Pastikan Keamanan Anak Saat PTM Terbatas, Ini 5 Langkah yang Bisa Dilakukan Orangtua

M. Reza Sulaiman

Rabu, 29 September 2021 | 06:15 WIB
Pastikan Keamanan Anak Saat PTM Terbatas, Ini 5 Langkah yang Bisa Dilakukan Orangtua
Sejumlah siswa mengikuti pembelajaran tatap muka di SDN Pondok Labu 14 Pagi, Jakarta, Senin (30/8/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Orangtua perlu menjaga keamanan anak-anak dari ancaman COVID-19 di tengah berlangsungnya pembelajaran tatap muka alias PTM Terbatas.

Untuk bisa memastikan keamanan anak terjaga, dokter Spesialis Anak dr. Natasya Ayu Andamari, SpA memberikan sejumlah kiat tindakan pencegahan yang bisa dilakukan orang tua sebelum anak boleh kembali bersekolah.

Berikut berapa tindakan preventif yang dapat dilakukan orang tua sebelum melepas anak untuk sekolah tatap muka:

1. Mengevaluasi kembali aturan yang ditetapkan sekolah

Orang tua perlu meninjau aturan yang ditetapkan pihak sekolah sebelum memutuskan dan mengizinkan anak untuk kembali ke sekolah.

Seorang siswi mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMAN 22 Bandung, Jawa Barat, Senin (7/6/2021). (ANTARA/HO-SMAN 22 Bandung)
Seorang siswi mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMAN 22 Bandung, Jawa Barat, Senin (7/6/2021). (ANTARA/HO-SMAN 22 Bandung)

“Peraturan yang cukup aman, antara lain paling tidak semua staf di sekolah sudah vaksinasi COVID-19, kemudian penerapan protokol kesehatan, peraturan keluar-masuk anak di sekolah, peraturan jam istirahat, sistem pengajaran, jumlah murid di kelas, dan seterusnya. Hal-hal seperti itu perlu dipertimbangkan orang tua,” kata Natasya saat media gathering virtual “Siap Sekolah Saat Pandemi” yang diselenggarakan Mama’s Choice pada Selasa.

Ia mengatakan jika orang tua telah merasa yakin terhadap tingkat keamanan protokol kesehatan di sekolah, maka dipersilakan untuk mengizinkan anak ke sekolah.

2. Melengkapi imunisasi

Pada saat ini, vaksin COVID-19 baru tersedia untuk kelompok usia lebih dari 12 tahun sementara kelompok usia 6 sampai 11 tahun belum tersedia. Meski demikian, Nastasya mengingatkan orang tua tetap perlu memastikan kelengkapan imunisasi-imunisasi lainnya.

baca juga

“Terkadang ibu kerap lupa, kelompok usia 5 sampai 7 tahun itu ada beberapa imunisasi booster yang harus dilakukan lagi. Kadang ibu merasa saat anak berusia 2 tahun, imunisasinya sudah selesai, padahal ternyata ada lagi yang mesti dilakukan. Nah, itu coba dicek lagi dan dilengkapi,” ujar dokter spesialis anak yang berpraktik di Rumah Sakit Umum Bunda Jakarta itu.

3. Memantau positivity rate atau angka kejadian COVID-19

“Terkait hal ini, orangtua juga perlu melihat tingkat positivity rate. Kalau sewaktu-waktu kasusnya naik lagi mungkin kita bisa tahan dulu anak supaya tidak ke sekolah atau izin dulu dari sekolahnya,” tutur Natasya.

4. Menyekolahkan anak tanpa kormobid

Nastasya mengatakan anak-anak yang memiliki penyakit penyerta atau kormobid sangat rentan untuk terkena penyakit. Ia menyarankan jika suatu hari anak yang memiliki kormobid tiba-tiba sakit dan mengalami batuk atau pilek, sebaiknya tidak diperbolehkan pergi ke sekolah.

“Saran saya sebaiknya tidak disekolahkan dulu sampai nanti vaksin COVID-19 untuk anak keluar. Lagi pula, sekarang vaksin untuk kelompok usia 6 sampai 11 tahun masih dalam tahap penelitian, mudah-mudahan nanti segera tersedia,” kata Natasya.

5. Tetap membatasi circle pertemuan

Natasya mengatakan orang tua perlu mengusahakan untuk membatasi lingkar (circle) pertemuan ketika telah memutuskan dan mengizinkan anak sekolah tatap muka. Menurutnya, kebijakan pembatasan tersebut membutuhkan kebijaksanaan dari semua orang tua.

“Mungkin kita sudah menjaga diri dan briefing anak jauh-jauh hari, tapi kan anak orang lain kita belum tahu kondisinya seperti apa. Kemudian jangan sampai, misalnya, anak sekolah hari Senin ternyata pada hari Minggu mereka jalan-jalan dan bertemu orang banyak. Itu bisa membahayakan anak-anak lain pada saat di sekolah,” pungkasnya. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Besok Siswa di Jakarta Kembali Masuk Sekolah, Tapi Wajib Pakai Masker

Besok Siswa di Jakarta Kembali Masuk Sekolah, Tapi Wajib Pakai Masker

News | Selasa, 08 September 2026 | 18:30 WIB

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Sepekan Pasca-Ledakan, SMAN 72 Jakarta Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Sepekan Pasca-Ledakan, SMAN 72 Jakarta Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

News | Senin, 17 November 2025 | 11:25 WIB

Pramono Izinkan Pembelajaran Tatap Muka di SMAN 72 Jakarta Kembali Dibuka Usai Ledakan

Pramono Izinkan Pembelajaran Tatap Muka di SMAN 72 Jakarta Kembali Dibuka Usai Ledakan

News | Selasa, 11 November 2025 | 15:37 WIB

Sinergi KKN Unila, UPTD Puskesmas Kalianda, dan PKK Cegah Stunting dan PTM

Sinergi KKN Unila, UPTD Puskesmas Kalianda, dan PKK Cegah Stunting dan PTM

Your Say | Jum'at, 07 Februari 2025 | 08:05 WIB

3 Jenis Penyakit Tidak Menular Paling Banyak Diderita Orang Indonesia dan Cara Mengurangi Risikonya

3 Jenis Penyakit Tidak Menular Paling Banyak Diderita Orang Indonesia dan Cara Mengurangi Risikonya

Health | Rabu, 07 Desember 2022 | 17:34 WIB

Posyandu Untuk Lansia di Aceh Barat

Posyandu Untuk Lansia di Aceh Barat

Foto | Rabu, 31 Agustus 2022 | 15:39 WIB

Aturan PTM Terbaru: Pembelajaran Disetop Jika Siswa Positif Covid-19

Aturan PTM Terbaru: Pembelajaran Disetop Jika Siswa Positif Covid-19

News | Selasa, 02 Agustus 2022 | 11:55 WIB

Satgas Covid-19: Anak Perlu Diajarkan Disiplin Prokes Selama Sekolah PTM

Satgas Covid-19: Anak Perlu Diajarkan Disiplin Prokes Selama Sekolah PTM

News | Senin, 01 Agustus 2022 | 21:33 WIB

PTM 100 Persen Tetap Diterapkan Meski Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Begini Kata Wamenkes

PTM 100 Persen Tetap Diterapkan Meski Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Begini Kata Wamenkes

News | Senin, 18 Juli 2022 | 17:28 WIB

Terkini

5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS

5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 20:20 WIB

Konsumen Cari Praktis, Hair Styling Rumahan Jadi Bagian Tren Kecantikan Masa Kini

Konsumen Cari Praktis, Hair Styling Rumahan Jadi Bagian Tren Kecantikan Masa Kini

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 20:19 WIB

Saksi Ungkap Momen Yaqut Marah-marah Soal Kasus Haji

Saksi Ungkap Momen Yaqut Marah-marah Soal Kasus Haji

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:19 WIB

KPK Duga Oknum Polisi Yayat 'Lippo' Miliki Belasan Aset Mewah Tersebar di Jabar hingga Jakarta

KPK Duga Oknum Polisi Yayat 'Lippo' Miliki Belasan Aset Mewah Tersebar di Jabar hingga Jakarta

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 20:19 WIB

Kemarau Panjang Bikin Sayur di Pontianak Makin Mahal, Kacang Panjang Tembus Rp55 Ribu

Kemarau Panjang Bikin Sayur di Pontianak Makin Mahal, Kacang Panjang Tembus Rp55 Ribu

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:15 WIB

Bahlil Ungkap Rencana Besar Prabowo: Sulap Batu Bara Jadi Energi Alternatif

Bahlil Ungkap Rencana Besar Prabowo: Sulap Batu Bara Jadi Energi Alternatif

Video | Selasa, 22 September 2026 | 20:12 WIB

Sabu Rp25 Miliar dalam Karung Beras: Kakek 61 Tahun Ditangkap di Parung Bogor

Sabu Rp25 Miliar dalam Karung Beras: Kakek 61 Tahun Ditangkap di Parung Bogor

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 20:12 WIB

Dua Pecandu di Tambora Colong Honda PCX Tetangga, Dijual Rp200 Ribu Buat Beli Sabu

Dua Pecandu di Tambora Colong Honda PCX Tetangga, Dijual Rp200 Ribu Buat Beli Sabu

News | Selasa, 22 September 2026 | 20:10 WIB

Jateng Punya 4,8 Juta UMKM, Wakil Ketua DPRD: Jangan Cuma Banyak, Tapi Harus Naik Kelas!

Jateng Punya 4,8 Juta UMKM, Wakil Ketua DPRD: Jangan Cuma Banyak, Tapi Harus Naik Kelas!

Jawa Tengah | Selasa, 22 September 2026 | 20:09 WIB

Tiga Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 Jalani Tes DNA di Solo, Menanti Kepastian Identitas

Tiga Keluarga Penumpang KM Virgo Transport 8 Jalani Tes DNA di Solo, Menanti Kepastian Identitas

Jawa Tengah | Selasa, 22 September 2026 | 20:07 WIB

×