alexametrics

Ini Batas Aman Penggunaan Lensa Kontak dari Dokter Mata

Risna Halidi | Lilis Varwati
Ini Batas Aman Penggunaan Lensa Kontak dari Dokter Mata
Ilustrasi lensa kontak. (Shutterstock)

Lensa kontak kerap digunakan sebagai pengganti kacamata. Namun penting diingat, ada batas amannya ya!

Suara.com - Lensa kontak kerap digunakan sebagai pengganti kacamata, terutama oleh orang yang punya masalah penglihatan. Namun, dibanding kacamata, pemakaian lensa kontak sebenarnya lebih berisiko terhadap kesehatan mata.

"Memakai lensa kontak lebih banyak lagi yang perlu diwaspadai karena dia langsung menempel di mata," kata Dokter spesialis mata dr. Ine Renata Musa, Sp.M (K) dalam talkshow Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan, Senin (18/10/2021).

Dokter Ine mengingatkan, penggunaan lensa kontak yang benar harus sangat diperhatikan agar tidak terjadi gangguan pada mata. Terpenting dalam lama waktu pemakaian sebaiknya maksimal hanya 8 jam per hari. 

Agar lebih aman dan bersih, ia lebih menganjurkan menggunakan lensa kintak sekali pakai.

Baca Juga: Dianggap Bisa Jadi Alat Mata-mata, Badan Keamanan Rusia Larang Kacamata Ray-Ban Stories

"Kalau sekarang yang disarankan lebih baik disposibel, sekali pakai buang. Itu lebih aman karena kalau disimpan tapi jarang dipakai, itu kan ada airnya, air itu bisa jadi berkembangbiaknya bakteri," tuturnya.

Namun diakui dokter Ine, lensa kontak sekali pakai mungkin harganya lebih mahal. Juga jadi lebih boros bagi orang yang setiap hari perlu memakai lensa kontak.

Ia tak permasalahkan untuk memakai lensa kontak yang bisa digunakan dalam waktu beberapa bulan hingga 1 tahun. Asal, ia mengingatkan agar kebersihannya harus selalu terjaga. Selain itu, selama memakai lensa kontak, pastikan kondisi mata selalu lembap.

"Bahan lensa kontak itu akan mengambil cairan dari permukaan mata. Sehingga orang seringkali mengeluh kalau pakai lensa kontak matanya merah. Itu karena matanya kering," jelas dokter Ine. 

Baca Juga: 8 Tips Mengadopsi Kucing Liar Menurut Dokter Hewan Terpercaya

Komentar