alexametrics

Vaksinasi Mencapai Target, Australia Bakal Hentikan Bantuan Tunai

M. Reza Sulaiman
Vaksinasi Mencapai Target, Australia Bakal Hentikan Bantuan Tunai
Ilustrasi Covid-19 [Foto: Antara]

Semakin tingginya cakupan vaksinasi COVID-19 di Australia membuat target kekebalan kelompok alias herd immunity bisa segera didapatkan.

Suara.com - Semakin tingginya cakupan vaksinasi COVID-19 di Australia membuat target kekebalan kelompok alias herd immunity bisa segera didapatkan.

Ketika target tercapai, pemerintah federal Australia berencana menghentikan bantuan tunai yang selama ini diberikan kepada warga dan pelaku bisnis yang terdampak COVID-19.

Melansir ANTARA, pemerintah federal telah mengeluarkan lebih dari 9 miliar dolar Australia (Rp93,2 triliun) untuk membantu sekitar 2 juta orang sejak bulan Juni 2021.

Pembayaran bantuan akan dihapus ketika tingkat vaksinasi telah mendekati target pada 70% -80%, kata Bendahara Federal Josh Frydenberg dalam konferensi pers pada Rabu.

Baca Juga: Kasus Aktif Covid-19 di Kabupaten Bangka Tersisa 223 Orang

Sejumlah warga memadati kawasan Hutan Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (20/6/2021). [Suara.com/Dian Latifah]
Sejumlah warga memadati kawasan Hutan Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (20/6/2021). [Suara.com/Dian Latifah]

"Kami berharap saat pembatasan dilonggarkan, orang akan kembali bekerja, bisnis akan kembali dibuka dan orang-orang akan menjalani kehidupan sehari-hari mereka," kata dia.

Frydenberg mengatakan perpanjangan otomatis pembayaran bantuan akan berakhir jika negara bagian mencapai tingkat vaksinasi penuh 70 persen.

Namun, pekerja terdampak masih bisa mendapatkannya dengan mengajukan permohonan setiap pekan untuk diperiksa kelayakannya.

Pembayaran bantuan akan dihentikan dua pekan setelah target 80 persen terpenuhi.

Pembayaran bantuan di New South Wales dan Wilayah Ibu Kota bisa dihentikan dalam beberapa pekan karena tingkat vaksinasi mereka sudah mendahului negara bagian lain.

Baca Juga: Audi Putuskan untuk Menghentikan Produksi R8 di Australia, Apakah Masalahnya?

Australia tengah berjuang menghadapi gelombang ketiga COVID-19 yang dipicu varian Delta.

Komentar