alexametrics

Update Covid-19 Global: Pelonggaran Protokol Kesehatan Mulai Diberlakukan Arab Saudi

Vania Rossa | Lilis Varwati
Update Covid-19 Global: Pelonggaran Protokol Kesehatan Mulai Diberlakukan Arab Saudi
Ilustrasi Covid-19. (Elements Envato)

Arab Saudi mengalami pelandaian penularan infeksi virus corona SARS Cov-2 dalam beberapa minggu terakhir.

Suara.com - Update Covid-19 global menunjukkan pertambahan kasus harian sebanyak 299.742 dan kematian harian meningkat 4.204 dalam satu hari kemarin. Kasus baru itu didominasi Eropa, di mana Inggris dan Rusia melaporkan infeksi harian terbanyak.

Di Inggris terdapat 45.140 kasus baru, sedangkan Rusia 34.303 kasus. Rusia juga jadi negara yang melaporkan angka kematian terbanyak dengan jumlah 997 jiwa. Disusul Meksiko yang melaporkan 313 kematian akibat Covid-19.

Data pada situs worldometers, akumulasi seluruh kasus Covid-19 secara global per Senin (18/10) pukul 08.00 tercatat 241,45 juta kasus selama pandemi terjadi dengan 4,91 juta orang meninggal dunia.

Dalam beberapa minggu terakhir, sejumlah negara ada yang alami pelandaian penularan infeksi virus corona SARS Cov-2 itu. Salah satunya Arab Saudi.

Baca Juga: Pastikan Pilkades Aman dan Sesuai Prokes, Dirjen Binapemdes Tinjau Pilkades Purwakarta

Aturan jaga jarak bahkan sudah dihapus di area Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi. Mulai Minggu (17/10), jamaah salat tidak lagi perlu menjaga jarak di dalam masjid, untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19 dimulai.

Para pekerja menghapus tanda-tanda di lantai yang memandu orang-orang untuk menjaga jarak di dalam dan di sekitar Masjidil Haram, yang dibangun di sekitar Ka'bah.

"Ini sejalan dengan keputusan untuk melonggarkan tindakan pencegahan dan mengizinkan jamaah dan pengunjung Masjidil Haram dengan kapasitas penuh," lapor kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA).

Meski begitu, hanya pengunjung yang sudah divaksinasi penuh dan tetap memakai masker yang bisa masuk ke masjid. Selain itu, Ka'bah tetap ditutup.

Arab Saudi mengumumkan pada Agustus lalu bahwa mereka akan mulai menerima orang asing yang ingin umroh asalkan sudah divaksinasi.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Sumut Turun, IDI Minta Mobilitas Warga Diawasi dengan Baik

Berbeda saat Juli lalu, hanya sekitar 60.000 penduduk yang sudah divaksin yang diizinkan untuk lakukan haji tahunan.

Komentar