Jiwa Medina Zein Terguncang karena Alami KDRT, Ketahui Langkah untuk Menghadapinya

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 14 Oktober 2021 | 14:30 WIB
Jiwa Medina Zein Terguncang karena Alami KDRT, Ketahui Langkah untuk Menghadapinya
Medina Zein (Instagram Medina Zein)

Suara.com - Kesekian kalinya, Medina Zein mengungkapkan perilaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diduga dilakukan oleh suaminya, Lukman Azhari.

Melalui unggahan Instagram Story, Medina Zein mengatakan bahwa perilaku suaminya yang suka melakukan KDRT sudah menjadi rahasia umum bagi karyawannya. Karena, Lukman berani memukulnya di depan orang lain.

"Udah jadi rahasia umum di karyawan dan orang di rumah aku. Aku harus melakukan sesuatu. Karena dari kecil aku tu nggak pernah sama sekali dimarahin, dibentak, atau dikasarin sama orang tua aku. Jadi kejadian ini bener-bener membuat jiwa aku terguncang," ucap Medina di Instagram Story.

Medina Zein juga sempat mengungkap bukti KDRT yang dilakukan oleh suaminya. Ia memperlihatkan wajahnya yang lebam dan ada goresan luka di kepalanya.

KDRT memang bisa meningkatkan risiko wanita mengalami masalah kesehatan mental, termasuk gangguan stres pasca-trauma (PTSD), depresi, kecemasan, penyalahgunaan zat, dan keinginan bunuh diri.

Medina Zein (Instagram Medina Zein)
Medina Zein (Instagram Medina Zein)

Dalam KDRT, ledakan emosional yang dialami pelaku biasanya diikuti dengan penyesalan dan permintaan maaf. Tapi dilansir dari The Conversation, periode ini biasanya berakhir dengan kekerasan dan pelecehan.

Artinya, wanita akan terus-menerus mencari cara untuk mengantisipasi ledakan emosional pelaku berikutnya. Tak heran, hidup di bawah tekanan fisik dan emosional ini akan berdampak pada kesejahteraan mental dan fisik wanita.

Satu studi menemukan kemungkinan seorang wanita yang menjadi korban KDRT mengalami PTSD adalah sekitar 7 kali lebih tinggi dibandingkan wanita yang tidak mengalami KDRT.

Mereka juga berisiko mengembangkan depresi hingga 2,7 kali lebih tinggi, kecemasan 4 kali lebih besar, dan penyalahgunaan obat serta alkohol 6 kali lebih besar. Mereka pun mungkin memiliki pikiran untuk bunuh diri 3,5 kali lebih besar, karena KDRT yang dialaminya.

Sebuah penelitian di Australia terhadap 1.257 pasien wanita yang mengunjungi dokter umum menemukan wanita yang mengalami depresi 5,8 kali lebih mungkin mengalami pelecehan fisik, emosional atau seksual dibandingkan wanita yang tidak mengalami depresi.

Langkah yang harus dilakukan untuk menghadapi KDRT

Umumnya, korban KDRT tetap bertahan dalam pernikahan karena dihantui rasa bersalah dengan pasangannya sehingga mereka lebih sulit lepas dari jerat KDRT.

Sebab, mereka berpikir ada kesalahan dalam diri sendiri yang memicu pasangan melakukan KDRT. Di sisi lain dilansir dari Hellosehat, pelaku KDRT juga bisa bertindak lebih kejam bila korban memutuskan hubungannya.

Sedangkan, semakin lama tindakan KDRT diabaikan akan membuat dampaknya lebih besar. Pada waktu inilah, korban berisiko tinggi mengalami gangguan kesehan mental.

Berikut ini, langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk lepas dari jeratan KDRT.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apakah Hukum Indonesia Masih Lemah Terhadap Pelecehan dan Kekerasan Seksual?

Apakah Hukum Indonesia Masih Lemah Terhadap Pelecehan dan Kekerasan Seksual?

Your Say | Rabu, 13 Oktober 2021 | 16:35 WIB

Kekerasan Terhadap Anak di Kota Bandung Meningkat, Diduga Gara-gara Hal Ini

Kekerasan Terhadap Anak di Kota Bandung Meningkat, Diduga Gara-gara Hal Ini

Jabar | Selasa, 12 Oktober 2021 | 15:46 WIB

Komnas Perlindungan Anak Desak Kasus Dugaan Kekerasan Seksual SMA SPI Segera Disidangkan

Komnas Perlindungan Anak Desak Kasus Dugaan Kekerasan Seksual SMA SPI Segera Disidangkan

Malang | Selasa, 12 Oktober 2021 | 14:47 WIB

Terkini

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?

Health | Senin, 20 April 2026 | 18:55 WIB

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:32 WIB

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker

Health | Senin, 20 April 2026 | 09:10 WIB

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat

Health | Senin, 20 April 2026 | 06:32 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB