alexametrics

4 Fakta Obat Covid-19 Ronapreve yang Segera Digunakan Australia

Risna Halidi | Lilis Varwati
4 Fakta Obat Covid-19 Ronapreve yang Segera Digunakan Australia
Ilustrasi Covid-19. (Andrea Piacquadio/Pexels)

Pemerintah Australia mengumumkan negaranya akan menggunakan obat ronapreve untuk pasien Covid-19 mulai akhir bulan ini.

Suara.com - Pemerintah Australia mengumumkan negaranya akan menggunakan obat ronapreve untuk pasien Covid-19 mulai akhir bulan ini. Obat tersebut dibuat oleh Regeneron Pharmaceuticals dengan Roche. 

Obat ronapreve sebenarnya telah jadi perbincangan publik sejak Oktober 2020. Ketika itu dikabarkan kalau mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminum obat tersebut selama terinfeksi Covid-19 pada Juli lalu.

Setelahnya, ronapreve mendapat izin penggunaan darurat di lebih dari 20 negara, termasuk AS, Jepang, dan India. Obat tersebut digunakan untuk mengobati atau mencegah infeksi Covid-19 dengan kondisi parah, meskipun tidak bisa disebut jadi pengganti vaksinasi. 

Diberikan melalui suntikan atau infus, obat ini ditujukan untuk orang-orang yang berisiko tinggi mengembangkan keparahan Covid-19.

Baca Juga: Banyak WNI di Australia Tidak Tahu Kapan Bisa Pulang ke Tanah Air

Ilustrasi Covid-19 [Foto: Antara]
Ilustrasi Covid-19 [Foto: Antara]

Obat ini juga dapat diberikan kepada orang yang sudah menunjukkan gejala atau mereka yang baru saja terpapar dengan seseorang yang terinfeksi untuk menurunkan risiko terkena virus.

Berdasarkan hasil uji klinis fase 3 terhadap pasien Covid-19 rawat inap berisiko tinggi, menunjukkan bahwa obat ronapreve bisa mencegah kematian hingga 70 persen dan mengurangi durasi gejala hingga empat hari.

Ronapreve termasuk dalam kelas obat yang disebut antibodi monoklonal, atau mAbs. Molekul jenis itu yang diproduksi di laboratorium dengan meniru antibodi alami yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.

Dikutip dari The Conversation, berikut fakta mengenai obat ronapreve:

1. Mencegah virus menempel pada reseptor
Kandungan obat terdiri dari dua antibodi monoklonal, casirivimab dan imdevimab. Keduanya dirancang untuk menghentikan virus corona yang menempel pada reseptor ACE2 yang terdapat di permukaan sel saluran pernapasan manusia. Virus mengikat reseptor untuk masuk ke dalam sel, di mana ia dapat bereplikasi sebelum menginfeksi sel lain.

Baca Juga: Hadapi Australia, Pemain Timnas Indonesia Lahap Menu Latihan Tak Lazim dari Shin Tae-yong

2. Berasal dari sel imun penyintas Covid-19
Salah satu mAb berasal dari sel imun penangkal Covid-19 yang diambil dari penyintas. Sedangkan mAb lainnya diproduksi pada tikus yang dimodifikasi secara genetik untuk memiliki sistem kekebalan manusia. 

Komentar