Tak Hanya Sebabkan Gangguan Menstruasi, Sunat Perempuan juga Berisiko Kematian

Jum'at, 15 Oktober 2021 | 18:30 WIB
Tak Hanya Sebabkan Gangguan Menstruasi, Sunat Perempuan juga Berisiko Kematian
ilustrasi vagina. (Shutterstock)

Suara.com - Praktik sunat perempuan yang dikenal dengan istilah medis Pemotongan Pelukaan Genitalia Perempuan atau P2GP dipastikan tidak punya manfaat bagi kesehatan. Bahkan cenderung berbahaya yang salah satunya menyebabkan gangguan menstruasi hingga kematian.

Hal ini dibenarkan Spesialis Obgyn, dr. Muhammad Fadli berdasarkan hasil temuan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, yang menyatakan P2GP menyebabkan gangguan menstruasi.

Ini terjadi karena sunat perempuan menyebabkan infeksi pada organ genital atau alat kelamin.

ilustrasi vagina. (Shutterstock)
ilustrasi vagina. (Shutterstock)

"Dilihat dari WHO memang infeksi dari P2GP menganggu siklus menstruasi, tapi tidak begitu dominan karena jumlahnya yang sedikit," jelas dr. Fadli dalam konferensi pers penelitian Kalyanamitra, Jumat (15/10/2021).

Ini karena umumnya gangguan menstruasi mayoritas disebabkan hormon yang bermasalah. Tetapi infeksi yang disebabkan sunat perempuan juga penyebabkan gangguan menstruasi.

Infeksi pada sunat perempuan umumnya disebabkan oleh penggunaan alat yang tidak steril dan tidak ada standar khusus. Beberapa alat yang digunakan sunat perempuan sangatlah berisiko dari jarum suntik, silet, gunting kuku, bahkan hingga koin.

Lebih lanjut, kata dr. Fadli, dibandingkan gangguan menstruasi yang baru terjadi saat anak usia 13 tahun, paling sering terjadi akibat sunat perempuan adalah pendarahan yang bisa menyebabkan meninggal dunia.

"Gangguan menstruasi tidak begitu dominan, yang dominan itu bisa pendarahan infeksi bahkan bisa meninggal," tutur dr. Fadli.

Perlu diketahui juga praktik sunat perempuan tidak ada dalam aturan kedokteran manapun di dunia, karena tidak dipelajari, tidak perlu dan berbahaya.

Baca Juga: Nawal El Saadawi, Tokoh Feminis yang Berani dan Berbahaya Tutup Usia

Akibat yang tidak dipelajari, maka praktik sunat perempuan ini tidak ada satupun yang memiliki izin di dunia medis, sehingga tidak ada satupun orang yang bisa bertanggungjawab atau berkompetensi.

"Masa iya kita mau pergi naik pesawat, pilotnya tidak punya sim izin terbang. Masa iya, relakan anak kita untuk dilakukan sunat," pungkas dr. Fadli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI