Kasus Covid-19 Jepang Capai Titik Terendah, Para Ahli Justru Khawatir

Vania Rossa

Rabu, 06 Oktober 2021 | 13:19 WIB
Kasus Covid-19 Jepang Capai Titik Terendah, Para Ahli Justru Khawatir
Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato)

Suara.com - Sementara negara Asia lain tengah berjuang dengan kasus Covid-19 yang terus melonjak, Jepang justru mencatat penurun kasus hingga ke titik terendah setelah sebelumnya mengalami gelombang kedua dan memberlakukan status darurat di sebagian besar wilayahnya.

Kondisi tersebut membuat para ahli kebingungan dan semakin khawatir akan kasus yang kembali melonjak selama musim dingin mendatang.

Kasus harian baru di Jepang menurun ke angka 87 pada Senin (4/10/2021), yang merupakan jumlah terendah sejak 2 November tahun lalu.

Dilansir dari Reuters, rekor tersebut merupakan suatu penurunan tajam dari lebih dari 5.000 kasus per hari dalam gelombang Agustus yang menghantam infrastruktur medis di ibu kota.

Jepang juga termasuk dalam salah satu negara yang mencatatkan progres cepat dalam kampanye vaksinasinya dan hampir enam bulan dari pembatasan jarak darurat yang diyakini memperlambat laju penularan virus.

Kendati demikian, kecepatan gelombang infeksi dan rawat inap yang disebabkan tingginya penularan varian Delta yang saat ini telah surut memicu kebingungan di antara para ahli.

Hiroshi Nishiura dari Universitas Kyoto merupakan satu di antara ahli yang meyakini lonjakan kasus di musim panas dan diikuti penurunan kasus setelahnya terutama disebabkan tren aktivitas manusia.

Dia mengatakan infektivitas yang diukur dengan angka reproduksi efektif, berkorelasi dengan liburan.

“Selama liburan, kami bertemu orang-orang yang kami sering temui dan juga ada peluang besar untuk makan bersama dalam lingkungan tatap muka,” kata ahli penularan penyakit yang juga penasihat pemerintah Nishiura kepada Reuters, seperti dikutip dari Antara.

baca juga

Namun, Kenji Shibuya, mantan direktur Institut Kesehatan Penduduk di King’s College London, meragukan bahwa arus manusia lah yang menyebabkan virus sebagaimana para ahli pemerintahan tegaskan.

“Penyebaran virus terutama dipengaruhi oleh musim, diikuti dengan vaksinasi dan mungkin beberapa karakter virus yang kita tidak tahu,” kata Shibuya yang juga sebagai pengarah penyuntikan vaksin di wilayah Utara Jepang.

Setelah permulaan yang lambat, Jepang sudah memvaksin 61 persen dari penduduknya dan pemerintah telah menyiapkan suntikan booster untuk menghalau adanya terobosan kasus yang terjadi di belahan dunia lainnya.

Pernyataan tersebut disampaikan menteri baru yang bertanggung jawab terhadap vaksinasi dalam konferensi pers perdana sejak pengangkatannya.

Apa pun penyebab jedanya lonjakan virus, para ahli menilai saat ini penting untuk menangkal munculnya kasus baru.

“Kami hanya punya waktu satu bulan (sampai musim dingin). Jadi, kami harus bergerak cepat untuk mengamankan tempat tidur (di ruang perawatan) dan menyiapkan vaksinasi,” kata Shibuya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Situasi Membaik, Status Darurat Covid-19 di Sebagian Besar Wilayah Jepang Akan Berakhir

Situasi Membaik, Status Darurat Covid-19 di Sebagian Besar Wilayah Jepang Akan Berakhir

Health | Jum'at, 24 September 2021 | 18:37 WIB

Dua Warga Jepang Meninggal Usai Disuntik Vaksin Moderna

Dua Warga Jepang Meninggal Usai Disuntik Vaksin Moderna

News | Minggu, 29 Agustus 2021 | 12:55 WIB

Olimpiade Tokyo Diklaim Tak Sebabkan Lonjakan Covid-19, Ini Penjelasannya

Olimpiade Tokyo Diklaim Tak Sebabkan Lonjakan Covid-19, Ini Penjelasannya

Kaltim | Sabtu, 07 Agustus 2021 | 23:40 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×