Tak Pernah Hamil dan Menyusui Dapat Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Wanita

Vania Rossa

Rabu, 06 Oktober 2021 | 23:28 WIB
Tak Pernah Hamil dan Menyusui Dapat Tingkatkan Risiko Kanker Payudara pada Wanita
Ilustrasi kanker payudara. [shutterstock]

Suara.com - Kanker payudara terjadi ketika sel-sel abnormal di payudara mulai berkembang biak dan membentuk tumor. Meski pria juga bisa terkena kanker payudara, penyakit ini hampir selalu muncul pada wanita.

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker payudara, seperti bertambahnya usia dan kelebihan berat badan.

Di Indonesia, sekitar 70 persen pasien kanker payudara datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi stadium lanjut. Padahal bila kanker payudara terdeteksi lebih awal, akan ada lebih banyak pilihan perawatan dan kesempatan untuk bertahan hidup juga akan lebih besar bahkan bisa mencapai 95 persen apabila terdeteksi pada stadium pertama.

Fakta menarik lain disampaikan pakar onkologi dari RS Kanker Dharmais, dr. Walta Gautama, Sp.B(K) Onk, dalam sebuah acara virtual mengenai kanker payudara, Rabu (6/10/20210).

Ia menjelaskan alasan di balik mengapa seorang wanita yang tak pernah hamil dan menyusui berisiko terkena kanker payudara.

“Faktor risiko lain terkait hormonal yakni wanita yang tidak pernah hamil dan menyusui, karena setiap wanita hamil dan menyusui ternyata payudara istirahat dari estrogen,” kata Ketua pengurus pusat Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia itu, mengutip dari Antara.

Saat wanita hamil, payudaranya akan beristirahat karena estrogen digunakan rahim untuk berkembang atau membesar. Inilah alasan rahim menjadi elastis mengikuti ukuran janin dan tidak pernah robek. Menstruasi berhenti selama kehamilan, sehingga mengurangi paparan estrogen dan progesteron.

Kondisi serupa terjadi saat wanita menyusui. Temuan dari American Institute for Cancer Research (AICR) dan World Cancer Research Fund (WCFR) pada tahun 2017 menunjukkan, laktasi mengurangi paparan seumur hidup terhadap hormon seperti estrogen, yang terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara.

Alasan lainnya, setelah menyusui, payudara melepaskan banyak jaringan yang juga dapat menyingkirkan sel-sel dengan DNA rusak yang dapat menimbulkan kanker.

baca juga

Di sisi lain, saat wanita berada dalam periode menyusui, ada peran hormon prolaktin yang mengisi payudara akibat rangsangan isapan oleh bayi terhadap puting ibu.

“Karena paparan (estrogen dan progesteron) terus menerus atau tidak pernah istirahat, sehingga terjadi proses mutasi, sehingga dihubungkanlah orang yang tidak pernah hamil dan menyusui berisiko terkena kanker payudara,” pungkas Walta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

70 Persen Pasien Kanker Payudara Baru Datang ke RS Setelah Stadium Lanjut

70 Persen Pasien Kanker Payudara Baru Datang ke RS Setelah Stadium Lanjut

Health | Rabu, 06 Oktober 2021 | 20:31 WIB

Tak Langsung Operasi, Begini Prosedur Penanganan Kanker Payudara yang Tepat Menurut Dokter

Tak Langsung Operasi, Begini Prosedur Penanganan Kanker Payudara yang Tepat Menurut Dokter

Health | Senin, 04 Oktober 2021 | 16:44 WIB

Jangan Takut Berobat, Dokter Ungkap Operasi Bukan Langkah Awal Penanganan Kanker Payudara

Jangan Takut Berobat, Dokter Ungkap Operasi Bukan Langkah Awal Penanganan Kanker Payudara

Health | Senin, 04 Oktober 2021 | 15:37 WIB

Terkini

Juara 4 Kali Liga Champions Kirim Ucapan Selamat buat Timnas Indonesia

Juara 4 Kali Liga Champions Kirim Ucapan Selamat buat Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Urutan Zodiak yang Paling Pintar Cari Uang, dari Paling Boros hingga Jago Mengatur Keuangan

Urutan Zodiak yang Paling Pintar Cari Uang, dari Paling Boros hingga Jago Mengatur Keuangan

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Update Viral Petasan Maulid Nabi Pondok Pinang, Polisi Bergerak

Update Viral Petasan Maulid Nabi Pondok Pinang, Polisi Bergerak

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Visa Musisi Israel Houghton Ditolak, DPR Dukung Sikap Tegas Imigrasi

Visa Musisi Israel Houghton Ditolak, DPR Dukung Sikap Tegas Imigrasi

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:52 WIB

Sidang Daycare Little Aresha: Ketua Yayasan Akui Pernah Dibui Kasus Korupsi Rp1,1 Miliar

Sidang Daycare Little Aresha: Ketua Yayasan Akui Pernah Dibui Kasus Korupsi Rp1,1 Miliar

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:51 WIB

8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan

8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:49 WIB

Bukan Sekadar Thrifting, Ini Alasan Berburu Barang Vintage Lebih Digemari Gen Z

Bukan Sekadar Thrifting, Ini Alasan Berburu Barang Vintage Lebih Digemari Gen Z

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:47 WIB

Cara Membersihkan Rice Cooker, Bolehkah Dicuci Pakai Air? Ini Langkah yang Benar

Cara Membersihkan Rice Cooker, Bolehkah Dicuci Pakai Air? Ini Langkah yang Benar

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:47 WIB

Penganiayaan Koordinator BEM UI Jadi Alarm Bahaya Penormalan Kekerasan Terhadap Sipil

Penganiayaan Koordinator BEM UI Jadi Alarm Bahaya Penormalan Kekerasan Terhadap Sipil

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:46 WIB

Sinopsis Avatar: Seven Havens, Kisah Petualangan Pavi Sang Pengendali Tanah

Sinopsis Avatar: Seven Havens, Kisah Petualangan Pavi Sang Pengendali Tanah

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 11:45 WIB

×