Begini Cara Penentuan Stadium Kanker Payudara dan Pengobatan yang Bisa Dilakukan

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 15 Oktober 2021 | 13:01 WIB
Begini Cara Penentuan Stadium Kanker Payudara dan Pengobatan yang Bisa Dilakukan
Ilustrasi kanker payudara. (Shutterstock)

Suara.com - Kanker payudara terjadi akibat adanya pertumbuhan tanpa kontrol dari sel abnormal. Pertumbuhan sel itu yang kemudian akan menjadi benjolan pada area payudara.

Dokter spesialis onkologi radioterapi dr. Ade Margaretha L.T Sp.Onk. Rad., menjelaskan bahwa kebanyakan pertumbuhan sel abnormal itu bermula dari saluran yang membawa ASI ke puting sehingga berkembang menjadi kanker.

Menurutnya, benjolan yang tidak normal dan muncul tiba-tiba itu memang menjadi gejala utama dari kanker payudara. Meski begitu, ia menegaskan kalau benjolan tersebut tidak ganas jika bisa ditemukan dan dapat penanganan medis secepat mungkin.

"Jadi jangan takut kalau ada benjolan. Periksa ke dokter apakah itu kanker atau bukan," ucapnya saat Pink webinar series Quality Life After Breast Cancer, Jumat (15/10/2021).

Gejala lain yang bisa muncul juga di antaranya, payudara membengkak dan terlihat seperti kulit jeruk. Selain itu, puting mengalami retraksi atau tertarik ke dalam, kulit payudara juga memerah, kering, dan bisa keluar cairan dari puting.

Akan tetapi, gejala seperti itu umumnya terjadi ketika kanker payudara sudah mencapai stadium 3 atau 4.

Dokter Ade menjelaskan, jika sudah terkonfirmasi kanker, maka akan dilakukan pemeriksaan penentuan stadium dengan melihat ukuran sel kanker juga kemungkinan penyebarannya.

"Apakah sudah ada penyebaran pada organ sekitar atau adakah penyebaran ke organ yang jauh. Itu bisa kita lihat dari USG, rontgen dada, dan CT Scan," jelas dokter Ade.

Apabila sudah didiagnosis maka bisa segera dilakukan pengobatan sesuai kondisi stadium. Pengobatan kanker payudara umumnya bisa dilakukan dengan kemoterapi, radioterapi, radiasi, hingga pembedahan.

Dokter spesialis bedah onkologi dr. Bob Andinata, Sp.B(K). Onk., menjelaskan bahwa tingkatan stadium pada kanker terhitung dari stadium 0-4.

Namun, untuk pengobatan dengan operasi pengangkatan payudara hanya dilakukan untuk pasien kanker mulai dari stadium 2. Sedangkan untuk pengobatan stadium awal cukup dilakukan terapi dan angka kesembuhan juga akan jauh tinggi.

Mulai dari stadium 3, pengobatan menjadi lebih komplek. Dokter Bob mengatakan bahwa pembedahan biasanya dilakukan pada tahap akhir.

"Karena pasien harus kemo dulu untuk memblok agar sel kanker tidak menyebar ke organ lain seperti paru, otak, hati. Setelah 3 kali kemoterapi lalu pembedahan," jelasnya.

Selesai pembedahan, pasien tetap dianjurkan melakukan kemoterapi untuk melengkapi pengobatan. Setelah itu dilakukan lagi radiasi, target terapi, dan diberikan hormonal terapi.

Sementara jika sudah stadium 4, opersi pembedahan dinilai sudah tidak terlalu berpengaruh dalam pengobatan pasien kanker payudara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satu Perempuan di Indonesia Didiagnosis Kanker Payudara Setiap 8 Menit

Satu Perempuan di Indonesia Didiagnosis Kanker Payudara Setiap 8 Menit

Health | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 10:57 WIB

Ngaku Penderita Kanker Demi Uang Asuransi, Wanita Australia Ini Dibui 2,5 Tahun

Ngaku Penderita Kanker Demi Uang Asuransi, Wanita Australia Ini Dibui 2,5 Tahun

News | Jum'at, 15 Oktober 2021 | 11:50 WIB

Studi: Kandungan Arsenik pada Beras Bisa Sebabkan Keracunan hingga Kanker

Studi: Kandungan Arsenik pada Beras Bisa Sebabkan Keracunan hingga Kanker

Health | Kamis, 14 Oktober 2021 | 15:00 WIB

Terkini

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB