Viral di TikTok Sakit Tenggorokan Tanda Klamidia, Ini Penjelasan Dokter!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 09 Oktober 2021 | 13:58 WIB
Viral di TikTok Sakit Tenggorokan Tanda Klamidia, Ini Penjelasan Dokter!
Ilustrasi sakit tenggorokan (shutterstock)

Suara.com - Seorang dokter dari NHS, Dr Karan Raj, telah meluruskan beberapa mitos kesehatan yang menjadi viral di media sosial. Baru-baru ini, ia meluruskan mitos seputar klamidia yang viral di TikTok.

Dr Karan Raj, menanggapi salah satu pengguna TikTok yang memberi tahu pengikutnya bahwa sakit tenggorokan bisa menjadi pertanda penyakit klamidia.

Karena, sekarang ini banyak orang sedang mengalami flu dan sakit tenggorokan akibat virus corona maupun penyakit lainnya. Situasi ini membuat Dr Karan Raj ingin meluruskan mitos yang berkaitan dengan sakit tenggorokan dan klamidia tersebut.

Dr Karan Raj menjelaskan satu-satunya cara memastikan sakit tenggorokan merupakan efek samping dari penyakit infeksi menular seksual (IMS) dengan menggunakan diagram.

"Mari kita lihat dasar-dasar penyebab sakit tenggorokan, mulai dari pilek, flu, mononucleosis, gondok, radang tenggorokan, alergi, asap atau refluks asam," kata Dr Raj dikutip dari The Sun.

Ilustrasi berhubungan seks, penyakit menular seksual. (Shutterstock)
Ilustrasi berhubungan seks, penyakit menular seksual. (Shutterstock)

Sedangkan, klamidia bisa disebabkan oleh penularan melalui hubungan seks dengan orang yang menderita penyakit tersebut, terutama ketika Anda berhubungan seks tanpa kondom atau melakukan seks oral.

Dr Raj mengatakan bahwa sangat jarang kalau sakit tenggorokan menjadi pertanda seseorang menderita klamidia. Bahkan, sakit tenggorokan tidak masuk dalam 30 daftar gejala terbatas klamidia.

Jadi, Dr Raj menegaskan bahwa sakit tenggorokan dan klamidia tidak saling berkaitan. Cara inilah satu-satunya langkah untuk memastikan sakit tenggorokan disebabkan oleh klamidia atau tidak.

Ia juga menyarankan semua orang yang masih aktif berhubungan seks, khususnya orang yang berusia di bawah 30 tahun harus rutin menjalani tes IMS.

Petugas medis mengatakan gonore dan klamidia adalah infeksi menular seksual yang paling umum. Meskipun, kondisi ini bisa diobati dengan antibiotik. Jika tak diobati, penyakit ini bisa menyebabkan masalah kesehatan lainnya, seperti penyakit panggul, nyeri dan kemandulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kondom Akan Efektif Jika Dipakai secara Benar, Ketahui Kesalahan Pemakaiannya!

Kondom Akan Efektif Jika Dipakai secara Benar, Ketahui Kesalahan Pemakaiannya!

Health | Minggu, 03 Oktober 2021 | 21:45 WIB

5 Gejala Penyakit Asam Lambung, Hati-Hati Jika Batuk

5 Gejala Penyakit Asam Lambung, Hati-Hati Jika Batuk

Health | Selasa, 28 September 2021 | 15:54 WIB

Sakit Tenggorokan Akibat Virus Corona vs Flu Biasa, Ini Cara Membedakannya!

Sakit Tenggorokan Akibat Virus Corona vs Flu Biasa, Ini Cara Membedakannya!

Health | Jum'at, 17 September 2021 | 17:55 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB