan kerabat 'terdekat' SARS-CoV-2 adalah RaTG13, yang ditemukan pada kelelawar tapal kuda pada 2013. Virus ini berbagi 96,1 persen genomnya dengan SARS-CoV-2.

Tetapi RaTG13 belum bisa melakukan pengikatan terhadap ACE2.

Studi yang terbit di laman pracetak Research Square pada 17 September ini menambah bukti bahwa SARS-CoV-2 berasal dari alam, bukan 'melarikan diri' dari laboratorium.

"Hasil dari pengurutan menunjukkan ini sangat dekat dengan strain awal SARS-CoV-2... ada di alam," tulis peneliti dalam makalah yang belum ditinjau rekan sejawat.

Para penulis mengatakan temuan mereka mendukung hipotesis bahwa SARS-CoV-2 merupakan rekombinasi urutan virus yang ada pada kelelawar tapal kuda.

Meski begitu, peneliti masih memerlukan penelitian lebih lanjut terkait ketiga virus dan asal-usul virus corona Covid-19. Temuan ini sedang dipertimbangkan untuk terbit di jurnal Nature.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Virus Corona Varian R.1, Benarkah Lebih Menular dan Berbahaya?

Heboh Virus Corona Varian R.1, Benarkah Lebih Menular dan Berbahaya?

Health | Senin, 27 September 2021 | 12:41 WIB

Pakar Oxford: Virus Corona Covid-19 akan Jadi Flu Biasa pada Tahun Depan

Pakar Oxford: Virus Corona Covid-19 akan Jadi Flu Biasa pada Tahun Depan

Health | Senin, 27 September 2021 | 12:00 WIB

Minuman Ini Bisa Picu Hasil Tes Antigen Positif Palsu, Ini Sebabnya!

Minuman Ini Bisa Picu Hasil Tes Antigen Positif Palsu, Ini Sebabnya!

Health | Senin, 27 September 2021 | 09:46 WIB

Terkini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB