alexametrics

Viral di TikTok Sakit Tenggorokan Tanda Klamidia, Ini Penjelasan Dokter!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Viral di TikTok Sakit Tenggorokan Tanda Klamidia, Ini Penjelasan Dokter!
Ilustrasi sakit tenggorokan (shutterstock)

Dokter luruskan mitos seputar sakit tenggorokan dan klamidia.

Suara.com - Seorang dokter dari NHS, Dr Karan Raj, telah meluruskan beberapa mitos kesehatan yang menjadi viral di media sosial. Baru-baru ini, ia meluruskan mitos seputar klamidia yang viral di TikTok.

Dr Karan Raj, menanggapi salah satu pengguna TikTok yang memberi tahu pengikutnya bahwa sakit tenggorokan bisa menjadi pertanda penyakit klamidia.

Karena, sekarang ini banyak orang sedang mengalami flu dan sakit tenggorokan akibat virus corona maupun penyakit lainnya. Situasi ini membuat Dr Karan Raj ingin meluruskan mitos yang berkaitan dengan sakit tenggorokan dan klamidia tersebut.

Dr Karan Raj menjelaskan satu-satunya cara memastikan sakit tenggorokan merupakan efek samping dari penyakit infeksi menular seksual (IMS) dengan menggunakan diagram.

Baca Juga: Selain Virus Corona, Informasi Hoaks Juga Meningkat Selama Pandemi Covid-19

"Mari kita lihat dasar-dasar penyebab sakit tenggorokan, mulai dari pilek, flu, mononucleosis, gondok, radang tenggorokan, alergi, asap atau refluks asam," kata Dr Raj dikutip dari The Sun.

Ilustrasi berhubungan seks, penyakit menular seksual. (Shutterstock)
Ilustrasi berhubungan seks, penyakit menular seksual. (Shutterstock)

Sedangkan, klamidia bisa disebabkan oleh penularan melalui hubungan seks dengan orang yang menderita penyakit tersebut, terutama ketika Anda berhubungan seks tanpa kondom atau melakukan seks oral.

Dr Raj mengatakan bahwa sangat jarang kalau sakit tenggorokan menjadi pertanda seseorang menderita klamidia. Bahkan, sakit tenggorokan tidak masuk dalam 30 daftar gejala terbatas klamidia.

Jadi, Dr Raj menegaskan bahwa sakit tenggorokan dan klamidia tidak saling berkaitan. Cara inilah satu-satunya langkah untuk memastikan sakit tenggorokan disebabkan oleh klamidia atau tidak.

Ia juga menyarankan semua orang yang masih aktif berhubungan seks, khususnya orang yang berusia di bawah 30 tahun harus rutin menjalani tes IMS.

Baca Juga: Gejala Baru Virus Corona Covid-19, dari Kulit Terkelupas hingga Mengerut!

Petugas medis mengatakan gonore dan klamidia adalah infeksi menular seksual yang paling umum. Meskipun, kondisi ini bisa diobati dengan antibiotik. Jika tak diobati, penyakit ini bisa menyebabkan masalah kesehatan lainnya, seperti penyakit panggul, nyeri dan kemandulan.

Komentar