alexametrics

Sekolah Tatap Muka Dimulai, Ini Tips Agar Anak Terhindar Covid-19

Bimo Aria Fundrika
Sekolah Tatap Muka Dimulai, Ini Tips Agar Anak Terhindar Covid-19
Ilustrasi anak pakai masker. (Shutterstock)

Tetap diperlukan kewaspadaan dari berbagai pihak dengan adanya lonjakan kasus setelah sekolah tatap muka diberlakukan.

Suara.com - Pelaksanaan sekolah tatap muka di beberapa sekolah telah dimulai. Realisasi sekolah tatap muka baru ditetapkan dan diatur oleh Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 03/KB/2021, Menteri Agama Nomor 384 Tahun 2021, Menteri Kesehatan Nomor HK 01.08/Menkes/4242/2021, dan Menteri Dalam Negeri Nomor 440-717 Tahun 2021.

Aturan ini dikeluarkan menimbang penurunan kasus covid-19 di Indonesia. Meski demikian tetap diperlukan kewaspadaan dari berbagai pihak dengan adanya lonjakan kasus setelah sekolah tatap muka diberlakukan.

Menanggapi hal tesebut, CEO Lifepack & Jovee Natali Ardianto mengungkapkan, bahwa dengan diberlakukannya sekolah tatap muka, orang tua harus tetap waspada dan memberikan perlindungan dari sisi kesehatan bagi anak.

vitamin C dan D sangat dibutuhkan tubuh pada masa pancaroba saat pandemi ini
vitamin C dan D sangat dibutuhkan tubuh pada masa pancaroba saat pandemi ini

"Melihat hal tersebut, kami turut ambil bagian memberikan layanan kesehatan yang dibutuhkan. Dari sisi kuratif kami menghadirkan paket isolasi mandiri (isoman) untuk anak-anak," kata Natali dalam keterangannya Senin, (11/10/2021). 

Baca Juga: Waspada, Konsumsi Suplemen Vitamin D dengan Dosis Tinggi Bisa Menyebabkan Keracunan

Sedangkan untuk tindakan preventif, Natali mengatakan bahwa pihaknya  juga menyediakan kebutuhan suplemen dan vitamin untuk anak.

Mengingat masih terdapat angka penyebaran kasus covid pada anak, sekolah tatap muka perlu dipantau secara khusus agar tidak menyebabkan klaster baru covid-19 di sekolah-sekolah lainnya.

Mengacu data dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) menunjukan, tingkat positivity rate covid-19 pada anak usia 0-5 tahun mencapai 2,9 persen dengan case fatality rate sebesar 0,5 persen.

Sedangkan untuk usia remaja 6-18 tahun, positivity rate berada di 10,1 persen dan case fatality rate menyentuh 0,5 persen. Melihat data tersebut, tingkat penyebaran virus covid-19 masih cukup tinggi untuk anak-anak dan dibutuhkan perhatian berbagai pihak agar sekolah tatap muka dapat tetap aman dilaksanakan.

“Senada dengan data yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19, data terbaru kami menunjukan tingkat penebusan resep obat dan vitamin untuk anak usia 0-10 tahun cukup tinggi. Maka dari itu, dengan adanya peningkatan tersebut kami bergerak cepat melakukan inisiasi membuat paket isoman khusus untuk anak-anak agar memberikan kemudahan bagi orang tua yang sedang melakukan perawatan untuk anak di rumah," kata Natali.

Baca Juga: Jelang Pembelajaran Tatap Muka, Disdik Medan Terbitkan SOP

Ia melanjutkan, bawh paket isoman ini telah sesuaikan dengan ketentuan yang diberlakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 

Komentar