Hati-hati, Orang Dengan Diabetes Bisa Berisiko Parah Saat Kena Covid-19

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Jum'at, 08 Oktober 2021 | 10:10 WIB
Hati-hati, Orang Dengan Diabetes Bisa Berisiko Parah Saat Kena Covid-19
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Selama ini penyakit penyerta atau juga dikenal dengan komorbid diketahui bisa memperparah Covid-19. Bahkan, baru-baru ini Dokter spesialis penyakit dalam Dr. dr. Wismandari, Sp.PD-KEMD mengatakan bahwa orang dengan riwayat diabetes kondisinya akan lebih buruk setelah terkena COVID-19 dibandingkan dengan yang tidak.

"Bukan hanya covidnya yang memburuk, diabetesnya juga memburuk, komplikasi yang akut juga bisa terjadi. Kalau diabetesnya bagus, dia bisa melawan, kalau diabetesnya jelek, dia gampang ditekan sehingga lebih buruk," ujar dr. Wismandari seperti dikutip ANTARA.

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini menjelaskan pasien dengan diabetes yang kadar HbA1c (hemoglobin A1c) tinggi, memiliki dua kali risiko lebih tinggi untuk terkena COVID-19 dengan gejala berat hingga kematian.

Infeksi COVID-19 pun meningkatkan risiko terjadinya komplikasi diabetes akut seperti Ketoasidosis Diabetik (KAD) dan Hyperglycemic Hyperosmolar Syndrome (HHS).

Ilustrasi obat diabetes. [Dok.pixabay/stevepb]
Ilustrasi obat diabetes. [Dok.pixabay/stevepb]

Lebih lanjut dr. Wismandari menjelaskan pasien dengan hiperglikemia atau kadar gula darah yang tinggi ditambah dengan COVID-19, berisiko mengalami kematian sebesar 86 persen.

Tidak hanya itu, mereka juga berisiko mengalmai peningkatan kejadian ARDS atau gangguan pernapasan berat sebesar 53 persen, peningkatan cedera ginjal akut sebesar 88 persen, peningkatan cedera jantung akut sebesar 76 persen, intervensi medis meningkat dan perburukan gejala lebih cepat.

"Kalau orang diabetes kena COVID, intervensinya akan banyak, juga lebih banyak, bisa ke ICU juga, apalagi jika pasien yang diabetesnya enggak terkontrol," kata dr.Wismandari.

Sementara itu, dr. Wismandari mengatakan bahwa pasien diabetes yang terkena COVID-19 bisa melakukan isolasi mandiri di rumah asalkan gejala yang dirasakannya ringan.

Akan tetapi, saat pasien mengalami gejala perburukan seperti kesulitan bernapas, rasa sakit atau tekanan terus menerus pada bagian dada, kebingungan yang terjadi secara akut, tidak mampu untuk bangun atau selalu merasa mengantuk, bibir dan wajah kebiruan, saturasi oksigen <95 persen maka harus segera ke rumah sakit.

Begitu juga dengan pasien yang memiliki gejala hipoglikemia seperti keringat dingin, pandangan kabur, lemas, tremor, bicara meracau, berdebar-debar, rasa kebas dan sakit kepala berat, wajib segera ke rumah sakit.

Selain itu, pasien yang memiliki gejala komplikasi diabetes melitus seperti rasa haus berlebih, frekuensi buang air kecil bertambah sering, kelemahan, mual dan muntah terus menerus, nyeri perut berat serta gangguan kesadaran, juga wajib untuk segera ke rumah sakit.

dr. Wismandari mengatakan saat ini diabetes belum dapat disembuhkan sehingga cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat agar dapat mengontrol gula darah. Sebab, diabetes yang tidak terkontrol merupakan salah satu komorbid COVID-19 yang dapat meningkatkan risiko COVID-19 dengan gejala berat sampai dengan kematian.

"Kontrol kadar gula darah pada pasien diabetes selama pandemi sangatlah penting. Yang terpenting lakukanlah vaksinasi. Vaksinasi COVID-19 dapat dilakukan oleh pasien diabetes yang terkontrol dan tidak dalam kondisi metabolik akut," kata dr. Wismandari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ogah Divaksin Covid-19, Finalis Belanda Lebih Pilih Mundur dari Miss World

Ogah Divaksin Covid-19, Finalis Belanda Lebih Pilih Mundur dari Miss World

Lifestyle | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 09:24 WIB

Badan Pengawas Obat Eropa Resmi Izinkan Merck Produksi Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson

Badan Pengawas Obat Eropa Resmi Izinkan Merck Produksi Vaksin COVID-19 Johnson & Johnson

Bisnis | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 08:48 WIB

Lengkap! Ini Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Kota Semarang di Bulan Oktober

Lengkap! Ini Jadwal dan Lokasi Vaksinasi Kota Semarang di Bulan Oktober

Jawa Tengah | Jum'at, 08 Oktober 2021 | 08:48 WIB

Terkini

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB