Pramono Izinkan Pembelajaran Tatap Muka di SMAN 72 Jakarta Kembali Dibuka Usai Ledakan

Selasa, 11 November 2025 | 15:37 WIB
Pramono Izinkan Pembelajaran Tatap Muka di SMAN 72 Jakarta Kembali Dibuka Usai Ledakan
Suasana di depan gerbang sekolah pasca ledakan di SMAN 72, Jakarta, Jumat (7/11/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempersilakan SMAN 72 Jakarta kembali melakukan pembelajaran tatap muka setelah proses penyelidikan ledakan dinyatakan selesai.
  • Ia menegaskan keputusan sistem belajar kini sepenuhnya berada di tangan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan.
  • Pemerintah menilai kondisi sudah aman sehingga kegiatan belajar dapat berjalan normal tanpa mengganggu proses hukum yang masih berjalan.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempersilakan SMAN 72 Jakarta kembali menggelar pembelajaran tatap muka usai insiden ledakan di lingkungan sekolah tersebut. Ia menegaskan bahwa keputusan mengenai sistem belajar kini sepenuhnya berada di tangan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Pramono menjelaskan, Pemprov DKI sebelumnya meminta kegiatan belajar dilakukan secara daring untuk menjaga ketenangan siswa dan guru. Namun, setelah proses penyelidikan kepolisian rampung, ia menilai pembelajaran langsung sudah dapat kembali dilaksanakan.

“Kami sudah memberikan kebebasan kepada Kepala Dinas Pendidikan. Kemarin saya minta untuk daring, tetapi sebagian murid justru ingin tetap belajar secara langsung,” kata Pramono di Jakarta, Senin (11/11/2025).

Menurut dia, kondisi sekolah saat ini telah dinyatakan aman. Seluruh data dan hasil investigasi sudah diambil pihak kepolisian, sehingga kegiatan belajar-mengajar dapat berjalan normal tanpa mengganggu proses hukum yang masih berlangsung.

“Karena semuanya sudah diambil Polri, hal yang berkaitan dengan peristiwa sudah ditangani. Proses belajar-mengajar apabila dilakukan secara langsung sebenarnya sudah bisa,” ujarnya.

Pramono menambahkan, kebijakan pembelajaran di SMAN 72 tidak bersifat seragam. Pemprov memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk menyesuaikan keputusan dengan kebutuhan dan kesiapan masing-masing.

“Kami memberikan kebebasan sepenuhnya kepada sekolah,” tegasnya.

Sebelumnya, SMAN 72 sempat menerapkan pembelajaran jarak jauh pascaledakan yang menimbulkan kepanikan dan mengganggu proses belajar. Puluhan orang bahkan dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka. Kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan sejumlah barang bukti.

Baca Juga: Atasi Keluhan Pengemudi Ugal-ugalan, Gubernur Pramono Setujui Pelatihan 1.000 Sopir Baru Mikrotrans

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI