Jangan Mandi Lebih dari 2 Kali Sehari, Ini Dampaknya pada Tubuh!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 07 Oktober 2021 | 20:00 WIB
Jangan Mandi Lebih dari 2 Kali Sehari, Ini Dampaknya pada Tubuh!
Ilustrasi mandi (unsplash)

Suara.com - Umumnya, orang mandi dua kali sehari, yakni pagi hari dan sore hari. Tapi, ada pula orang yang mandi setiap kali selesai olahraga atau sebelum tidur hingga lebih dari dua kali.

Anda mungkin mengira mandi lebih dari dua kali sehari itu sangat baik untuk menjaga kebersihan. Faktanya, terlalu sering mandi memakai sabun dan terlalu banyak menghabiskan waktu di kamar mandi bisa Merusak kulit, rambut dan kesehatan reproduksi Anda.

Berikut ini dilansir dari Bright Side, ada beberapa bukti mandi lebih dari dua kali sehari bukanlah pilihan terbaik untuk kesehatan dan pernampilan Anda.

1. Rambut lebih berminyak

Rambut Anda akan terlihat indah setiap kali selesai keramas. Tapi, keramas terlalu sering justru membuatnya lebih berminyak. Setiap kali Anda keramas pakai sampo, itu akan mengeringkan kulit kepala dan menyebabkan kulit kepela mengeluarkan lebih banyak sebum.

Jika Anda memiliki kebiasaan keramas setiap hari, kulit kepala akan terus-menerus memproduksi lebih banyak minyak untuk mencegah kulit kepala kering. Pada akhirnya, rambut menjadi lebih cepat berminyak.

Ilustrasi rambut.(Pixabay/Monsterkoi)
Ilustrasi rambut.(Pixabay/Monsterkoi)

2. Kulit ke wajah kering

Meskipun jarang mandi itu jorok dan tidak baik untuk kesehatan kulit. Tapi, mandi Terlalu sering juga justru lebih berdampak buruk pada kulit. Sabun mandi dan air hangat akan menghilangkan bakteri sehat dan minyak esensial dari kulit.

Padahal minyak ini membantu kulit terlihat tetap awet muda dan bercahaya. Beberapa ahli kulit merekomendasikan Anda untuk mandi sebanyak 2-3 kali seminggu guna mencegah kulit gatal dan terlalu kering.

3. Rambut berketombe

Sekarang ini banyak sampo yang mengklaim bebas ketombe. Tapi, kerama menggunakan sampo anti ketomber terlalu sering justru akan bekerja sebaliknya.

Keramas secara berlebihan bisa menyebabkan kulit kepala menjadi gatal dan teriritasi. Pada akhirnya, rambut akan berketombe dan memicu kerontokan rambut.

4. Kulit lebih sensitif

Mandi air hangat memang terasa menyenangkan dan menjauhkan dari bakteri jahat. Tapi, terlalu sering mandi air hangat bisa mengganggu mikrobioma kulit yang menyebabkan kulit teriritasi, pecah-pecah dan Kemerahan.

5. Mengganggu kesehatan reproduksi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mandi Air Panas Diklaim Lancarkan Menstruasi, Ini Penjelasan Dokter

Mandi Air Panas Diklaim Lancarkan Menstruasi, Ini Penjelasan Dokter

Sumbar | Selasa, 31 Agustus 2021 | 14:15 WIB

Bernarkah Mandi Air Panas Bisa Melancarkan Menstruasi? Simak Kata Dokter

Bernarkah Mandi Air Panas Bisa Melancarkan Menstruasi? Simak Kata Dokter

Health | Senin, 30 Agustus 2021 | 11:00 WIB

Membuat Rileks, Manfaat Mandi Air Panas Setara dengan Olahraga Intensitas Rendah

Membuat Rileks, Manfaat Mandi Air Panas Setara dengan Olahraga Intensitas Rendah

Health | Sabtu, 29 Mei 2021 | 21:03 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB