Hari Penglihatan Sedunia 2021: Kemenkes Ingatkan Bahaya Gadget untuk Mata Balita

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 12 Oktober 2021 | 16:05 WIB
Hari Penglihatan Sedunia 2021: Kemenkes Ingatkan Bahaya Gadget untuk Mata Balita
Ilustrasi anak kecanduan gadget. (Pixabay)

Suara.com - Setiap hari Kamis pekan kedua Oktober diperingati sebagai Hari Penglihatan Sedunia atau World Sight Day, dan tahun ini jatuh pada 14 Oktober 2021 mendatang.

Diperingati masih dalam kondisi pandemi, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ingatkan orangtua mengatur dengan baik kontaminasi gadget pada anak di bawah usia 5 tahun atau balita.

Ini karena menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr. Maxi Rein Rondonuwu dampak gangguan kesehatan dari paparan gadget adalah masalah pada mata.

"Zaman sekarang umur di bawah 5 tahun sudah hobi bermain gadget, dan apabila orangtua tidak mencegah menggunakan gadget, saya kira yang pertama ada gangguan sudah pasti mata," ujar dr. Maxi saat peringatan World Sight Day bersama Kemenkes, Selasa (12/10/2021).

Ilustrasi anak kecanduan gadget (Shutterstock)
Ilustrasi anak kecanduan gadget (Shutterstock)

Ia menambahkan, bukan hanya anak usia di bawah 5 tahun, tidak sedikit anak remaja Indonesia yang sudah keranjingan pada gadget dengan bermain game, dan ini juga akan menimbulkan gangguan pada mata.

Sehingga solusi terbaik adalah meningkatkan literasi kepada masyarakat tentang efek radiasi layar gadget yang bisa merusak mata, terlebih jika menggunakannya selama berjam-jam tanpa istirahat atau jeda sejenak dari melihat layar gadget.

"Kita tingkatkan kesadaran masyarakat tentang efek pajanan radiasi gadget maupun elektronik yang lain, terutama anak secara dini harus dilakukan," jelasnya.

dr. Maxi melanjutkan, apabila ini tidak segera diatasi bisa meningkatkan jumlah masyarakat Indonesia yang mengalami gangguan penglihatan.

Pasalnya, data terakhir menurut World report on Vision tahun 2019 diperkirakan ada 2,2 miliar penduduk dunia yang mengalami gangguan penglihatan, dan sebanyak 2,2 juta di antaranya berasal dari Indonesia.

baca juga

Salah satu gangguan penglihat pada mata yakni katarak, diplopia atau penglihatan ganda, miopia atau rabun jauh (mata minus), rabun dekat, silindris dan sebagainya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes: 81 Persen Warga Alami Kebutaan di Indonesia Karena Katarak

Kemenkes: 81 Persen Warga Alami Kebutaan di Indonesia Karena Katarak

News | Selasa, 12 Oktober 2021 | 15:07 WIB

7 Minuman Khas Riau, Segar dan Namanya Unik: Air Mata Pengantin hingga Es Lancang Kuning

7 Minuman Khas Riau, Segar dan Namanya Unik: Air Mata Pengantin hingga Es Lancang Kuning

Riau | Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:50 WIB

Heboh Abu Rokok Masuk Mata, Dokter: Bisa Menyebabkan Kebutaan

Heboh Abu Rokok Masuk Mata, Dokter: Bisa Menyebabkan Kebutaan

Bogor | Selasa, 12 Oktober 2021 | 11:20 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×