Bayi Alergi Protein Susu Sapi Bisa Jadi Stunting Jika Alami Hal Berikut

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 13 Oktober 2021 | 16:30 WIB
Bayi Alergi Protein Susu Sapi Bisa Jadi Stunting Jika Alami Hal Berikut
Ilustrasi susu (Pixabay/Couleur)

Suara.com - Protein susu sapi termasuk jenis makanan yang cukup sering membuat anak di bawah 2 tahun alami alergi. Jika alergi tidak diobati dengan baik dan terjadi dalam waktu lama bisa menghambat pertumbuhan anak hingga menyebabkan stunting.

Dokter spesialis anak konsultan gastro hepatologi dr. Frieda Handayani, Sp.A (K)., menjelaskan, alergi protein susu sapi bisa sampai menyebabkan stunting biasanya lebih dulu diikuti dengan gejala berat pada anak.

"Bila anak mengalami alergi susu sapi yang berat sampai menimbulkan anemia, BAB darah yang terus-menerus, signifikan. Kemudian juga ada kebocoran protein dari usus, tentu dapat membuat anak mengalami gangguan tumbuh kembang yang kronik dan jangka panjang hingga bisa menyebabkan stunting," jelas dokter Frieda saat webinar bersama Danone Indonesia, Rabu (13/10/2021).

Meski begitu, orangtua tak perlu khawatir. Menurut dokter Frieda, persentase anak yang alergi susu sapi dengan gejala berat sangat sedikit, sekitar 1 sampai 2 persen.

Ilustrasi stunting, tinggi badan anak. (Envato Elements)
Ilustrasi stunting, tinggi badan anak. (Envato Elements)

"Kebanyakan alergi susu sapi masuk ke dalam gejala ringan, sedang," imbuhnya.

Hal lain yang perlu diketahui orangtua, lanjut dokter Frieda, anak yang tidak bisa mendapatkan protein dari susu sapi bisa diberikan fermentasi kalsium, vitamin D3, juga fosfor dari makanan lain dengan diukur berdasarkan angka kecukupan gizi.

Jika anak sudah mendapatkan makanan pendamping asi atau MPASI, orangtua juga bisa memasukkan sumber makanan yang mengandung kalsium, fosfor, magnesium, zat besi, dan vitamin D3 melalui suplemen juga makanan dari buah, sayur, dan daging. 

"Jadi masih banyak cara agar anak dapat tetap terpenuhi kebutuhan nutrisi. Yang utama tetap ASI memang yang terbaik, tidak ada yang bisa menggantikan," ucapnya.

Selama masa menyusui, ibu juga harus memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsinya, saran dokter Frieda. Sementara bayi harus dipastikan kecukupan nutrisi yang seimbang dengan berkonsultasi kepada dokter anak dan ahli gizi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penuhi Kebutuhan Gizi Anak, Ini Komposisi MPASI yang Harus Ada

Penuhi Kebutuhan Gizi Anak, Ini Komposisi MPASI yang Harus Ada

Health | Selasa, 12 Oktober 2021 | 15:45 WIB

Jadi Primadona, Ini 3 Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Kesehatan

Jadi Primadona, Ini 3 Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Kesehatan

Lifestyle | Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:45 WIB

Punya Manfaat Kesehatan, Ternyata Susu Almond Juga Menimbulkan Efek Samping yang Berbahaya

Punya Manfaat Kesehatan, Ternyata Susu Almond Juga Menimbulkan Efek Samping yang Berbahaya

Health | Senin, 11 Oktober 2021 | 19:59 WIB

Terkini

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB